JAKARTA - Samsung Galaxy A56 5G kini resmi berusia satu tahun sejak pertama kali dirilis. Saat awal peluncurannya, smartphone ini sempat menuai kritik karena dianggap terlalu mahal untuk kelas midrange, terutama varian RAM 8/128 GB yang dibanderol di kisaran Rp6 jutaan.
Namun situasi kini berubah. Harga Samsung Galaxy A56 mulai turun di pasaran, sementara harga smartphone baru justru terus naik akibat kenaikan harga komponen, termasuk RAM. Menariknya, penjualan Galaxy A56 tetap tinggi dan masih banyak dicari hingga sekarang.
Dalam sebuah review terbaru di YouTube, seorang kreator teknologi membahas apakah Samsung Galaxy A56 masih layak dibeli setelah satu tahun pemakaian. Hasilnya, smartphone ini dinilai masih sangat worth it, terutama untuk pengguna yang mengutamakan software stabil dan kualitas kamera video.
One UI Jadi Alasan Utama Samsung Galaxy A56 Masih Dicari
Salah satu poin yang paling dipuji dari Samsung Galaxy A56 adalah sistem operasi One UI milik Samsung. Reviewer menyebut One UI sebagai salah satu user interface Android paling nyaman, ringan, dan minim masalah.
Meski Galaxy A56 hanya menggunakan chipset Exynos 1580, performa harian tetap terasa lancar berkat optimalisasi software yang baik. Aktivitas seperti buka-tutup aplikasi, multitasking, media sosial, hingga editing video ringan di CapCut disebut masih berjalan mulus.
Varian RAM 8 GB juga dianggap masih cukup untuk penggunaan sehari-hari tanpa reload aplikasi berlebihan.
Samsung Galaxy A56 bahkan sudah mendapatkan update Android 16 dan One UI 8. Dukungan software-nya pun masih panjang dengan sisa pembaruan hingga lima tahun ke depan.
Reviewer juga memuji konsistensi Samsung dalam menghadirkan update keamanan bulanan secara rutin, sesuatu yang masih jarang ditemui di banyak brand Android lain.
Kamera Video Tetap Jadi Nilai Jual Utama
Meski Samsung Galaxy A56 tidak memiliki kamera telephoto, kualitas kamera utamanya masih dianggap sangat bagus di kelas harga saat ini.
Reviewer mengaku cukup kesal karena digital zoom di Galaxy A56 dinilai kurang maksimal, terutama saat digunakan untuk memotret konser atau objek jarak jauh.
Namun untuk penggunaan normal, kamera utama Galaxy A56 disebut masih sangat bisa diandalkan. Hasil foto memiliki detail tajam, dynamic range bagus, dan warna yang vivid tanpa terlihat berlebihan.
Foto portrait dan hasil point-and-shoot juga dinilai konsisten bagus tanpa perlu banyak pengaturan manual.
Sektor yang paling dipuji tetap ada di perekaman video. Samsung Galaxy A56 mampu merekam video 4K 30 fps di semua lensanya dengan hasil stabil dan kualitas warna yang baik.
Menurut reviewer, kualitas video inilah yang membuat Galaxy A56 masih sulit ditinggalkan hingga sekarang.
Gaming dan Samsung DeX Jadi Bonus Menarik
Untuk performa gaming, Samsung Galaxy A56 memang bukan yang paling kencang di kelasnya. Namun smartphone ini tetap sanggup menjalankan Mobile Legends dengan lancar dan stabil.
Satu hal yang disayangkan adalah refresh rate game yang belum terbuka hingga 120 fps dan masih mentok di mode Super.
Meski begitu, performa keseluruhan tetap dianggap cukup reliable untuk gaming ringan hingga menengah.
Hal menarik lainnya muncul setelah update One UI 8, yakni hadirnya fitur Samsung DeX secara tersembunyi di Galaxy A56.
Baca Juga: Itel RS4: HP Gaming 1 Jutaan Paling Gila 2024, Pakai Helio G99 Ultimate dan Fitur Bypass Charging!
Pengguna kini bisa menghubungkan smartphone ke laptop atau monitor menggunakan fitur wireless display dan menjalankan tampilan ala desktop layaknya PC.
Fitur ini dianggap menjadi nilai tambah besar untuk smartphone midrange karena sebelumnya Samsung DeX identik dengan seri flagship.
Baterai 5000 mAh Masih Tahan Lama
Samsung Galaxy A56 masih menggunakan baterai 5000 mAh, kapasitas yang kini mulai terasa biasa di tengah tren baterai 6000 hingga 7000 mAh pada smartphone midrange terbaru.
Namun reviewer menegaskan daya tahan baterainya tetap sangat baik. Dengan penggunaan intensif dan koneksi data seluler, screen-on-time masih mampu mencapai sekitar enam jam tanpa gaming.
Jika digunakan sambil bermain game, daya tahan baterai berada di kisaran lima jam.
Keunggulan lainnya ada pada fast charging 45 watt yang justru lebih cepat dibanding beberapa seri flagship Samsung yang masih memakai 25 watt.
Build Quality Tetap Premium Setelah Setahun
Dari sisi fisik, Samsung Galaxy A56 disebut masih terasa premium meski sudah digunakan selama satu tahun.
Reviewer mengaku selalu memakai casing dan rutin membersihkan bagian port agar warna bodi tetap terjaga. Hasilnya, smartphone masih terlihat mulus tanpa cat mengelupas atau perubahan warna.
Layar juga disebut tetap responsif tanpa masalah green line, shadow, maupun kerusakan panel lainnya.
Dengan kualitas build yang solid, software panjang umur, kamera video unggulan, dan One UI yang nyaman, Samsung Galaxy A56 dinilai masih menjadi salah satu smartphone midrange paling layak dipertimbangkan hingga saat ini.
Editor : Novica Satya Nadianti