JAKARTA – Pasar smartphone entry-level Indonesia kembali gempar dengan hadirnya Itel RS4, sebuah perangkat yang diklaim sebagai ponsel dengan chipset MediaTek Helio G99 Ultimate termurah saat ini. Bayangkan saja, di saat kompetitor masih membanderol chipset serupa di angka Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan, itel justru berani membakar duit dengan melepas produk ini di harga mulai Rp1,6 jutaan saja untuk masa flash sale.
Fenomena Itel RS4 ini seolah menjadi strategi "zero margin" dari itel untuk memperkuat branding mereka di tanah air. Dengan spesifikasi yang terlihat sangat overkill untuk harganya, ponsel ini langsung menjadi incaran para pencari takjil teknologi menjelang lebaran. Namun, apakah performa gaharnya benar-benar sempurna tanpa celah?
Bagi Anda yang berencana meminang Itel RS4, ada baiknya menyimak analisis mendalam mengenai performa dan beberapa kompromi yang dilakukan itel untuk menekan harga serendah mungkin. Pasalnya, jargon "Racing Sport" yang diusungnya membawa ekspektasi tinggi bagi para gamer garis keras di Indonesia.
Spesifikasi Mewah di Harga "Miring"
Daya tarik utama ponsel ini jelas terletak pada dapur pacunya. Menggunakan MediaTek Helio G99 Ultimate, Itel RS4 menawarkan performa yang sangat stabil untuk penggunaan harian maupun gaming berat. Varian tertingginya bahkan dibekali RAM sebesar 12GB dan penyimpanan internal 256GB dengan teknologi UFS 2.2. Ini adalah kombinasi yang sangat jarang ditemukan pada ponsel di bawah Rp2 juta.
Secara desain, itel juga tidak main-main. Mengusung konsep Racing Sport (RS), bodi ponsel ini terasa modern dan ringan dengan ketebalan hanya 8,15 mm. Bagian belakangnya dilengkapi modul kamera bulat besar yang memberikan kesan premium layaknya ponsel kelas menengah. Fitur pendukungnya pun tergolong lengkap, mulai dari NFC, lubang audio jack, hingga speaker stereo yang suaranya terdengar imbang saat digunakan bermain game.
Uji Gaming: Dingin Tapi Ada Limitasi?
Dalam pengujian berbagai game populer, Itel RS4 menunjukkan hasil yang cukup unik. Pada game Mobile Legends, ponsel ini mampu berjalan stabil di 60 FPS pada settingan Ultra. Sayangnya, meski memiliki RAM 12GB, opsi 90 FPS belum terbuka. Hal yang sama terjadi pada PUBG Mobile dan COD Mobile, di mana settingan grafis masih terasa dibatasi oleh optimasi software.
Satu poin yang patut diapresiasi adalah manajemen suhunya. Selama pengujian intensif, suhu ponsel jarang sekali menyentuh angka 40 derajat Celcius. Nampaknya, tuningan "Ultimate" pada chipset ini lebih difokuskan agar perangkat tetap adem saat digunakan dalam durasi lama. Namun, hal ini berdampak pada fluktuasi FPS di beberapa game berat seperti Genshin Impact yang terkadang mengalami penurunan saat adegan intens.
Beberapa Catatan Penting Sebelum Membeli
Dibalik harganya yang sangat terjangkau, ada beberapa sektor yang harus dikompromi. Pertama adalah layar yang masih beresolusi HD Plus dengan panel IPS. Meski sudah mendukung refresh rate 120Hz yang mulus, ketajamannya tentu tidak bisa disandingkan dengan panel AMOLED Full HD milik para pesaingnya yang lebih mahal.
Selain itu, ditemukan kendala minor pada responsivitas layar saat melakukan multi-touch dua jari secara bersamaan di beberapa unit pengujian. Gejala ini biasanya terasa saat bermain game FPS yang membutuhkan pergerakan cepat dan dinamis. Namun, besar kemungkinan hal ini dapat diperbaiki melalui pembaruan firmware atau optimasi OS di masa mendatang.
Sektor kamera 50MP dan kamera depan 8MP memberikan hasil yang standar di kelas harganya. Cukup untuk dokumentasi harian atau laporan pekerjaan, namun bukan yang terbaik untuk konten kreator profesional. Poin plusnya, microphone pada seri ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan seri sebelumnya, terdengar lebih jernih dan minim suara robotik.
Kesimpulannya, Itel RS4 adalah pilihan mutlak bagi Anda yang memprioritaskan performa chipset dan kapasitas memori besar dengan budget yang sangat ketat. Dengan pengisian daya 45 Watt yang cepat dan fitur lengkap, ponsel ini sukses mengeliminasi kompetitor di kelas harga satu jutaan. Selama Anda bisa memaklumi layar HD Plus dan OS yang masih berbasis Android 13, ponsel ini adalah "balapan" yang layak dimenangkan.
Editor : Vicky Permana Saputra