Trenggalek Njenggelek- Realme C100 mulai mencuri perhatian pasar entry level karena membawa baterai jumbo 8.000 mAh, layar 120 Hz, hingga sertifikasi tahan air IP69K di harga Rp3 jutaan. Kombinasi tersebut membuat Realme C100 disebut sebagai salah satu HP entry level paling berani di 2026, meski masih menyisakan kompromi pada sektor penyimpanan yang masih memakai eMMC 5.1.
HP terbaru dari Realme ini hadir dengan pendekatan berbeda dibanding rival di kelas harga serupa seperti Xiaomi, Samsung, maupun Infinix. Bukan hanya mengejar spesifikasi tinggi, Realme juga mencoba menghadirkan desain premium dan pengalaman penggunaan yang lebih tahan lama.
Realme C100 bahkan digadang-gadang cocok untuk mahasiswa, pekerja lapangan, hingga pengguna aktif yang membutuhkan daya tahan baterai ekstrem tanpa harus sering mencari colokan charger.
Realme C100 Tawarkan Baterai 8.000 mAh dan Ketahanan Ekstrem
Daya tarik utama Realme C100 terletak pada baterai 8.000 mAh yang tergolong sangat besar di kelas entry level. Dalam penggunaan normal, kapasitas tersebut diklaim mampu bertahan hingga 1,5 sampai 2 hari.
Baca Juga: Realme C100 Jadi HP Baterai Paling Awet di Kelas Rp3 Jutaan, Tahan 2 Hari dan Punya Standar Militer
Fitur fast charging 45 watt juga menjadi nilai tambah karena mempercepat proses pengisian daya yang biasanya menjadi kelemahan HP berbaterai besar. Tidak hanya itu, Realme menyematkan fitur reverse charging 10 watt sehingga perangkat ini dapat digunakan sebagai power bank darurat untuk mengisi daya HP lain.
Di sektor ketahanan, Realme C100 membawa sertifikasi IP66, IP68, hingga IP69K yang membuatnya tahan debu, tahan air bertekanan tinggi, serta lebih aman digunakan dalam kondisi ekstrem. HP ini juga dibekali standar militer MIL-STD-810H untuk meningkatkan durabilitas terhadap benturan ringan.
“Ini bukan sekadar gimmick marketing. Build quality dan durability-nya memang dibuat lebih serius dibanding HP entry level biasa,” ungkap ulasan Forum Gadget dalam video pembahasannya.
Bobot perangkat memang mencapai 219 gram, namun hal tersebut dianggap sebagai konsekuensi dari baterai besar dan bodi yang lebih kokoh.
Desain Blooming dan Layar 120 Hz Jadi Pembeda
Selain baterai, Realme C100 juga mencoba tampil berbeda lewat desain “Blooming Design” yang menghadirkan efek visual berubah sesuai sudut cahaya. Bagian belakang perangkat menggunakan shimmer coating tipis sekitar 0,6 mm yang membuat HP tetap terlihat ramping meski membawa baterai jumbo.
Modul kameranya juga diberi aksen metal sehingga terlihat lebih premium dibanding beberapa kompetitor di kelas harga serupa. Pendekatan desain ini disebut menyasar kalangan anak muda dan mahasiswa yang tidak hanya mempertimbangkan spesifikasi, tetapi juga tampilan perangkat.
Pada bagian layar, Realme C100 menggunakan panel IPS LCD 6,8 inci beresolusi HD Plus dengan refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan hingga 1.200 nits.
Meski belum menggunakan resolusi Full HD, refresh rate tinggi membuat pengalaman scrolling media sosial dan penggunaan harian terasa lebih mulus. Layar besar dengan rasio 20:9 juga dinilai nyaman untuk menonton video maupun multitasking ringan.
Di sektor kamera, Realme C100 membawa kamera utama 50 MP dengan aperture f/1.8 dan PDAF. Sementara kamera depan menggunakan sensor 8 MP f/2.0.
Realme juga menyematkan beberapa fitur AI seperti AI Editor, Delete Object, Ultra Sharp, hingga Circle to Search yang biasanya ditemukan di kelas mid-range.
Performa Realme C100 Masih Jadi Catatan
Meski unggul pada baterai dan fitur, Realme C100 masih memiliki beberapa kekurangan yang cukup disorot. Salah satunya adalah penggunaan penyimpanan eMMC 5.1, bukan UFS seperti beberapa kompetitor di harga serupa.
Penggunaan eMMC membuat kecepatan baca tulis data lebih lambat sehingga membuka aplikasi, transfer file, hingga multitasking terasa kurang responsif dibanding HP dengan storage UFS.
Realme C100 sendiri ditenagai chipset MediaTek Helio G92 Max yang dipadukan RAM 8 GB LPDDR4X dan penyimpanan internal 256 GB. Performa tersebut dinilai masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari seperti media sosial, kuliah online, hingga game ringan seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile pada setting medium.
Namun, bagi gamer berat atau pengguna yang membutuhkan performa tinggi, chipset ini dianggap belum terlalu istimewa.
Selain itu, absennya giroskop hardware juga menjadi kekurangan lain karena dapat memengaruhi pengalaman bermain game FPS.
Meski begitu, secara keseluruhan Realme C100 tetap dianggap menarik di kelas entry level karena menawarkan kombinasi baterai besar, fitur lengkap, desain premium, dan daya tahan ekstrem yang masih jarang ditemukan di rentang harga Rp3 jutaan.
Editor : Maylanni Diana Fitri