JAKARTA - Samsung Galaxy A25 5G langsung mencuri perhatian di pasar mid range berkat kombinasi layar AMOLED 120Hz, kamera OIS, dan jaminan update software panjang. Namun, desain bezel tebal dan absennya charger di kotak penjualan membuat HP Samsung Rp4 jutaan ini memunculkan pro dan kontra di kalangan pengguna.
Samsung membanderol Galaxy A25 5G dengan harga Rp3,999 juta untuk RAM 8GB/128GB dan Rp4,4 juta untuk varian 8GB/256GB. Di kelas harga tersebut, persaingan sangat ketat karena hampir semua brand punya andalan masing-masing dengan fokus berbeda, mulai dari performa gaming hingga desain premium.
Meski begitu, Samsung Galaxy A25 5G justru tampil dengan pendekatan berbeda. Ponsel ini tidak terlalu mengejar spesifikasi ekstrem, melainkan mempertahankan identitas khas Samsung lewat kualitas layar, software matang, kamera stabil, dan ekosistem yang kuat.
Baca Juga: Samsung Galaxy A07 5G Resmi Meluncur, HP 5G Samsung Rp2 Jutaan Ini Disebut Paling Worth It di 2026
Samsung Galaxy A25 5G Punya Identitas Khas, Tapi Aksesori Minim
Salah satu ciri khas yang masih dipertahankan Samsung adalah isi kotak penjualan yang sangat minimalis. Pengguna Galaxy A25 5G hanya mendapatkan kabel USB dan SIM ejector tanpa charger, casing, maupun screen protector.
Samsung memang memberikan promo cashback dan Samsung Care+ gratis selama periode tertentu, tetapi setelah promo berakhir, pengguna harus membeli aksesori tambahan secara terpisah.
Dari sisi desain, Galaxy A25 5G masih mengusung gaya khas Samsung dengan tiga lingkaran kamera di bagian belakang. Desain tersebut terlihat mirip dengan lini Galaxy lain, mulai dari kelas entry level hingga flagship.
Baca Juga: Harga Rp4 Jutaan, Samsung Galaxy A25 Gaming Masih Kalah Stabil untuk Main Free Fire Max?
Meski demikian, Samsung menambahkan detail berupa tekstur titik halus di back cover dan cekungan grip di sisi kanan bodi agar lebih nyaman digenggam. Identitas desain yang konsisten ini membuat Galaxy A25 5G langsung dikenali sebagai HP Samsung.
Fitur yang dibawa juga cukup lengkap untuk kelas mid range. Samsung sudah menyematkan kamera ultrawide, OIS, speaker stereo, dua mikrofon, NFC, headphone jack, hingga gyro fisik.
Layar Super AMOLED Jadi Andalan, Tapi Bezel Tebal Disorot
Kelebihan terbesar Samsung Galaxy A25 5G ada pada kualitas layarnya. Ponsel ini memakai panel Super AMOLED 6,5 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan mencapai 1.000 nits.
Pengalaman visual menjadi salah satu nilai jual utama. Tampilan terasa tajam, warna hidup, dan tetap nyaman dipakai di bawah sinar matahari maupun ruangan gelap.
Namun, desain bezel yang tebal justru menjadi kritik terbesar pada Galaxy A25 5G. Bagian depan dianggap masih terlihat seperti HP kelas Rp1 jutaan hingga Rp2 jutaan meski spesifikasi panelnya sangat baik.
Kritik terhadap bezel tebal ini sebenarnya bukan hal baru di lini Galaxy A series. Bahkan Galaxy A54 yang harganya lebih tinggi juga sempat mendapat komentar serupa.
Meski begitu, pengalaman software menjadi kompensasi besar. Galaxy A25 5G sudah menjalankan One UI 6 dengan tampilan lebih segar dan fitur yang lebih lengkap.
Samsung menjanjikan update Android hingga empat generasi dan security patch selama lima tahun. Dukungan panjang tersebut menjadi salah satu keunggulan yang jarang ditemukan di kelas harga Rp4 jutaan.
Fitur khas Samsung seperti Samsung Knox Vault, SmartThings, Samsung Health, hingga Smart Switch juga tetap tersedia untuk memperkuat pengalaman ekosistem.
Baca Juga: Harga Rp4 Jutaan, Samsung Galaxy A25 Gaming Masih Kalah Stabil untuk Main Free Fire Max?
Kamera OIS dan Performa Exynos 1280 Jadi Nilai Plus Galaxy A25 5G
Samsung Galaxy A25 5G ditenagai chipset Exynos 1280 yang sebelumnya digunakan pada Galaxy A53. Performa HP ini memang bukan yang paling kencang di kelasnya, tetapi masih cukup nyaman untuk penggunaan harian dan gaming populer.
Untuk Mobile Legends, Galaxy A25 5G sudah mampu menjalankan refresh rate tinggi hingga sekitar 90 FPS meski belum stabil penuh. Sementara Genshin Impact masih bisa dimainkan di setting rendah dengan rata-rata 30 FPS.
Pengujian gaming selama 30 menit menunjukkan konsumsi baterai sekitar 12 persen dengan suhu berkisar 41-42 derajat Celsius. Streaming YouTube selama satu jam hanya menghabiskan sekitar 6 persen baterai.
Di sektor kamera, Samsung kembali mengandalkan karakter warna natural dan stabilisasi OIS yang membantu hasil foto malam lebih rapi serta minim blur.
Konsistensi warna antara kamera utama dan ultrawide juga menjadi poin positif. Hasil foto siang maupun malam terlihat nyaman dipandang dengan tone warna yang tidak berlebihan.
Meski demikian, reviewer menemukan kelemahan pada pemrosesan warna di ruangan dengan pencahayaan kuning hangat. Kamera terkadang mencoba menyeimbangkan warna secara berlebihan hingga hasil foto terlihat agak kusam.
Baca Juga: Samsung Galaxy A Series 2026 Semakin Canggih, HP Mid-Range dengan AI dan Kamera Flagship
Untuk video, Galaxy A25 5G mendukung perekaman Full HD 30 FPS dengan stabilisasi yang cukup baik serta warna konsisten antara foto dan video.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A25 5G cocok bagi pengguna yang mengutamakan kualitas layar, software matang, update panjang, dan kamera stabil. Namun, pengguna yang mencari desain premium atau paket penjualan lengkap mungkin perlu mempertimbangkan alternatif lain di kelas harga serupa.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari