JAKARTA - Samsung Galaxy A25 5G hadir sebagai smartphone mid range terbaru Samsung dengan sederet peningkatan menarik, mulai dari kamera OIS 50 MP, layar Super AMOLED 120Hz, hingga performa Exynos 1280. Namun di balik spesifikasi tersebut, Galaxy A25 5G juga memiliki beberapa kekurangan yang membuat calon pembeli mulai membandingkannya dengan rival lain di kelas Rp4 jutaan.
Samsung Galaxy A25 5G menjadi salah satu lini Galaxy A Series yang paling banyak dibicarakan pada awal 2024. Smartphone ini hadir membawa dukungan jaringan 5G dan One UI 6 berbasis Android 14 dengan jaminan update hingga empat generasi Android serta lima tahun pembaruan keamanan.
Di pasar Indonesia, Galaxy A25 5G diposisikan sebagai HP Samsung kelas menengah yang mengutamakan kualitas layar, kamera, dan pengalaman penggunaan jangka panjang. Namun, harga yang mulai menyentuh Rp4 jutaan membuat ekspektasi pengguna ikut meningkat.
Kamera OIS dan Performa Exynos 1280 Jadi Daya Tarik Samsung Galaxy A25 5G
Samsung Galaxy A25 5G membawa tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 50 MP, ultrawide 8 MP, dan makro 2 MP. Kamera utamanya sudah dibekali Optical Image Stabilization (OIS) untuk menghasilkan foto dan video lebih stabil.
Fitur OIS ini membuat hasil rekaman tetap minim guncangan meski digunakan sambil bergerak. Samsung juga menyematkan Electronic Image Stabilization (EIS) yang mendukung perekaman video hingga resolusi 4K 30 FPS.
Selain itu, terdapat fitur AI Image Enhancer yang diklaim mampu meningkatkan kualitas foto secara otomatis. Ada juga fitur Object Eraser untuk menghapus objek mengganggu seperti bayangan atau pantulan di hasil foto.
Baca Juga: Samsung Galaxy A Series 2026 Semakin Canggih, HP Mid-Range dengan AI dan Kamera Flagship
Kamera depan 13 MP Galaxy A25 5G juga disebut cukup mumpuni untuk selfie, video call, maupun vlog harian.
Di sektor performa, Samsung mengandalkan chipset Exynos 1280 fabrikasi 5nm dengan kecepatan hingga 2,4 GHz. Berdasarkan hasil benchmark, chipset tersebut mampu mencetak skor AnTuTu v10 sekitar 480 ribuan poin.
Performa Galaxy A25 5G bahkan disebut mendekati Snapdragon 778G yang biasanya digunakan pada smartphone kelas lebih tinggi. Untuk gaming, Genshin Impact di setting lowest mampu berjalan di rata-rata 38 FPS.
Samsung juga menyematkan RAM 8 GB yang masih bisa diperluas menggunakan fitur RAM Plus hingga tambahan 8 GB virtual RAM.
Layar Super AMOLED 120Hz dan Stereo Speaker Jadi Nilai Plus
Samsung Galaxy A25 5G menggunakan layar Super AMOLED 6,5 inci beresolusi Full HD Plus dengan refresh rate hingga 120Hz.
Samsung mengklaim layar Galaxy A25 5G memiliki tingkat kecerahan hingga 1.000 nits, bahkan disebut 174 persen lebih cerah dibanding generasi sebelumnya. Dukungan Vision Booster membuat tampilan layar tetap jelas saat digunakan di bawah sinar matahari.
Pengalaman multimedia juga diperkuat dengan speaker stereo yang sudah mendukung Dolby Atmos. Suara yang dihasilkan terdengar lebih lantang dan imersif untuk kebutuhan menonton video maupun bermain game.
Samsung turut melapisi layar dengan Corning Gorilla Glass 5 untuk meningkatkan perlindungan dari goresan dan benturan ringan.
Selain itu, layar Galaxy A25 5G juga sudah mendapatkan sertifikasi Eye Care Display yang diklaim mampu mengurangi paparan blue light sehingga mata tidak cepat lelah saat digunakan dalam waktu lama.
Baca Juga: Samsung Galaxy A07 5G Resmi Meluncur, HP 5G Samsung Rp2 Jutaan Ini Disebut Paling Worth It di 2026
Desain Galaxy A25 5G sendiri tetap mempertahankan ciri khas Samsung Galaxy A Series dengan tiga kamera vertikal dan pilihan warna yellow, blue black, serta blue.
Tanpa Charger dan Waterdrop Jadi Kekurangan Galaxy A25 5G
Meski memiliki banyak kelebihan, Samsung Galaxy A25 5G tetap mendapat kritik dari sejumlah pengguna. Salah satu yang paling disorot adalah absennya adaptor charger di dalam kotak penjualan.
Pengguna harus membeli charger 25 watt secara terpisah jika ingin menikmati fast charging secara maksimal. Keputusan Samsung ini dianggap kurang menarik mengingat charger masih menjadi kebutuhan utama pengguna smartphone.
Baca Juga: Samsung Galaxy A Series Makin Mirip Flagship, Ini Alasan HP Mid-Range Samsung Tetap Diburu
Selain itu, desain notch waterdrop juga dianggap tertinggal dibanding kompetitor di kelas harga serupa yang sudah menggunakan punch hole display.
Beberapa pengguna juga menilai sensor fingerprint samping terasa kurang premium untuk smartphone dengan harga Rp4 jutaan. Banyak rival kini sudah mulai menawarkan in-display fingerprint scanner di kelas yang sama.
Meski begitu, Samsung Galaxy A25 5G tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan kualitas layar AMOLED, kamera stabil, update software panjang, dan ekosistem Samsung yang matang.
Baca Juga: Harga Rp4 Jutaan, Samsung Galaxy A25 Gaming Masih Kalah Stabil untuk Main Free Fire Max?
Dengan kombinasi fitur tersebut, Galaxy A25 5G cocok untuk pengguna yang mencari smartphone Samsung jangka panjang dengan pengalaman penggunaan stabil dan fitur multimedia lengkap.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari