JAKARTA - Infinix Note 50 Pro 4G menjadi salah satu smartphone kelas Rp3 jutaan yang paling mencuri perhatian karena membawa desain premium berbahan metal, layar AMOLED 144 Hz, serta fitur AI yang sangat lengkap. Perangkat ini juga dibekali baterai 5.200 mAh, fast charging 90W, hingga wireless charging 30W yang jarang ditemui di segmen harga tersebut.
Desain Premium dan Paket Lengkap Rasa Flagship
Infinix Note 50 Pro 4G hadir sebagai salah satu smartphone Rp3 jutaan yang paling mencuri perhatian karena membawa desain premium dengan material kaca dan frame metal. Reviewer menyebutnya memiliki rasa seperti HP kelas flagship karena tampilannya yang solid, kaku, dan elegan. Modul kamera berbentuk oktagonal serta fitur Active Halo Light menambah kesan futuristik, sekaligus berfungsi sebagai indikator notifikasi dan pengisian daya.
Paket penjualannya juga tergolong lengkap, termasuk charger 90W, kabel USB-C, casing magnetik, serta wireless charger 30W pada varian tertentu. Kehadiran aksesori ini membuat Infinix Note 50 Pro 4G terasa lebih bernilai dibanding kompetitor yang mulai memangkas isi kotak penjualan.
Baca Juga: Bursa Transfer BRI Super League Memanas, Persib Bandung Pertahankan Bojan Hodak dan Frans Putros
Layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144 Hz serta bezel tipis simetris menjadi daya tarik utama. Meski ada catatan kecil pada finishing bodi, secara keseluruhan desainnya tetap membawa peningkatan besar dibanding generasi sebelumnya.
Performa Helio G100, Gaming Stabil, Baterai 5.200 mAh
Infinix Note 50 Pro 4G ditenagai chipset MediaTek Helio G100 Ultimate dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB UFS 2.2. Performa ini mencatat skor AnTuTu sekitar 432 ribu poin, yang tergolong tinggi untuk kelas Rp3 jutaan. Untuk gaming, Mobile Legends mampu berjalan hingga 90 FPS, sementara PUBG Mobile stabil di 40 FPS pada setting smooth ultra.
Uji stabilitas menunjukkan CPU throttling sekitar 82% dengan suhu rata-rata 35–38 derajat Celcius. Game berat seperti Genshin Impact masih bisa dimainkan di kisaran 30–40 FPS pada setting rendah, meski belum ideal untuk kebutuhan kompetitif jangka panjang.
Baterai 5.200 mAh menjadi salah satu keunggulan utama. Perangkat ini mampu bertahan seharian dengan konsumsi sekitar 12% untuk streaming YouTube 2 jam dan 6–7% untuk dua match Mobile Legends. Pengisian daya 90W membuat baterai terisi hingga 60% dalam 30 menit, ditambah fitur bypass charging untuk menjaga suhu saat bermain sambil mengisi daya.
Kamera 50 MP OIS, AI Melimpah, tapi Tanpa 5G Jadi Catatan
Kamera Infinix Note 50 Pro 4G mengusung sensor utama 50 MP dengan OIS dan ultrawide 8 MP. Hasil foto siang hari tergolong tajam, meski warna terkadang tidak konsisten antara pucat dan terlalu “gonjreng”. Kamera depan 32 MP juga mendukung perekaman hingga 2K 30 FPS untuk kebutuhan konten harian.
Fitur AI menjadi nilai jual utama, mulai dari AI erase, AI wallpaper generator, call assistant, hingga real-time translation. Bahkan terdapat sensor kesehatan di bodi belakang yang dapat membaca detak jantung dan SpO2 hanya dengan sentuhan jari, membuatnya terasa futuristik di kelas harga ini.
Namun, kekurangan masih ada. Smartphone ini belum mendukung 5G dan belum ada kepastian update OS jangka panjang. Selain itu, meski disebut layar 144 Hz, sebagian besar penggunaan masih terbatas di 120 Hz saja.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Infinix Note 50 Pro 4G menawarkan paket lengkap di kelas Rp3 jutaan dengan desain premium, fitur AI melimpah, dan performa yang stabil untuk kebutuhan harian hingga gaming ringan-menengah. Meski masih memiliki kekurangan pada sektor 5G dan optimasi software, perangkat ini tetap menjadi salah satu opsi paling menarik di segmennya.
Seperti disampaikan reviewer, “HP ini rasanya sudah seperti flagship, padahal harganya masih di 3 jutaan tipis.” Hal ini menunjukkan bahwa Infinix semakin serius bersaing di pasar smartphone terjangkau dengan fitur yang semakin agresif.
Editor : Divka Vance Yandriana