JAKARTA - Samsung Galaxy A56 5G kembali menjadi perbincangan setelah seorang reviewer teknologi mengungkap pengalaman memakai smartphone midrange tersebut selama hampir setahun penuh. Hasilnya cukup mengejutkan, karena perangkat ini disebut tetap nyaman digunakan meski sudah dipakai dalam jangka panjang tanpa pelindung tambahan.
Dalam video review terbaru di YouTube, Bang Review mengaku betah menggunakan Samsung Galaxy A56 5G untuk aktivitas harian, mulai dari fotografi, gaming santai, hingga kebutuhan komunikasi sehari-hari. Bahkan reviewer sempat berpindah ke ponsel flagship lipat sebelum akhirnya kembali memakai Galaxy A56.
Menurutnya, daya tarik utama Samsung Galaxy A56 5G bukan hanya soal spesifikasi, tetapi juga pengalaman penggunaan yang terasa nyaman dan minim gangguan.
“Kalau ngomongin HP yang bikin betah dipakai lama, Galaxy A56 ini salah satu yang paling nyaman,” ujarnya dalam video tersebut.
Bodinya Premium, Dipakai Setahun Tanpa Case Tetap Mulus
Salah satu hal yang paling disorot dalam review tersebut adalah kualitas bodi Samsung Galaxy A56 5G. Reviewer mengaku sengaja memakai ponsel tanpa casing maupun tempered glass selama hampir setahun demi menguji durabilitasnya.
Hasilnya, bodi dan layar smartphone disebut masih terlihat mulus tanpa goresan berarti. Samsung Galaxy A56 5G sendiri memakai Gorilla Glass Victus Plus di bagian depan dan belakang serta frame aluminium metal.
Menurut reviewer, build quality Galaxy A56 terasa sangat solid dan premium di kelas midrange. Desainnya juga dianggap punya identitas kuat khas Samsung dengan susunan tiga kamera vertikal yang konsisten dari generasi ke generasi.
Meski begitu, reviewer tetap menyoroti bezel bawah layar yang masih terlihat cukup tebal dibanding kompetitor di kelas harga serupa.
Layar AMOLED dan One UI Jadi Nilai Jual Utama
Samsung Galaxy A56 5G menggunakan panel AMOLED yang dinilai masih menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya. Warna layar disebut tajam, kontras tinggi, dan tetap nyaman dipakai setelah penggunaan jangka panjang.
Reviewer juga menegaskan layar Galaxy A56 tidak mengalami masalah burn-in maupun perubahan warna kekuningan setelah dipakai selama setahun.
Namun kapasitas baterai 5000 mAh dianggap mulai tertinggal dibanding beberapa kompetitor yang sudah menawarkan baterai lebih besar hingga 6000 mAh.
Meski begitu, daya tahan baterainya masih dinilai sangat cukup untuk penggunaan harian. Reviewer bahkan hanya mengisi daya satu hingga dua hari sekali karena penggunaan yang tergolong ringan.
Samsung Galaxy A56 5G sebenarnya mendukung fast charging 45 watt, tetapi reviewer lebih sering memakai charger 20 watt dan membatasi pengisian hingga 80 persen demi menjaga kesehatan baterai.
Selain layar, faktor lain yang membuat Galaxy A56 nyaman dipakai adalah One UI. Samsung disebut berhasil menghadirkan antarmuka Android yang rapi, estetik, dan bebas iklan mengganggu.
Performa Gaming Stabil untuk Pemakaian Harian
Di sektor performa, Samsung Galaxy A56 5G disebut punya kemampuan yang cukup kencang untuk kelas midrange. Smartphone ini mencatat skor AnTuTu sekitar 1,2 juta poin.
Reviewer mengaku lebih sering memakai perangkat untuk kebutuhan ringan seperti WhatsApp, Google Maps, media sosial, dan sesekali gaming.
Game seperti Wild Rift dapat berjalan lancar dan stabil. Beberapa game berat lain juga masih bisa dimainkan dengan nyaman pada pengaturan grafis tertentu.
Keluhan soal touchscreen yang sebelumnya sempat muncul di Galaxy A55 disebut sudah jauh berkurang di Galaxy A56 5G.
Meski bukan smartphone gaming tercepat di kelasnya, performa Galaxy A56 dianggap sudah sangat cukup untuk kebutuhan mayoritas pengguna.
Kamera Selfie Membaik, Night Mode Masih Dikritik
Samsung Galaxy A56 5G dibekali kamera utama, ultrawide, dan kamera depan yang dinilai cukup konsisten untuk kebutuhan konten maupun fotografi harian.
Reviewer paling memuji kualitas kamera selfie yang kini menghasilkan warna kulit lebih natural dibanding Galaxy A55 yang sebelumnya dianggap terlalu kekuningan.
Mode portrait juga disebut menghasilkan efek blur rapi dengan pemisahan objek yang baik. Untuk kamera belakang, tone warna antara kamera utama dan ultrawide dinilai cukup konsisten.
Digital zoom hingga 4x juga masih dianggap tajam, meski kualitas mulai menurun saat memakai zoom 10x.
Namun reviewer memiliki satu kritik besar pada sektor kamera, yakni hasil night mode. Menurutnya, pemrosesan gambar malam sering menghasilkan warna terlalu dingin dan kurang menarik untuk media sosial.
Meski begitu, kemampuan video Samsung Galaxy A56 5G tetap mendapat pujian. Stabilitas video, kualitas mikrofon, dan kemampuan rekam 4K 30 fps disebut sangat cocok untuk kebutuhan vlogging maupun konten media sosial.
Harga Turun, Samsung Galaxy A56 5G Dinilai Makin Worth It
Saat pertama dirilis, Samsung Galaxy A56 5G dibanderol sekitar Rp6,5 jutaan. Kini harganya mulai turun ke kisaran Rp5,5 jutaan sehingga dianggap semakin menarik untuk dimiliki.
Reviewer akhirnya memberikan skor 4,5 dari 5 bintang untuk Galaxy A56 5G berkat kombinasi desain premium, One UI yang nyaman, performa stabil, dan kualitas kamera yang menyenangkan dipakai sehari-hari.
Editor : Novica Satya Nadianti