Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Solo Trip Lombok Viral, Healing Naik Motor dari Pantai Senggigi hingga Desa Sade Bikin Netizen Takjub

Fadhilah Salsa Bella • Jumat, 22 Mei 2026 | 15:33 WIB
Solo trip Lombok viral usai jelajahi Pantai Senggigi, Bukit Merese, Kuta Mandalika, hingga Desa Sade dengan motor sewaan (Pinterest).
Solo trip Lombok viral usai jelajahi Pantai Senggigi, Bukit Merese, Kuta Mandalika, hingga Desa Sade dengan motor sewaan (Pinterest).

TRENGGALEK NJENGGELEK- Solo trip Lombok kembali viral setelah seorang kreator konten membagikan pengalaman menjelajahi Pulau Lombok menggunakan motor sewaan. Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Lembar menuju Pantai Senggigi, Bukit Merese, Kuta Mandalika, hingga Desa Adat Sade dengan panorama alam dan budaya yang memukau.

Perjalanan tersebut merupakan lanjutan dari pengalaman naik kapal laut selama hampir 24 jam dari Surabaya menuju Lombok menggunakan Kapal Kirana 7. Sesampainya di Pelabuhan Lembar, kreator langsung memulai petualangan pertamanya mengelilingi Lombok secara mandiri.

“Untuk pertama kalinya aku bakal menginjakkan kaki di Pulau Lombok dan mulai explore keindahan pantai-pantai yang ada di sini,” ujarnya dalam video perjalanan.

Ia sempat mengalami kesulitan mencari transportasi umum menuju Kota Mataram karena akses kendaraan umum dari Pelabuhan Lembar cukup terbatas. Setelah tiba di Mataram, ia akhirnya menyewa motor Honda Beat dengan tarif Rp150 ribu untuk dua hari.

Baca Juga: Majapahit and Sriwijaya: The Rise and Fall of Indonesia’s Great Nusantara Kingdoms

Pantai Senggigi dan Batu Bolong Tawarkan View Healing Khas Lombok

Setelah beristirahat di rumah warga yang dikenalnya melalui teman, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan wisata Senggigi bersama warga lokal bernama Mas Wahyu.

Jalur menuju Senggigi disebut menawarkan pengalaman touring yang memanjakan mata. Di satu sisi terdapat bukit hijau, sementara sisi lainnya langsung menghadap laut biru khas Lombok.

Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah Pantai Batu Bolong, spot wisata yang terkenal karena memiliki pura kecil di atas batu karang berlubang di tengah laut.

Untuk masuk ke kawasan Pantai Batu Bolong, wisatawan diwajibkan mengenakan kain kuning yang diikat di pinggang. Menariknya, tiket masuk tidak dipatok harga tertentu dan pengunjung cukup membayar seikhlasnya.

“Pantai Batu Bolong ini vibes-nya campuran antara santai buat healing dan ikonik buat foto-foto,” kata kreator tersebut.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menyusuri jalur pesisir Senggigi hingga ke kawasan Malaka, Lombok Utara. Kawasan itu dikenal sebagai salah satu spot sunset terbaik di Lombok karena berada di tikungan jalan dengan panorama laut lepas.

Sebelum kembali ke Kota Mataram, ia sempat berhenti di Bukit Malimbu untuk menikmati sunset sambil makan bakso bersama pedagang asal Kepanjen, Malang.

“Momen sederhana tapi bahagianya enggak bisa diukur,” ujarnya.

Baca Juga: Nusantara Kingdoms: How Ancient Indonesian Empires Once Ruled Southeast Asian Trade

Bukit Merese dan Bukit Seger Jadi Spot Sunrise Favorit Wisatawan

Keesokan harinya, perjalanan dimulai sejak subuh menuju Bukit Merese di kawasan Mandalika. Tiket masuk kawasan wisata itu hanya Rp5 ribu per motor.

Bukit Merese dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik menikmati sunrise di Lombok. Dari atas bukit, wisatawan dapat melihat panorama laut luas dengan cahaya matahari keemasan yang memantul di permukaan air.

“Sunrise di Bukit Merese bukan cuma indah, tapi juga punya vibes healing banget,” ungkapnya.

Usai menikmati sunrise, perjalanan dilanjutkan ke Bukit Seger yang berada tidak jauh dari Sirkuit Pertamina Mandalika. Dari puncak bukit, wisatawan dapat melihat pantai Seger, laut lepas, hingga area sirkuit MotoGP Mandalika.

Bukit Seger juga terkenal dengan legenda Putri Mandalika dan tradisi Bau Nyale yang menjadi bagian budaya masyarakat Sasak.

Karena datang saat musim kemarau, kondisi bukit terlihat lebih gersang. Namun panorama laut dan garis pantainya tetap memikat wisatawan.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Bali yang Lagi Hits 2026, dari Desa Penglipuran hingga Pantai Melasti yang Instagramable

Desa Sade dan Pantai Ampenan Lengkapi Wisata Budaya Lombok

Selain wisata alam, kreator juga mengunjungi Desa Adat Sade di Lombok Tengah yang masih mempertahankan budaya asli suku Sasak.

Pengunjung diwajibkan mengisi buku tamu dan membayar tiket seikhlasnya sebelum memasuki kawasan desa. Di sana, wisatawan bisa melihat rumah tradisional beratap alang-alang, aktivitas menenun, hingga tradisi unik masyarakat Sasak.

Guide lokal menjelaskan bahwa sebagian besar warga Desa Sade masih menikah dengan kerabat dekat untuk menjaga garis keturunan dan warisan keluarga.

“Desa Sade ini bukan cuma tempat wisata, tapi museum hidup yang masih bernapas sampai hari ini,” katanya.

Kreator bahkan menyewa pakaian adat Sasak untuk merasakan langsung pengalaman budaya masyarakat setempat.

Perjalanan hari itu akhirnya ditutup di Pantai Ampenan, Kota Mataram. Pantai bersejarah yang dulunya merupakan pelabuhan tua era kolonial Belanda itu menjadi tempat menikmati sunset sebelum melanjutkan perjalanan ke Sembalun untuk mendaki Gunung Rinjani.

Baca Juga: Antrean Panjang, Komisi IV DPRD Trenggalek Minta RSUD Tambah Dokter Spesialis Jantung

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#solo trip Lombok #Bukit Merese Lombok #Pantai Senggigi #Desa Sade Sasak #wisata Mandalika Lombok