Trenggalek Njenggelek- Realme C71 resmi meramaikan pasar smartphone entry-level Indonesia. Ponsel terbaru dari lini C Series ini langsung mencuri perhatian karena membawa baterai jumbo 6300 mAh dan dukungan fast charging 45 watt di harga mulai Rp1,5 jutaan.
Realme menghadirkan tiga varian untuk Realme C71, yakni RAM 4 GB dengan memori 128 GB seharga Rp1.599.000, RAM 6 GB Rp1.799.000, dan RAM 8 GB Rp1.999.000. Perbedaan utama dari ketiga model tersebut hanya terletak pada kapasitas RAM.
Dengan banderol harga yang cukup agresif, Realme C71 mencoba menarik konsumen yang membutuhkan smartphone tahan lama untuk aktivitas harian, terutama pekerja lapangan dan pengguna dengan mobilitas tinggi.
Baterai 6300 mAh Jadi Nilai Jual Utama
Kelebihan terbesar Realme C71 ada pada sektor daya. Smartphone ini dibekali baterai 6300 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga dua hari penggunaan normal.
Dalam pengujian penggunaan harian, konsumsi baterainya tergolong irit. Bahkan saat dipakai bermain game nonstop, perangkat ini masih mampu bertahan hingga sembilan jam dari kondisi penuh.
Kapasitas baterai besar tersebut dipadukan dengan teknologi fast charging 45 watt. Pengisian daya dari nol hingga penuh hanya memerlukan waktu sekitar satu jam. Sementara pengisian selama 36 menit sudah mampu mencapai 50 persen.
Kombinasi baterai besar dan pengisian cepat membuat Realme C71 cukup menarik di kelas harga Rp1 jutaan.
Desain Tipis dengan Fitur Pulse Light
Meski membawa baterai jumbo, desain Realme C71 tetap terlihat tipis. Ketebalannya hanya 7,8 mm dengan bobot 198 gram, sehingga masih nyaman digenggam.
Bagian belakang ponsel tampil cukup unik dengan finishing bercorak artistik. Realme juga menyediakan tiga pilihan warna, yakni ungu, hijau, dan putih.
Hal menarik lain hadir lewat fitur Pulse Light. Lampu LED berbentuk cincin di bagian belakang bisa menyala saat ada notifikasi, panggilan masuk, memutar musik, hingga proses pengisian daya.
Pengguna bahkan bisa memilih sembilan warna berbeda dan mengatur efek pencahayaannya sesuai selera. Fitur seperti ini masih jarang ditemukan di smartphone kelas entry-level.
Sudah NFC dan Body Tangguh Standar Militer
Realme C71 juga dibekali sensor NFC yang berguna untuk top up kartu elektronik hingga pembayaran digital tertentu.
Tak hanya itu, smartphone ini diklaim memiliki ketahanan fisik cukup baik. Realme menyebut perangkatnya telah lolos standar military grade dan tahan jatuh dari ketinggian 1,5 meter.
Struktur bodinya menggunakan desain armor shell berbahan aluminium yang diperkuat. Selain itu, perangkat ini juga mengantongi sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan percikan air dan debu.
Dengan kombinasi tersebut, Realme C71 dinilai cocok digunakan untuk aktivitas luar ruangan atau pekerjaan lapangan.
Kekurangan Realme C71 Mulai Terlihat
Di balik sederet kelebihannya, Realme C71 ternyata masih memiliki sejumlah kekurangan yang cukup terasa.
Varian termurah masih menggunakan RAM 4 GB. Padahal di tahun 2025, banyak smartphone Rp1 jutaan lain sudah menawarkan RAM 6 GB bahkan 8 GB.
Kapasitas RAM yang kecil membuat kemampuan multitasking menjadi terbatas. Membuka banyak aplikasi secara bersamaan bisa membuat performa menurun.
Selain itu, layar yang digunakan masih beresolusi HD Plus. Meski refresh rate sudah mencapai 120 Hz, tingkat ketajamannya dianggap kalah dibanding kompetitor yang sudah memakai panel Full HD.
Kekurangan lain ada pada sertifikasi Widevine yang masih L3. Hal ini membuat streaming Netflix hanya mentok di kualitas 480p atau SD.
Varian 8 GB Dinilai Tidak Worth It
Sorotan terbesar justru datang pada varian tertinggi Realme C71. Dengan harga hampir Rp2 juta, spesifikasi yang ditawarkan dianggap kurang kompetitif.
Pasalnya, pengguna hanya mendapat tambahan RAM tanpa peningkatan lain seperti kapasitas penyimpanan atau kualitas layar.
Perangkat ini juga masih menggunakan memori internal eMMC dan chipset Unisoc T7250 yang performanya tergolong standar.
Realme bahkan belum memberikan jaminan update software jangka panjang untuk perangkat ini. Sistem operasi yang dipakai masih berbasis Android 15 dengan Realme UI versi ringan.
Karena itu, varian 4 GB dan 6 GB dinilai lebih masuk akal dibanding model 8 GB. Terutama bagi pengguna yang lebih mengutamakan baterai awet dan daya tahan perangkat dibanding performa tinggi.
Editor : Maylanni Diana Fitri