Trenggalek Njenggelek- Realme C100 menjadi perbincangan karena hadir sebagai HP Rp3 jutaan dengan baterai 8000 mAh, layar 120 Hz, dan sertifikasi IP69K. Namun di balik spesifikasi yang terlihat “overkill”, Realme C100 masih memakai penyimpanan EMMC 5.1 yang dianggap kurang cocok di kelas harganya.
HP terbaru Realme ini langsung menarik perhatian pecinta gadget karena menawarkan kombinasi baterai jumbo dan ketahanan ekstrem yang jarang ditemui di segmen entry level. Dalam ulasan yang dirangkum Forum Gadget, perangkat tersebut disebut mampu bertahan hingga dua hari pemakaian normal.
Selain itu, Realme C100 juga membawa fitur-fitur yang biasa ditemukan di kelas menengah, mulai dari bypass charging, reverse charging, hingga sertifikasi militer untuk ketahanan fisik. Namun, beberapa kompromi di sektor performa dan penyimpanan membuat HP ini menuai pro dan kontra.
Baterai 8000 mAh dan Sertifikasi IP69K Jadi Daya Tarik Utama
Keunggulan paling mencolok dari Realme C100 ada pada kapasitas baterainya yang mencapai 8000 mAh. Kapasitas tersebut membuat perangkat ini diklaim mampu bertahan 1,5 hingga 2 hari dalam penggunaan normal seperti media sosial, streaming video, hingga komunikasi harian.
Baca Juga: Realme C100 Resmi Masuk Indonesia 7 Mei 2026, HP Baterai 8000 mAh dengan IP69K di Harga Rp3 Jutaan
“Jarang banget ada HP di rentang harga Rp3 jutaan yang menawarkan baterai sebesar ini,” ungkap tim Forum Gadget dalam video ulasannya.
Realme juga membekali perangkat ini dengan fast charging 45 watt. Meski kapasitas baterainya sangat besar, teknologi pengisian cepat tersebut membuat proses charging tetap kompetitif di kelasnya.
Tak hanya itu, fitur bypass charging juga hadir untuk menjaga suhu tetap stabil saat bermain game sambil mengisi daya. Menariknya lagi, Realme C100 bisa difungsikan sebagai power bank berkat fitur reverse charging 10 watt.
Di sektor ketahanan, HP ini membawa sertifikasi IP66, IP68, hingga IP69K. Artinya, perangkat mampu bertahan dari debu ekstrem, cipratan air bertekanan tinggi, bahkan hujan deras tanpa khawatir rusak.
Realme juga menambahkan standar militer dan lapisan Armor Shell Glass untuk meningkatkan ketahanan terhadap benturan. Bobotnya memang cukup berat, yakni sekitar 219 gram, namun hal itu dianggap sebagai konsekuensi dari baterai besar dan bodi kokoh yang diusungnya.
Layar 120 Hz dan Fitur Lengkap Jadi Nilai Tambah
Realme C100 hadir dengan layar IPS LCD 6,8 inci beresolusi HD+ dan refresh rate 120 Hz. Tingkat kecerahannya diklaim mencapai 1200 nits sehingga masih nyaman digunakan di bawah sinar matahari.
Respons layar juga tetap optimal meski terkena air. Fitur ini menjadi nilai tambah bagi pengguna outdoor atau pekerja lapangan yang sering berada di kondisi ekstrem.
Dari sisi fitur, Realme C100 tergolong lengkap untuk kelas entry level. Perangkat ini sudah mendukung NFC, dual stereo speaker, fingerprint scanner, face unlock, hingga slot microSD sampai 2 TB.
Varian yang diperkenalkan hadir dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB. RAM juga bisa diperluas secara virtual hingga total 16 GB.
Untuk urusan performa, Realme menggunakan chipset MediaTek Helio G92 Max dengan fabrikasi 12 nanometer. Chipset ini dinilai cukup untuk penggunaan sehari-hari seperti multitasking ringan, media sosial, Mobile Legends, dan PUBG Mobile.
“Buat game ringan masih cukup oke, tapi memang bukan untuk performa kelas tinggi,” ujar reviewer dalam ulasan tersebut.
Kamera utamanya mengusung resolusi 50 MP, sementara kamera depan 8 MP. Perekaman video mentok di 1080p 30fps, lengkap dengan fitur night mode, timelapse, hingga dual-view video.
Penyimpanan EMMC dan Sensor Minim Jadi Kompromi
Di balik sederet keunggulannya, Realme C100 ternyata masih menyimpan beberapa kelemahan yang cukup disorot.
Hal paling krusial adalah penggunaan penyimpanan EMMC 5.1 di harga Rp3 jutaan. Banyak pengguna menilai seharusnya perangkat di kelas ini sudah memakai UFS yang lebih cepat.
Penggunaan EMMC membuat proses buka aplikasi, transfer data, hingga multitasking terasa lebih lambat dibanding HP lain di kelas serupa yang sudah menggunakan UFS.
Selain itu, performa chipset Helio G92 Max juga dianggap biasa saja. Meski cukup stabil untuk penggunaan harian, chipset tersebut dinilai kurang ideal bagi gamer berat atau pengguna yang membutuhkan performa tinggi.
Kekurangan lain yang cukup disorot adalah absennya giroskop hardware. Hal ini membuat pengalaman bermain game FPS menjadi kurang maksimal karena sensor yang tersedia cukup terbatas.
Meski begitu, Realme C100 tetap dianggap menarik untuk pengguna yang lebih memprioritaskan baterai tahan lama dan durabilitas dibanding performa tinggi.
Dengan kombinasi baterai 8000 mAh, sertifikasi IP69K, layar 120 Hz, dan fitur lengkap, Realme C100 disebut cocok untuk pekerja lapangan, driver online, hingga pengguna outdoor yang membutuhkan HP tangguh dengan daya tahan ekstra.
Editor : Maylanni Diana Fitri