JAKARTA - Infinix akhirnya keluar dari zona nyaman lewat peluncuran Infinix Note 60 Pro yang membawa perubahan besar. Untuk pertama kalinya dalam sejarah seri Note, Infinix memakai chipset Snapdragon dan langsung mematok harga tembus Rp5 jutaan.
Meski belum diluncurkan resmi, Infinix Note 60 Pro sudah banyak dijual di e-commerce dengan harga sekitar Rp5,5 juta untuk varian 8GB/256GB dan hampir Rp6 juta untuk versi 12GB/256GB. Harga ini langsung menjadi sorotan karena selama ini seri Infinix Note identik sebagai HP value tinggi dengan harga lebih terjangkau.
Keyword “Infinix Note 60 Pro” pun ramai dibicarakan karena smartphone ini menjadi debut Snapdragon pertama di lini Note. Pertanyaannya, apakah penggunaan chipset Snapdragon benar-benar membuat HP ini lebih layak dibeli dibanding versi reguler yang jauh lebih murah?
Debut Snapdragon Pertama di HP Infinix Note
Hal paling mencolok dari Infinix Note 60 Pro tentu penggunaan chipset Snapdragon 7s Gen 4 5G. Selama bertahun-tahun, Infinix dikenal sebagai “pawang MediaTek” karena hampir seluruh lini Note memakai chipset Dimensity.
Kini, perubahan besar itu akhirnya terjadi. Bahkan logo Snapdragon terpampang jelas di kotak penjualan sebagai penegas bahwa Infinix serius membawa identitas baru ke seri Note.
Selain chipset baru, Infinix Note 60 Pro juga hadir dengan RAM LPDDR5 hingga 12GB dan penyimpanan 256GB UFS 2.2.
Desain Premium dengan Active Matrix Display
Secara desain, Infinix Note 60 Pro masih mempertahankan DNA premium khas seri Note. Smartphone ini memakai frame metal yang memberikan sensasi kokoh dan dingin saat digenggam.
Varian warna Miss Titanium jadi salah satu yang paling menarik perhatian karena tampil elegan dengan finishing matte dan aksen glossy di modul kamera.
Yang membedakan dari versi reguler adalah fitur Active Matrix Display di bagian belakang. LED interaktif ini bisa menampilkan animasi, notifikasi, jam digital, hingga tulisan custom seperti layaknya fitur AniMe Matrix milik laptop gaming premium.
Pengguna bahkan bisa memainkan mini game sederhana langsung dari panel LED tersebut.
Layar dan Charging Jadi Andalan
Infinix Note 60 Pro dibekali layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1.5K dengan refresh rate 144Hz. Tingkat kecerahannya mencapai 4500 nits peak brightness dan 1600 nits HBM sehingga tetap nyaman dipakai di bawah terik matahari.
Perlindungan Corning Gorilla Glass 7i juga membuat layarnya terasa lebih premium di kelas harga menengah atas.
Untuk baterai, Infinix menyematkan kapasitas 6500mAh yang dipadukan dengan fast charging 90W. Kecepatan ini dua kali lebih tinggi dibanding Note 60 reguler yang hanya 45W.
Tak hanya itu, fitur wireless charging 30W tetap dipertahankan. Bahkan tersedia reverse wireless charging 5W untuk mengisi daya perangkat lain seperti TWS.
Performa Snapdragon Belum Terasa Dominan
Di atas kertas, Snapdragon 7s Gen 4 membawa peningkatan performa cukup signifikan. Skor AnTuTu Infinix Note 60 Pro tembus 1,1 juta poin, naik sekitar 20 persen dibanding Note 60 reguler yang memakai Dimensity 7400.
Namun dalam penggunaan nyata, peningkatan itu ternyata belum terlalu terasa.
Saat digunakan bermain Mobile Legends, performanya memang stabil di 120 FPS. Tetapi ketika dipakai menjalankan game berat seperti Genshin Impact, hasilnya masih berada di kisaran 30 hingga 40 FPS setelah dimainkan cukup lama.
Artinya, meski benchmark lebih tinggi, pengalaman gaming sehari-hari tidak terlalu jauh berbeda dibanding versi reguler yang harganya lebih murah Rp1,5 juta.
Kamera Low Light Jadi Kelebihan
Sektor kamera menjadi salah satu area yang paling terasa peningkatannya. Infinix Note 60 Pro membawa kamera utama 50MP OIS dan ultrawide 8MP, sama seperti versi biasa.
Namun pemrosesan gambar Snapdragon ternyata memberi pengaruh besar terutama dalam kondisi malam hari.
Hasil foto low light dari Note 60 Pro terlihat lebih terang, detail lebih tajam, dan warna lebih hidup dibanding Note 60 reguler. Kamera depannya juga mampu merekam video 4K 30 FPS dengan hasil yang cukup stabil setelah fitur stabilisasi diaktifkan.
Harga Jadi Tantangan Terbesar
Meski membawa banyak peningkatan, harga menjadi tantangan terbesar Infinix Note 60 Pro. Di kisaran Rp5,5 juta hingga Rp6 juta, persaingan smartphone mulai jauh lebih ketat.
Ada Redmi Note 15 Pro Plus yang menawarkan kamera 200MP, sertifikasi IP68, dan garansi lebih panjang. Selain itu, lini POCO F Series juga dikenal punya performa gaming ekstrem di kelas harga serupa.
Infinix memang masih unggul lewat wireless charging, frame metal premium, serta sistem yang minim iklan. Namun bagi sebagian pengguna, selisih harga Rp1,5 juta dari versi reguler terasa terlalu besar untuk peningkatan yang didapat.
Meski begitu, keberanian Infinix keluar dari zona nyaman dengan Snapdragon tetap layak diapresiasi. Hanya saja, banyak yang menilai debut besar ini datang di waktu yang kurang ideal ketika harga komponen smartphone sedang melonjak tajam.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari