JAKARTA – Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran jagoan terbaru dari keluarga Note. Setelah sukses meluncurkan varian tertingginya, kini giliran Review Unboxing Infinix Note 50 versi reguler atau basic yang menjadi pusat perhatian. Ponsel yang dibanderol dengan harga rilis sekitar Rp2,5 juta hingga Rp2,7 juta ini hadir sebagai opsi lebih terjangkau, namun tetap membawa DNA mewah yang identik dengan seri Note tahun 2026.
Berdasarkan pantauan pasar, Review Unboxing Infinix Note 50 menarik minat besar karena selisih harganya yang hanya terpaut Rp300 ribu dengan varian Pro. Dalam paket pembeliannya, Infinix tetap royal dengan menyertakan bundling wireless charging berupa MagPad dalam boks terpisah. Hal ini mempertegas posisi Infinix sebagai pionir yang mempopulerkan pengisian daya tanpa kabel di segmen harga terjangkau. Menariknya, meski varian basic, perangkat ini sudah dibekali kemampuan pengisian daya nirkabel hingga 30 Watt.
Dari sisi visual, Review Unboxing Infinix Note 50 mengungkap bahwa tidak ada pemangkasan kualitas pada sektor layar. Pengguna masih disuguhi panel AMOLED seluas 6,78 inci dengan resolusi Full HD Plus. Kejutan terbesarnya adalah dukungan refresh rate hingga 144Hz, sebuah spesifikasi yang biasanya absen di ponsel harga dua jutaan. Bingkai atau bezel di keempat sisinya juga terlihat sangat simetris dan tipis, memberikan impresi premium yang sulit ditandingi oleh kompetitor di kelasnya.
Build Quality Mewah dengan Frame Metal
Membahas desain fisik, Infinix Note 50 basic tampil sangat percaya diri. Mengusung warna Titanium Grey, bagian punggung ponsel ini sudah menggunakan material kaca dengan finishing matte yang elegan. Material ini tidak hanya terasa halus di tangan, tetapi juga mampu memberikan efek pantulan cahaya yang dinamis. Yang patut diacungi jempol adalah penggunaan frame berbahan metal yang kokoh, membuat sensasi genggamannya terasa solid dan mahal, persis seperti varian Pro.
Namun, terdapat beberapa detail kecil yang membedakan versi basic ini. Warna Titanium Grey pada varian ini cenderung lebih gelap dibandingkan versi Pro yang lebih cerah. Modul kameranya pun dibuat lebih sederhana dengan satu lapisan tonjolan, berbeda dengan versi Pro yang memiliki dua lapisan layer. Meski begitu, Infinix tetap menyertakan fitur Active Halo Lighting di bagian belakang yang berfungsi sebagai lampu LED notifikasi yang futuristik.
Performa Helio G100 dan Integrasi Infinix AI
Dapur pacu Infinix Note 50 basic mengandalkan chipset MediaTek Helio G100 Ultimate. Secara performa, chipset ini sangat identik dengan Helio g99 yang sudah teruji keandalannya untuk multitasking dan gaming harian. Untuk mendukung produktivitas, Infinix menyematkan sistem operasi XOS 15 berbasis Android 15. Salah satu fitur unggulannya adalah integrasi Infinix AI yang mencakup AI Erase untuk menghapus objek pada foto serta AIGC Portrait untuk mengubah gaya foto secara instan.
Sektor baterai juga menjadi nilai jual utama. Perangkat ini dibekali baterai berkapasitas 5.200 mAh yang diklaim memiliki durasi pakai hingga 6 tahun. Untuk pengisian daya kabel, Infinix membekalinya dengan teknologi 45 Watt Fast Charge. Meski secara angka berada di bawah versi Pro yang mendukung 90 Watt, kecepatan 45 Watt masih tergolong sangat kompetitif untuk mengisi daya baterai dalam waktu singkat. Tak ketinggalan, fitur Bypass Charging tetap hadir agar suhu ponsel tetap dingin saat digunakan bermain gim sambil mengisi daya.
Perbedaan Signifikan di Sektor Kamera dan Haptic
Jika dilihat lebih dalam, terdapat beberapa pemangkasan fitur yang harus diperhatikan calon pembeli. Di sektor kamera, Infinix Note 50 basic menggunakan sensor utama 50 MP OIS dengan sensor GalaxyCore, berbeda dengan versi Pro yang menggunakan sensor Samsung. Selain itu, versi basic ini menanggalkan lensa Ultrawide dan menggantinya dengan lensa makro 2 MP. Kamera depannya pun dipangkas menjadi 13 MP, sementara versi Pro mencapai 32 MP.
Hal lain yang cukup terasa adalah kualitas haptic feedback atau getaran ponsel. Pada versi basic, getaran saat mengetik terasa kurang rapat atau sedikit lebih kasar dibandingkan versi Pro yang sudah memiliki getaran tactile yang premium. Selain itu, fitur kesehatan seperti pengukur detak jantung (BioActive) juga absen pada varian ini.
Secara keseluruhan, dengan selisih harga yang tipis, Infinix Note 50 basic tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari layar AMOLED 144Hz dan desain metal yang mewah. Namun bagi pengguna yang mengejar kualitas kamera dan kecepatan pengisian daya maksimal, beralih ke varian Pro mungkin menjadi keputusan yang lebih bijak.
Editor : Vicky Permana Saputra