Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

10 Tanaman Liar di Sawah yang Bisa Dimakan, dari Genjer hingga Pegagan Ternyata Kaya Nutrisi dan Jadi Favorit Warga Desa

Novica Satya Nadianti • Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB
10 tanaman liar di sawah yang bisa dimakan ternyata kaya nutrisi, dari genjer, semanggi, krokot hingga pegagan.(pinterest.com)
10 tanaman liar di sawah yang bisa dimakan ternyata kaya nutrisi, dari genjer, semanggi, krokot hingga pegagan.(pinterest.com)

 
JAKARTA - Tanaman liar di sawah sering dianggap sekadar gulma yang mengganggu tanaman utama. Padahal, banyak di antaranya ternyata bisa dimakan dan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Beberapa bahkan sudah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat pedesaan di berbagai daerah di Indonesia.

Pembahasan tentang tanaman liar di sawah yang bisa dimakan kembali menarik perhatian setelah kanal YouTube Kebun Rimbun mengulas berbagai jenis tanaman yang umum ditemukan di area persawahan. Dalam tayangan tersebut dijelaskan bahwa tanaman-tanaman liar ini bukan hanya aman dikonsumsi, tetapi juga kaya manfaat bagi kesehatan.

Tanaman liar di sawah yang bisa dimakan tersebut terdiri dari berbagai jenis, mulai dari genjer, kangkung liar, semanggi, hingga pegagan. Sebagian besar tumbuh alami tanpa perawatan khusus dan mudah ditemukan di lingkungan pedesaan.

Baca Juga: iPhone 13 di 2026 Disebut Serba Nanggung, Masih Worth It Dibeli atau Malah Ketinggalan Zaman?

Genjer Jadi Sayuran Tradisional Favorit

Salah satu tanaman liar paling populer adalah genjer. Tanaman air ini tumbuh subur di area sawah tergenang, parit, dan kolam kecil. Ciri khasnya berupa daun hijau mengilap dengan batang berongga dan bunga kecil berwarna kuning pucat.

Genjer sudah lama dikenal sebagai bahan pangan masyarakat desa. Biasanya diolah dengan cara ditumis bersama bawang putih, bawang merah, dan cabai. Selain itu, genjer juga kerap dijadikan pecel dengan siraman bumbu kacang.

Tanaman ini mengandung zat besi dan kalsium yang cukup tinggi. Pada masa sulit, genjer sering dijadikan sayur alternatif karena mudah dipanen dan tumbuh cepat.

Baca Juga: Transformasi Pola Kerja ASN Melalui Penerapan WFH di Kabupaten Sidoarjo

Selain genjer, kangkung liar atau kangkung sawah juga banyak dimanfaatkan warga desa. Kangkung jenis ini tumbuh di saluran air sawah dengan batang yang lebih keras dibanding kangkung budidaya.

Kangkung liar biasanya dimasak menjadi tumisan, sayur bening, hingga lalapan. Kandungan serat dan zat besinya dipercaya membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan membuat tubuh lebih rileks.

Semanggi hingga Krokot Kaya Nutrisi

Tanaman lain yang cukup terkenal adalah semanggi sawah. Tanaman berdaun kecil berbentuk kipas ini tumbuh di lahan lembap dan sering dijadikan bahan utama pecel semanggi khas Jawa Timur, terutama Surabaya.

Baca Juga: iPhone 13 di Tahun 2026 Masih Worth It atau Malah Bikin Nyesel? Ini Fakta yang Harus Diketahui Sebelum Beli

Semanggi memiliki tekstur lembut setelah direbus dan kaya serat. Masyarakat percaya tanaman ini baik untuk pencernaan dan membantu memberi rasa kenyang lebih lama.

Sementara itu, krokot atau portulaka justru sering dianggap gulma biasa oleh petani. Padahal, tanaman dengan daun kecil berdaging ini memiliki kandungan omega-3 nabati, mineral, dan antioksidan.

Rasanya sedikit asam dan renyah sehingga cocok diolah menjadi tumisan atau sayur bening. Di beberapa negara Asia dan Timur Tengah, krokot bahkan dibudidayakan sebagai sayuran bernilai tinggi.

Baca Juga: Viral iPhone 13 Dijual Rp3 Juta di 2026, Ternyata Cuma Prank! Begini Fakta Sebenarnya

Kecipir liar juga termasuk tanaman yang umum tumbuh di pematang sawah. Polong mudanya sering dimasak sebagai tumisan atau campuran sayur. Selain polong, daun mudanya juga dapat dimakan setelah direbus.

Kandungan protein nabati dan serat pada kecipir liar membuat tanaman ini cukup bergizi sebagai sumber pangan alami masyarakat desa.

Pegagan dan Pakis Banyak Dicari

Pegagan menjadi salah satu tanaman liar yang cukup dikenal karena manfaat kesehatannya. Tanaman dengan daun bulat menyerupai uang logam ini tumbuh di pematang sawah yang lembap.

Baca Juga: iPhone 12 Masih Layak Dibeli di 2026? Harga Bekas Kini Rp3 Jutaan, Kamera dan Performa Masih Ngebut

Pegagan biasa dikonsumsi sebagai lalapan, campuran urap, maupun gudangan. Rasanya segar dan tidak pahit. Banyak masyarakat percaya pegagan membantu meningkatkan daya ingat dan stamina tubuh.

Selain pegagan, pucuk pakis juga sering dijadikan sayuran favorit. Pakis tumbuh di area lembap dekat aliran air sawah dengan pucuk muda berbentuk melingkar.

Pakis memiliki rasa gurih alami dan tekstur lembut. Sayuran ini umumnya dimasak menjadi tumis bawang putih, sayur santan, atau pecel. Kandungan serat dan vitamin B kompleks di dalamnya dinilai baik untuk kesehatan tubuh.

Baca Juga: iPhone 12 Bekas Harga Rp3 Jutaan, Ternyata Battery Health Asli Bukan 100 Persen dan Banyak Part Sudah Diganti

Enceng Gondok hingga Bayam Duri Juga Bisa Dimakan

Tanaman lain yang juga bisa dimanfaatkan adalah enceng gondok muda. Meski kerap dianggap gulma air, bagian pelepah muda tanaman ini ternyata dapat diolah menjadi sayur bening setelah direbus hingga lunak.

Kemudian ada bayam duri liar yang tumbuh di tanah gembur sekitar sawah. Walau batangnya memiliki duri kecil, daun mudanya aman dikonsumsi dan sering dijadikan sayur bening.

Terakhir, terdapat tanaman legetan yang tumbuh di area teduh dan lembap di pinggir sawah. Meski kurang populer, daun mudanya bisa diolah menjadi tumisan ringan atau sayur bening sebagai alternatif sayuran alami.

Baca Juga: iPhone 12 Masih Worth It di 2026? Harga Bekas Turun Rp4 Jutaan, Kamera Stabil Tapi Baterai Jadi Sorotan

Keberadaan berbagai tanaman liar di sawah yang bisa dimakan ini menunjukkan bahwa alam menyediakan banyak sumber pangan bergizi yang sering kali tidak disadari masyarakat. Selain menambah variasi makanan, tanaman liar tersebut juga menjadi bagian penting dari warisan kuliner tradisional Nusantara.

Editor : Novica Satya Nadianti
#tanaman liar di sawah #genjer #semanggi #sayuran liar bergizi #pegagan