Trenggalek Njenggelek- Kehadiran Realme C71 di pasar smartphone kelas terjangkau kembali menarik perhatian pengguna di Indonesia. Setelah digunakan selama satu minggu, perangkat ini memunculkan beragam catatan penting, mulai dari kelebihan yang cukup menonjol hingga beberapa kekurangan yang dinilai cukup krusial untuk kelas harganya. Realme C71 hadir sebagai HP di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta yang menyasar pengguna pemula dengan kebutuhan daya tahan tinggi.
Sejak awal penggunaan, Realme C71 langsung mencuri perhatian lewat desainnya yang dianggap premium di kelasnya. Varian warna putih dengan finishing siluet bulu angsa memberikan kesan elegan layaknya smartphone kelas atas. Tidak hanya itu, perangkat ini juga dibekali sertifikasi military grade shock resistance yang membuatnya diklaim mampu bertahan dari benturan hingga ketinggian 1,5 meter, serta sertifikasi tahan cipratan air.
Dari sisi daya tahan, Realme C71 mengandalkan baterai berkapasitas besar 6300 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga dua hari pemakaian normal. Namun dalam penggunaan berat seperti gaming atau aktivitas intensif, daya tahan tersebut tentu akan berkurang signifikan. Paket penjualan juga cukup lengkap dengan charger 45 watt yang mampu mengisi daya dari 1% hingga 93% dalam waktu sekitar 85 menit.
Desain Premium dan Layar 120Hz Jadi Daya Tarik
Salah satu keunggulan utama Realme C71 terletak pada desain dan layarnya. Smartphone ini menggunakan layar 6,67 inci berpanel IPS dengan refresh rate 120Hz. Meski resolusinya masih HD+ (1604 x 720 piksel), kualitas tampilan dinilai cukup tajam dan nyaman untuk konsumsi media.
Pengguna juga merasakan pengalaman visual yang cukup memuaskan berkat warna yang cenderung hidup dan saturasi yang cukup kuat. Hal ini membuat Realme C71 masih nyaman digunakan untuk menonton video, bermain media sosial, hingga aktivitas harian lainnya.
Fitur Lengkap dengan Android 15 dan NFC
Dari sisi perangkat lunak, Realme C71 sudah menjalankan Android 15 dengan antarmuka yang cukup lengkap. Beberapa fitur tambahan seperti noise canceling saat panggilan dan gesture udara menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan di kelas harga serupa.
Fitur NFC juga sudah tersedia, memungkinkan pengguna melakukan top up e-money dengan lebih mudah. Kombinasi fitur ini membuat Realme C71 terasa cukup modern di segmen entry-level.
Chipset Unisoc T7250 Jadi Sorotan Kekurangan
Meski memiliki banyak kelebihan, Realme C71 tidak lepas dari kritik, terutama pada sektor performa. Smartphone ini menggunakan chipset Unisoc T7250 yang dinilai kurang optimal jika dibandingkan kompetitor di rentang harga yang sama.
Penggunaan chipset ini menjadi catatan penting, terutama untuk varian RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB yang dibanderol mendekati Rp2 juta. Dalam hal ini, beberapa kompetitor dianggap menawarkan performa lebih tinggi di harga serupa.
Audio dan Kamera Masih Jadi Kelemahan
Kekurangan lain dari Realme C71 terdapat pada sektor audio dan kamera. Smartphone ini masih menggunakan speaker mono, sehingga kualitas suara kurang maksimal meskipun volumenya cukup keras.
Sementara itu, sektor kamera juga menjadi perhatian. Meski memiliki tiga modul kamera di belakang, hanya satu lensa 50 MP yang benar-benar aktif. Kamera depan juga hanya mendukung perekaman video hingga resolusi 720p 30 fps, yang dinilai kurang memadai untuk kebutuhan konten modern.
Kesimpulan: Cocok untuk Baterai, Kurang untuk Performa
Secara keseluruhan, Realme C71 cocok untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai, desain, dan fitur dasar yang lengkap. Namun bagi pengguna yang membutuhkan performa gaming atau kemampuan kamera untuk konten kreator, perangkat ini dinilai masih kurang ideal.
Dengan kombinasi kelebihan dan kekurangan tersebut, Realme C71 tetap menjadi opsi menarik di kelas Rp2 jutaan, meski bukan tanpa kompromi.
Editor : Maylanni Diana Fitri