JAKARTA -Sebuah video restorasi PC gaming bekas dari Facebook Marketplace mendadak ramai diperbincangkan pecinta teknologi. Bagaimana tidak, sebuah komputer yang dibeli hanya seharga USD 30 atau sekitar Rp 500 ribuan itu ternyata masih bisa disulap menjadi PC gaming entry-level yang layak dipakai bermain game populer.
Video tersebut memperlihatkan kondisi awal PC gaming bekas yang benar-benar memprihatinkan. Mulai dari debu tebal, karat ringan, kipas penuh kotoran, hingga casing yang lengket dan berbau tidak sedap. Bahkan, komputer tersebut hanya memiliki tiga kaki penyangga sehingga dijuluki “Stumpy”.
Meski tampil seperti barang rongsokan, sang kreator konten tetap optimistis PC gaming bekas itu masih bisa diselamatkan. Terlebih, perangkat tersebut berasal dari sebuah bisnis yang membuang total 34 unit PC lama sebagai barang scrap.
“Apakah PC ini masih bisa hidup lagi atau justru terlalu bagus untuk jadi kenyataan?” begitu narasi pembuka dalam video restorasi tersebut.
Dibeli Murah, Isi Komponennya Ternyata Masih Bernilai
Setelah dibongkar, PC gaming bekas tersebut ternyata masih menyimpan sejumlah komponen yang cukup menarik untuk ukuran komputer murah.
Perangkat itu menggunakan prosesor Intel Core i5-6500 yang dipadukan dengan RAM Corsair Vengeance LPX 16 GB. RAM tersebut terdiri dari empat keping masing-masing 4 GB dengan timing C14 yang kini cukup langka di pasaran. Menariknya, sang kreator menyebut harga RAM saja bahkan sudah melebihi nilai pembelian seluruh PC tersebut.
Selain itu, komputer tersebut juga memakai kartu grafis GTX 750 Ti OC 2 GB. Meski tergolong lawas, GPU ini masih cukup untuk menjalankan sejumlah game populer dengan setting menengah.
Namun kondisi fisiknya memang sangat kotor. Debu menumpuk hampir di seluruh bagian motherboard, kipas pendingin, hingga power supply 500 watt yang digunakan.
Proses Pembersihan Total Jadi Kunci Utama
Salah satu bagian paling menarik dari video tersebut adalah proses restorasi menyeluruh yang dilakukan secara detail. Mulai dari membersihkan kipas menggunakan isopropyl alcohol dan sikat gigi, mengganti thermal paste prosesor, membersihkan heatsink GPU, hingga membongkar power supply demi menghilangkan debu yang mengendap bertahun-tahun.
Ternyata pendingin prosesor Intel bawaan juga tidak terpasang sempurna. Hal itu membuat thermal paste tidak menyebar dengan baik dan debu menumpuk di sekitar socket CPU.
Beruntung, setelah seluruh komponen dibersihkan, tidak ditemukan kerusakan serius pada motherboard maupun komponen lainnya. Kreator video juga menambahkan SSD baru agar performa komputer meningkat signifikan dibanding menggunakan hard disk lama.
“SSD benar-benar membuat PC lawas terasa jauh lebih cepat,” ujarnya.
Hasil Benchmark Gaming Masih Layak
Setelah proses pembersihan selesai, PC gaming murah tersebut langsung diuji untuk bermain beberapa game populer. Game pertama yang dicoba adalah Rainbow Six Siege pada resolusi 1080p dengan setting medium. Hasilnya cukup mengejutkan karena komputer mampu menghasilkan sekitar 50 FPS stabil.
Meski VRAM GTX 750 Ti hanya 2 GB, gameplay tetap berjalan cukup mulus tanpa stuttering berarti. Suhu GPU juga tergolong aman di angka 47 derajat Celsius, sementara prosesor berada di kisaran 45 derajat Celsius saat gaming berlangsung.
Pengujian berikutnya dilakukan pada game Rocket League di resolusi 1080p. FPS memang dibatasi di angka 30 karena keterbatasan VRAM, tetapi permainan tetap terasa nyaman dimainkan.
Menurut sang kreator, performa seperti ini sudah sangat cukup untuk gamer pemula atau anak-anak yang baru mulai mengenal dunia gaming PC.
Upgrade GPU Jadi Solusi Paling Masuk Akal
Meski hasil akhirnya cukup memuaskan, kreator video tetap memberikan beberapa rekomendasi upgrade agar performa komputer bisa lebih maksimal. Ia menyarankan pengguna mengganti GTX 750 Ti dengan GPU yang memiliki VRAM minimal 4 GB, seperti GTX 1050.
Dengan peningkatan tersebut, PC gaming bekas murah ini diyakini masih mampu digunakan untuk bermain game modern dengan pengalaman yang jauh lebih nyaman.
Restorasi PC bekas seperti ini pun membuktikan bahwa komputer lawas belum tentu berakhir sebagai sampah elektronik. Dengan sedikit usaha, pembersihan, dan upgrade sederhana, perangkat murah sekalipun masih bisa memiliki performa yang layak.
Tak heran jika video restorasi PC gaming bekas dari Facebook Marketplace tersebut sukses menarik perhatian banyak pecinta teknologi dan gamer budget minim. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana