Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Baterai HP 8000 mAh Belum Tentu Paling Awet, Ini 5 Faktor Penentu Daya Tahan Smartphone Menurut Pengujian Realme C100

Maylanni Diana Fitri • Senin, 25 Mei 2026 | 14:22 WIB
Baterai HP 8000 mAh belum tentu paling awet. Ini 5 faktor penentu daya tahan smartphone menurut pengujian Realme C100.(pinterest)
Baterai HP 8000 mAh belum tentu paling awet. Ini 5 faktor penentu daya tahan smartphone menurut pengujian Realme C100.(pinterest)

Trenggalek Njenggelek- Kapasitas baterai besar ternyata bukan jaminan sebuah smartphone memiliki daya tahan paling awet. Banyak pengguna masih menganggap baterai HP 8000 mAh otomatis lebih irit dibanding 5.000 mAh, padahal efisiensi chipset, layar, hingga optimalisasi software justru menjadi faktor utama penentu konsumsi daya smartphone modern.

Pandangan soal baterai HP selama ini dinilai terlalu sederhana karena hanya berpatokan pada angka mAh. Padahal, satuan mAh sebenarnya hanya menunjukkan kapasitas arus listrik, bukan total energi yang tersimpan dalam baterai. Secara teknis, ukuran energi yang lebih akurat adalah watt hour (Wh).

Dalam pembahasan tersebut dijelaskan bahwa smartphone memakai satuan mAh karena mayoritas baterai HP memiliki tegangan relatif sama, yakni sekitar 3,7 hingga 4,2 volt. Karena itu, produsen lebih mudah membandingkan kapasitas hanya dari angka mAh.

Namun, daya tahan baterai di penggunaan nyata ternyata dipengaruhi banyak faktor lain yang lebih kompleks.

Efisiensi Chipset Jadi Faktor Paling Menentukan

Faktor pertama yang disebut paling berpengaruh terhadap daya tahan baterai HP adalah efisiensi System on Chip (SoC) atau chipset. Chipset modern mampu menjalankan tugas berat dengan konsumsi daya lebih rendah dibanding generasi lama.

Baca Juga: Honor 400 Resmi Meluncur, HP AI Imaging 200 MP dengan Fitur Deepfake Detection dan Baterai 6000 mAh

“Semakin efisien sebuah SoC, semakin sedikit energi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas yang sama,” dijelaskan dalam pembahasan tersebut.

Sebagai contoh, chipset fabrikasi 4 nanometer umumnya lebih hemat dibanding 6 nm atau 8 nm. Selain ukuran fabrikasi, arsitektur core juga berpengaruh karena chipset modern memiliki core khusus hemat daya untuk aktivitas ringan.

Hal inilah yang membuat HP dengan baterai lebih kecil kadang mampu mengalahkan smartphone berkapasitas besar dalam pengujian ketahanan baterai.

Selain chipset, layar juga menjadi komponen paling boros daya pada smartphone. Ukuran layar besar otomatis membutuhkan konsumsi energi lebih tinggi.

Refresh rate 120 Hz juga disebut lebih boros dibanding 60 Hz karena layar harus menggambar ulang tampilan dua kali lebih sering. Karena itu, teknologi variable refresh rate mulai banyak dipakai untuk menghemat daya secara otomatis.

Brightness atau tingkat kecerahan layar juga punya dampak besar. Penggunaan HP di luar ruangan dengan brightness maksimal bisa membuat baterai terkuras jauh lebih cepat.

Sinyal dan Software Diam-Diam Bikin HP Boros

Faktor lain yang sering diabaikan pengguna adalah modem dan kualitas konektivitas jaringan. Saat sinyal lemah, modem smartphone akan bekerja lebih keras untuk mempertahankan koneksi internet.

Akibatnya, konsumsi daya meningkat drastis meski HP terlihat tidak dipakai untuk aktivitas berat.

“HP yang sama di tempat berbeda bisa punya daya tahan berbeda cukup jauh hanya karena kualitas sinyal,” disebutkan dalam ulasan tersebut.

Optimalisasi software juga menjadi penentu penting. Smartphone dengan hardware bagus tetap bisa terasa boros jika sistem operasinya tidak efisien.

Manajemen aplikasi background, pengelolaan resource, hingga keberadaan bloatware menjadi faktor yang memengaruhi konsumsi baterai harian. Bahkan, update software tertentu disebut bisa membuat daya tahan HP membaik atau justru lebih boros.

Skenario penggunaan juga memegang peranan besar. Aktivitas gaming, scrolling media sosial, streaming video, hingga penggunaan data seluler dan WiFi akan menghasilkan konsumsi daya berbeda.

Karena itu, screen on time (SOT) dinilai tidak selalu akurat dijadikan patokan utama ketahanan baterai.

Realme C100 Jadi Contoh HP Baterai Besar yang Benar-Benar Awet

Dalam pengujian tersebut, Realme C100 dijadikan contoh smartphone yang mampu memanfaatkan baterai besar secara optimal. HP ini dibekali baterai 8.000 mAh dengan teknologi silikon karbon dan dibanderol di kelas harga Rp3 jutaan.

Realme C100 memakai chipset Helio G92 Max dengan RAM 8 GB dan storage 256 GB. Layarnya menggunakan panel IPS HD Plus 120 Hz serta menjalankan Android 16 dengan Realme UI 7.

Hasil pengujiannya cukup mencolok. Untuk pemutaran video lokal 1080p nonstop, baterai baru habis setelah 35 jam 18 menit atau sekitar 1,5 hari.

Streaming YouTube selama satu jam hanya mengurangi baterai 4 persen. Sementara penggunaan TikTok selama satu jam menghabiskan sekitar 5 persen daya.

Untuk gaming, Mobile Legends selama satu match sekitar 20 menit hanya mengurangi baterai 4 persen. Sedangkan PUBG Mobile selama 12 menit hanya memakan 2 persen baterai.

Realme bahkan mengklaim C100 menjadi smartphone dengan baterai paling awet secara global berdasarkan pengujian AnTuTu Benchmark.

Tak hanya itu, Realme menyebut kesehatan baterai HP ini masih bisa bertahan di atas 80 persen setelah tujuh tahun pemakaian. Pengisian dayanya juga tergolong cepat karena charger 45 watt mampu mengisi 50 persen baterai dalam 47 menit.

Kesimpulannya, kapasitas baterai besar memang memberi potensi daya tahan lebih panjang. Namun, efisiensi chipset, kualitas layar, software, konektivitas, dan pola penggunaan tetap menjadi faktor utama yang menentukan apakah sebuah HP benar-benar irit atau justru boros baterai.

 

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Realme C100 #baterai HP 8000 mAh #daya tahan baterai smartphone #chipset hemat daya #HP baterai paling awet