JAKARTA - Pasar smartphone kelas entery-level di Indonesia kembali diguncang oleh "sang legenda" yang sempat tidur panjang. Ya, Advan secara mengejutkan melakukan comeback besar-besaran melalui seri terbaru mereka, Advan X1. Setelah sukses mengharumkan nama brand lokal di pasar laptop selama dua tahun terakhir, kini Advan mencoba peruntungan kembali di dunia ponsel pintar yang semakin kompetitif dan "seram" dengan menawarkan spesifikasi yang di atas kertas tampak mustahil untuk harga Rp1,7 jutaan.
Kehadiran Advan X1 langsung memicu perdebatan hangat di kalangan netizen. Banyak yang meragukan apakah spek "dewa" yang ditawarkan benar-benar nyata atau sekadar strategi buzzer. Namun, melihat konsistensi Advan pada lini laptopnya, ekspektasi publik terhadap Advan X1 sangatlah tinggi. Ponsel ini hadir sebagai pembuktian apakah brand lokal mampu bersaing dengan dominasi brand Tiongkok seperti Redmi atau Itel yang selama ini menguasai segmen harga satu jutaan.
Desain Mewah "Boba" dan Layar Super Mulus
Dilihat dari penampilannya, Advan X1 tidak malu-malu mengadopsi tren desain modern yang sedang digandrungi. Menggunakan modul kamera belakang bergaya "Boba" ala iPhone, ponsel ini tampil elegan dengan dua varian warna, yakni putih bermotif marmer keramik dan hitam loreng yang maskulin. Materialnya memang masih polikarbonat—standar untuk HP di kelas harganya—namun Advan memberikan sentuhan akhir yang mengkilap sehingga memberikan kesan premium saat digenggam.
Baca Juga: Motor Listrik Tailing F5 Resmi Meluncur, Jarak Tempuh 100 Km dan Desain Gagah Jadi Sorotan
Beralih ke bagian depan, kejutan besar menanti pengguna. Di saat kompetitornya masih menggunakan desain poni (waterdrop notch), Advan X1 sudah berani menyematkan kamera depan model tompel (punch-hole). Ini membuat tampilan layar berukuran 6,78 inci Full HD+ miliknya terasa jauh lebih luas dan modern. Lebih gilanya lagi, Advan membekali layar ini dengan refresh rate 120Hz. Fitur ini menjamin pengalaman scrolling media sosial dan navigasi menu yang sangat mulus, sesuatu yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel kelas menengah ke atas.
Dapur Pacu Helio G100: Kecil-Kecil Cabai Rawit
Sektor performa menjadi nilai jual utama yang paling diunggulkan. Advan X1 ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G100, yang merupakan versi penyempurnaan dari seri G99 yang legendaris. Dipadukan dengan RAM fisik 8 GB dan memori internal 128 GB bertipe UFS (bukan eMMC yang lambat), performa ponsel ini sangat responsif. Skor Antutu yang menembus angka 415.000 menjadi bukti otentik bahwa ponsel ini siap diajak "lari" kencang.
Dalam pengujian gaming, Advan X1 mampu melibas Mobile Legends dengan settingan grafik super secara lancar. Bahkan, game berat sekelas Genshin Impact pun masih sanggup dijalankan pada pengaturan lowest dengan frame rate yang cukup stabil di awal permainan. Namun, catatan penting muncul pada sistem manajemen suhu. Advan tampaknya sangat berhati-hati agar ponsel tidak panas, sehingga terjadi penurunan performa (throttling) setelah penggunaan intensif di atas 15 menit. Meski begitu, untuk harga di bawah Rp2 juta, performa ini tetap berada di kasta tertinggi.
Fitur Langka: NFC dan Gyroscope Hardware
Salah satu alasan mengapa Advan X1 disebut sebagai perusak harga pasar adalah kelengkapan fiturnya. Advan tidak pelit menyertakan sensor NFC yang sangat berguna bagi warga perkotaan untuk keperluan top-up e-money. Selain itu, ponsel ini memiliki sensor Gyroscope hardware. Fitur ini sangat krusial bagi pemain game FPS seperti PUBG Mobile untuk membidik musuh dengan lebih presisi melalui gerakan tangan.
Sayangnya, meskipun memiliki sensor Gyro yang mumpuni, Advan belum memaksimalkannya untuk fitur stabilisasi video (EIS). Hasil perekaman video 1080p 30fps-nya masih terasa goyang dan kualitas mikrofonnya pun tergolong standar, mirip suara mikrofon laptop saat melakukan panggilan video. Ini menjadi catatan bagi Advan untuk lebih menyeriusi pengembangan perangkat lunak pada sistem operasi mereka yang kini bernama Dido OS (berbasis Android 14).
Secara keseluruhan, Advan X1 adalah pilihan paling menarik bagi Anda yang mengutamakan mesin kencang, layar tajam, dan fitur lengkap di harga Rp1,7 juta. Meski masih ada beberapa kekurangan di sektor audio dan optimasi software, kehadiran ponsel ini membuktikan bahwa brand lokal Indonesia masih memiliki taji untuk bersaing di industri teknologi global. Apakah ini awal kebangkitan total Advan? Kita tunggu saja gebrakan selanjutnya.
Editor : Vicky Permana Saputra