Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jabra Siap Guncang Pasar Video Conference 2026, Hadirkan Solusi AI untuk Ruang Meeting Kecil hingga Extra Large

Maylanni Diana Fitri • Senin, 25 Mei 2026 | 15:28 WIB
Jabra meluncurkan solusi video conference AI terbaru 2026 dengan sistem modular untuk ruang meeting kecil hingga extra large.(pinterest)
Jabra meluncurkan solusi video conference AI terbaru 2026 dengan sistem modular untuk ruang meeting kecil hingga extra large.(pinterest)

Trenggalek Njenggelek- Jabra memastikan tahun 2026 menjadi momentum besar mereka di industri video conference dengan meluncurkan portofolio baru solusi meeting berbasis AI. Produk terbaru tersebut mencakup sistem ruang meeting modular untuk ruangan kecil, menengah, besar hingga extra large yang seluruhnya terintegrasi teknologi kamera pintar berbasis kecerdasan buatan.

Langkah agresif Jabra ini ditandai dengan hadirnya perangkat baru seperti PanaCast 55 VBS, speaker mic generasi terbaru, serta room kit modular yang mendukung satu, tiga, hingga lima kamera sekaligus tergantung ukuran ruangan. Teknologi tersebut diklaim mampu menghadirkan pengalaman meeting hybrid yang lebih fleksibel, aman, dan mudah digunakan.

Perusahaan juga menegaskan bahwa solusi baru ini dirancang untuk menjawab kebutuhan komunikasi modern perusahaan yang kini semakin bergantung pada sistem video conference berkualitas tinggi.

Jabra Hadirkan Sistem Video Conference Modular Berbasis AI

Dalam pernyataannya, Jabra menyebut mereka telah bekerja keras selama beberapa tahun terakhir untuk membangun ekosistem video conference lengkap yang scalable dan terintegrasi.

Baca Juga: Headset Kerja Premium Jabra Evolve2 65 Flex Jadi Sorotan, Punya AI Clear Voice dan ANC Adaptif untuk Meeting Profesional

Portofolio baru tersebut dibangun menggunakan perangkat utama PanaCast 55 VBS yang menjadi pusat sistem konferensi video generasi terbaru mereka. Perangkat ini dipadukan dengan speaker mic baru dan pilihan konfigurasi kamera modular.

Pengguna dapat memilih sistem dengan satu, tiga, atau lima kamera sesuai kebutuhan ruangan. Teknologi AI pada kamera tersebut memungkinkan pengambilan gambar lebih dinamis dan otomatis menyesuaikan fokus terhadap peserta meeting.

“Kami sekarang memiliki solusi end-to-end penuh, mulai dari personal system, huddle room, ruang meeting menengah, ruang besar, hingga extra-large room,” ungkap perwakilan Jabra dalam presentasi resmi mereka.

Teknologi multi-camera AI ini dinilai penting karena perusahaan modern kini memiliki berbagai jenis ruang kerja dengan kebutuhan berbeda-beda. Mulai dari ruang kecil untuk diskusi singkat hingga boardroom dan ruang pelatihan dengan bentuk tidak standar.

Sistem modular yang dikembangkan Jabra diklaim mampu beradaptasi terhadap seluruh kebutuhan tersebut tanpa perlu instalasi rumit.

Bidik Perusahaan yang Serius Bangun Meeting Hybrid Modern

Jabra menegaskan target utama produk ini adalah perusahaan yang serius mengembangkan sistem komunikasi video generasi baru.

Menurut mereka, kebutuhan video conference saat ini bukan lagi sekadar alat meeting online biasa. Sistem video kini menjadi bagian penting dari operasional bisnis, komunikasi dengan partner, supplier, hingga proses menghasilkan pendapatan perusahaan.

Karena itu, Jabra menonjolkan teknologi AI-enabled camera yang memungkinkan pengguna tampil lebih jelas dan natural saat meeting virtual.

Selain pengalaman pengguna, perusahaan juga memperhatikan kebutuhan tim IT dan deployer teknologi. Sistem room kit terbaru dibuat plug and play sehingga lebih mudah dipasang sekaligus tetap aman untuk pengelolaan enterprise.

“Pengguna ingin sistem yang mudah digunakan dan membuat mereka terlihat jelas. Sementara tim teknologi ingin sistem yang aman dan mudah dikelola,” jelas pihak Jabra.

Teknologi ini juga mendukung pengelolaan software secara berkelanjutan sehingga perangkat dapat terus diperbarui tanpa harus mengganti hardware utama.

Teknologi Scandinavia Jadi Senjata Utama Jabra di 2026

Dalam presentasinya, Jabra juga menekankan bahwa seluruh solusi video conference terbaru mereka dibangun menggunakan standar teknologi asal Skandinavia yang dikenal tahan lama dan stabil.

Perusahaan mengklaim perangkat mereka memiliki umur penggunaan panjang serta dapat terus di-upgrade melalui pembaruan software terbaru.

Hal tersebut menjadi nilai tambah penting di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap investasi teknologi jangka panjang.

Selain itu, Jabra percaya tahun 2026 menjadi momen tepat bagi perusahaan untuk mulai beralih ke sistem video conference berbasis AI.

Pasalnya, pola kerja hybrid kini semakin umum digunakan di berbagai sektor bisnis global. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap kamera konferensi pintar, audio berkualitas tinggi, dan sistem meeting modular terus meningkat.

“Video sekarang menjadi pusat cara perusahaan berkomunikasi, bukan hanya internal tetapi juga dengan partner dan pelanggan,” tegas Jabra.

Dengan peluncuran portofolio baru ini, Jabra tampaknya ingin memperkuat posisinya sebagai pemain utama di pasar solusi komunikasi enterprise global.

Kombinasi teknologi AI, sistem modular scalable, serta kemudahan deployment menjadi senjata utama mereka untuk bersaing di industri video conference yang kini berkembang sangat cepat.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Jabra Room Kit #Jabra video conference #kamera AI meeting #solusi meeting hybrid #PanaCast 55 VBS