Trenggalek Njenggelek- Jabra resmi memperkenalkan Jabra Room Kit dan headset terbaru Evolve3 dalam ajang ISC 2026 di Barcelona, Spanyol. Produk baru ini menjadi langkah besar Jabra untuk memperluas pasar solusi meeting berbasis AI dan konferensi hybrid, khususnya untuk ruang meeting besar berkapasitas hingga 22 orang.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh petinggi Jabra, Callum McDougall, yang menjelaskan bahwa perusahaan kini tidak hanya fokus pada perangkat audio, tetapi juga solusi video enterprise lengkap. Kehadiran Jabra Room Kit dan Evolve3 disebut sebagai jawaban atas kebutuhan perusahaan modern terhadap sistem meeting yang fleksibel, mudah dipasang, dan mendukung teknologi AI.
Produk anyar ini juga menarik perhatian karena membawa konsep modular, integrasi kamera pintar, serta teknologi noise cancellation berbasis deep neural network untuk meningkatkan kualitas komunikasi virtual.
Jabra Room Kit Dirancang untuk Meeting Room Besar hingga 22 Orang
Dalam presentasinya di ISC 2026, Jabra memperkenalkan sistem konferensi terbaru bernama Jabra Room Kit yang ditujukan untuk ruang meeting skala besar. Sebelumnya, lini Panacast milik Jabra lebih banyak digunakan untuk ruang kecil dan menengah.
Kini melalui perangkat PanaCast 55 VBS, Jabra memungkinkan penggunaan tambahan kamera eksternal hasil kolaborasi dengan Huddly. Sistem ini mendukung pemasangan satu hingga tiga kamera tambahan agar seluruh sudut ruang rapat dapat tertangkap secara optimal.
“Ambisi kami adalah menghadirkan solusi untuk ruangan berisi dua sampai 22 orang,” ujar Callum McDougall dalam sesi wawancara di ISC 2026.
Teknologi tersebut memungkinkan feed video dari berbagai kamera digabung menjadi satu tampilan konferensi yang utuh. Dengan begitu, peserta meeting jarak jauh tetap dapat melihat seluruh ruangan sekaligus fokus ke pembicara aktif secara real time.
Tak hanya video, Jabra juga memperkenalkan perangkat tambahan bernama Speaker Mic. Sesuai namanya, perangkat ini menggabungkan speaker dan mikrofon dalam satu unit untuk memperluas jangkauan audio hingga sekitar 11 meter ke dalam ruangan.
Perangkat tersebut memakai desain speaker mengarah ke bawah dengan acoustic cone agar suara menyebar 360 derajat secara merata. Teknologi ini diklaim membantu menjaga kualitas audio tetap jernih meski digunakan di ruang konferensi besar.
Headset Jabra Evolve3 Andalkan AI dan Desain Tanpa Boom Mic
Selain solusi ruang meeting, Jabra juga memperkenalkan headset enterprise terbaru bernama Evolve3. Produk ini menjadi sorotan karena tampil berbeda dibanding headset kerja pada umumnya.
Jika headset Jabra sebelumnya identik dengan boom microphone, Evolve3 justru hadir tanpa batang mikrofon eksternal. Sebagai gantinya, perangkat ini mengandalkan kombinasi mikrofon internal dan algoritma AI untuk menangkap suara pengguna secara akurat.
Menurut Callum McDougall, teknologi tersebut berasal dari pengalaman GN sebagai salah satu produsen alat bantu dengar terbesar di dunia.
“Kami melatih deep neural network untuk memisahkan suara manusia dan kebisingan di sekitar,” jelasnya.
Teknologi AI itu memungkinkan suara pengguna tetap terdengar jelas meski berada di lingkungan ramai seperti kantor terbuka, bandara, atau area pameran.
Jabra juga menyebut headset ini sebagai perangkat crossover karena dirancang nyaman dipakai bekerja sekaligus tetap stylish untuk penggunaan harian. Bobotnya bahkan disebut hanya sekitar 55 persen dari berat AirPods Max.
Evolve3 tersedia dalam warna hitam dan abu-abu dengan desain foldable sehingga mudah dibawa bepergian.
Fokus pada Masa Depan AI Voice dan Integrasi Software
Salah satu fokus utama Jabra dalam pengembangan produk terbaru mereka adalah masa depan komunikasi berbasis suara dan AI.
Dalam presentasi tersebut, Callum menyinggung kerja sama dengan platform speech-to-text bernama Whisper Flow. Menurutnya, ke depan manusia akan semakin sering berinteraksi dengan AI menggunakan suara dibanding mengetik manual.
“Orang bisa berbicara tiga kali lebih cepat dibanding mengetik,” ujarnya.
Karena itu, Evolve3 dibekali tombol khusus yang dapat dikustomisasi untuk membuka aplikasi AI atau voice assistant tertentu hanya dengan satu klik.
Jabra juga membuka peluang integrasi API agar headset dapat digunakan bersama berbagai layanan AI generatif maupun AI agent di masa depan.
Selain fokus pada pengalaman pengguna, perusahaan turut menyoroti kemudahan instalasi perangkat meeting room. Sistem modular pada Jabra Room Kit dibuat agar proses pemasangan kabel dan deployment lebih sederhana dibanding sistem konferensi tradisional yang biasanya kompleks.
Produk-produk terbaru Jabra tersebut dijadwalkan mulai dikirim ke distributor dan partner resmi pada 2 Maret mendatang sebelum tersedia luas di pasar global.
Kehadiran Jabra Room Kit dan Evolve3 menunjukkan bahwa persaingan perangkat meeting berbasis AI kini semakin serius. Tidak hanya mengutamakan kualitas audio dan video, perusahaan teknologi juga mulai berlomba menghadirkan pengalaman komunikasi hybrid yang lebih natural, praktis, dan cerdas untuk kebutuhan bisnis modern.
Editor : Maylanni Diana Fitri