JAKARTA – Pasar ponsel kelas menengah kembali dihebohkan dengan kehadiran OPPO A60, perangkat yang viral di media sosial karena klaim ketahanan fisiknya yang ekstrem. Tidak tanggung-tanggung, ponsel ini dipamerkan mampu membelah durian hingga memecahkan kacang walnut tanpa perlindungan casing tambahan. Namun, di balik narasi "si raja marketing" tersebut, muncul pertanyaan besar bagi konsumen: apakah OPPO A60 benar-benar tangguh secara fungsional atau hanya menjual durabilitas di atas mesin yang "kentang"?
Dibanderol dengan harga resmi sekitar Rp2,6 juta—dan bahkan menyentuh angka Rp2,2 juta di platform online—OPPO A60 mencoba mendobrak stigma bahwa ponsel cantik itu ringkih. Mengusung sertifikasi standar militer MIL-STD 810H, OPPO menjanjikan perangkat yang sanggup bertahan meski dijatuhkan dari ketinggian 1,22 meter sebanyak 26 kali. Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk tech reviewer yang penasaran menguji sejauh mana batas kekuatan layar Kingkong Glass 6 yang disematkan pada ponsel ini.
Dalam berbagai pengujian ekstrem yang dilakukan secara independen, OPPO A60 memang membuktikan durabilitasnya bukan sekadar bualan. Saat digunakan untuk memukul kulit durian yang tajam dan keras, bodi serta layar ponsel tetap berfungsi normal tanpa kerusakan berarti. Begitu pula saat layarnya dihantamkan ke kacang walnut hingga hancur, Kingkong Glass 6 pada OPPO A60 tetap mulus tanpa retakan. Meski demikian, aspek lain dari ponsel ini perlu dibedah lebih dalam agar konsumen tidak terjebak dalam euforia pemasaran semata.
Layar Ultra Bright Tapi Resolusi Masih 'Jadul'
Satu hal yang menjadi sorotan pada OPPO A60 adalah teknologi layarnya. OPPO membekali ponsel ini dengan fitur 950 Nits Ultra Bright Display. Angka kecerahan ini memang sangat membantu penggunaan di bawah terik matahari langsung, memastikan layar tetap terlihat jelas tanpa harus meneduh. Layar seluas 6,67 inci ini juga sudah mendukung refresh rate 90Hz yang memberikan kesan mulus saat melakukan scrolling.
Namun, di balik kecerahan tersebut, ada kompromi yang harus diterima pengguna. Di saat kompetitor sekelasnya sudah menawarkan resolusi Full HD+, OPPO A60 masih bertahan di resolusi HD+ (720p). Bagi mata yang terbiasa dengan ketajaman layar tinggi, piksel pada layar ini mungkin akan terasa kurang rapat. Hal ini menjadi catatan penting, mengingat ponsel Rp2 jutaan dari brand lain seperti Samsung, Redmi, atau Infinix sudah lama meninggalkan standar HD+.
Performa Snapdragon 680 yang Mulai Ketinggalan Zaman
Beralih ke sektor dapur pacu, OPPO A60 mengandalkan chipset Snapdragon 680. Chipset ini sebenarnya dikenal efisien dalam penggunaan daya, namun secara usia, teknologi ini sudah berumur lebih dari dua tahun. Dalam pengujian performa menggunakan aplikasi benchmark AnTuTu, ponsel ini hanya mampu meraih skor di kisaran 319 ribu. Angka ini terpaut cukup jauh, sekitar 25-30 persen, dibandingkan chipset Helio G99 yang banyak digunakan oleh "raja spek" di kelas harga yang sama.
Pengalaman penggunaan harian menunjukkan adanya sensasi "berat" saat navigasi menu. Meskipun angka frame rate saat bermain game seperti Mobile Legends tergolong stabil di 60 FPS, respon sentuhan terasa sedikit telat (input lag). Karakter dalam game tidak langsung bereaksi seketika terhadap gerakan jempol kiri pengguna. Oleh karena itu, bagi pengguna yang mengincar performa kompetitif atau hardcore gaming, OPPO A60 mungkin bukan pilihan utama. Ponsel ini lebih cocok untuk penggunaan santai atau sekadar menyelesaikan daily quest game ringan.
Kualitas Kamera dan Fitur Audio yang Mengejutkan
Meski performa mesinnya dianggap standar, sektor fotografi OPPO A60 memberikan kejutan manis. Kamera utama 50MP sanggup menghasilkan foto dengan detail yang tajam dan rentang dinamis (dynamic range) yang luas pada kondisi cahaya cukup. Olah warna atau image processing khas OPPO membuat foto siang hari tampak segar dan siap unggah ke media sosial. Sayangnya, performa ini menurun drastis saat malam hari (low light), di mana noise mulai muncul dan detail gambar menjadi kabur.
Di sisi audio, OPPO A60 tampil impresif dengan sistem dual speaker stereo. Kualitas suaranya jernih dan memiliki "bobot" yang enak didengar untuk mendengarkan musik atau menonton video. Ada pula fitur volume hingga 300 persen, meski secara teknis kualitas suara akan pecah jika dipaksakan ke level maksimal. Kehadiran NFC multifungsi, rating IP64 (tahan percikan air), dan pengisian daya cepat 45W SuperVOOC melengkapi paket fungsionalitas yang ditawarkan OPPO bagi pengguna harian yang sibuk.
Kesimpulan: Siapa yang Cocok Membeli OPPO A60?
Kesimpulannya, OPPO A60 adalah ponsel yang sangat menonjol di sisi durabilitas dan desain. Jika Anda adalah tipe pengguna yang sering ceroboh menjatuhkan ponsel atau bekerja di lingkungan luar ruangan yang berisiko, ketahanan fisik ponsel ini adalah nilai jual yang sulit dikalahkan. Desain "Ungu Malam" yang cantik dan bodi yang kokoh membuatnya terasa seperti ponsel premium di genggaman.
Namun, jika prioritas Anda adalah ketajaman layar untuk menonton film atau kecepatan mesin untuk bermain game berat, Anda mungkin perlu melirik opsi lain. OPPO A60 hadir bukan untuk memenangkan adu spesifikasi di atas kertas, melainkan untuk memberikan rasa aman (peace of mind) bagi penggunanya agar tidak was-was saat ponsel mengalami benturan tak terduga. Sebuah strategi marketing yang cerdas, yang terbukti nyata bukan sekadar trik kamera.
Editor : Vicky Permana Saputra