Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah Perkembangan AI: Dari Alan Turing hingga ChatGPT, Ini Perjalanan Panjang Kecerdasan Buatan Dunia

Maylanni Diana Fitri • Senin, 25 Mei 2026 | 15:52 WIB
Sejarah perkembangan AI dari Alan Turing hingga ChatGPT, perjalanan kecerdasan buatan yang mengubah dunia teknologi modern.(pinterest)
Sejarah perkembangan AI dari Alan Turing hingga ChatGPT, perjalanan kecerdasan buatan yang mengubah dunia teknologi modern.(pinterest)

Trenggalek Njenggelek – Sejarah perkembangan AI (Artificial Intelligence) menjadi salah satu topik teknologi paling banyak dicari saat ini setelah kemunculan ChatGPT dan berbagai platform kecerdasan buatan modern. Perjalanan panjang AI dimulai sejak pemikiran Alan Turing pada 1950 hingga revolusi deep learning dan chatbot canggih seperti sekarang yang mampu menjawab pertanyaan manusia secara natural.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sejarah perkembangan AI bukan sekadar cerita teknologi, tetapi juga perjalanan panjang riset ilmiah lintas generasi yang mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi dengan mesin.

Awal Mula Sejarah Perkembangan AI dari Alan Turing

Sejarah perkembangan AI bermula ketika ilmuwan Inggris Alan Turing pada tahun 1950 menerbitkan makalah berjudul Computing Machinery and Intelligence. Dalam karya tersebut, ia mengajukan pertanyaan mendasar: “Bisakah mesin berpikir?”

Baca Juga: Jabra Luncurkan Panacast 50 Room System, Solusi All-in-One Meeting Hybrid Microsoft Teams dan Zoom

Sebelumnya, Turing telah mengembangkan model komputer matematis dan membantu Inggris memecahkan kode Enigma pada Perang Dunia II. Mesin tersebut mampu memecahkan kode dalam hitungan menit, jauh lebih cepat dibanding metode manual yang membutuhkan waktu berjam-jam.

Puncak awal perkembangan AI terjadi pada 1956 melalui Dartmouth Conference di Amerika Serikat. Dalam konferensi inilah istilah Artificial Intelligence resmi diperkenalkan oleh John McCarthy bersama Marvin Minsky, Claude Shannon, dan Nathaniel Rochester. Mereka menargetkan mesin dapat meniru kemampuan manusia seperti belajar, berpikir, dan memecahkan masalah.

Namun, meski optimisme tinggi, teknologi saat itu belum cukup kuat. Komputer masih terbatas, dan banyak prediksi bahwa mesin akan menandingi manusia dalam 20 tahun terbukti terlalu ambisius.

Masa Naik Turun AI dan Lahirnya Machine Learning

Dalam perjalanan sejarah perkembangan AI, periode 1970 hingga 1980-an dikenal sebagai AI Winter. Hal ini terjadi karena banyak penelitian dianggap gagal memberikan hasil nyata. Pada 1973, Sir James Lighthill bahkan menyebut proyek AI terlalu dilebih-lebihkan, yang kemudian membuat pendanaan riset di Inggris dan negara lain dipotong besar-besaran.

Baca Juga: Jabra Luncurkan Panacast 50 Room System, Solusi All-in-One Meeting Hybrid Microsoft Teams dan Zoom

Namun, kebangkitan AI terjadi pada 1990-an berkat kemajuan komputer, memori, dan prosesor. Konsep machine learning mulai berkembang dengan prinsip bahwa semakin banyak data, semakin pintar sistem AI.

Contoh penting muncul pada 1997 ketika komputer IBM Deep Blue mengalahkan juara dunia catur Garry Kasparov dengan skor 3,5–2,5. Mesin tersebut mampu menganalisis hingga 200 juta posisi per detik, menandai tonggak penting dalam sejarah kecerdasan buatan.

Pada era ini juga muncul algoritma penting seperti Bayesian Network dan Reinforcement Learning yang memungkinkan AI belajar dari pengalaman seperti manusia.

Era Deep Learning hingga Ledakan ChatGPT

Memasuki 2000-an, sejarah perkembangan AI memasuki fase modern dengan munculnya deep learning. Geoffrey Hinton dan timnya memperkenalkan konsep jaringan saraf berlapis pada 2006 yang memungkinkan mesin belajar dari data mentah tanpa aturan manual.

Tahun 2012 menjadi titik penting ketika model AlexNet berhasil mengenali gambar dengan akurasi tinggi menggunakan jutaan data dan GPU. Teknologi ini membuka jalan bagi sistem pengenalan wajah, suara, dan objek yang kita gunakan saat ini.

Revolusi terbesar terjadi setelah 2017 ketika Google memperkenalkan arsitektur Transformer melalui makalah “Attention Is All You Need”. Teknologi ini menjadi dasar model bahasa modern seperti GPT.

OpenAI kemudian meluncurkan GPT-1 pada 2018, diikuti GPT-2, GPT-3, hingga GPT-4 yang berkembang menjadi ChatGPT pada 2022. Chatbot ini mencatat sejarah dengan 1 juta pengguna dalam lima hari pertama peluncurannya.

Teknologi AI kini semakin luas, termasuk diffusion model seperti MidJourney dan Stable Diffusion yang mampu menghasilkan gambar dari teks.

Kesimpulan: AI Kini Menjadi Bagian Hidup Manusia

Perjalanan panjang sejarah perkembangan AI menunjukkan bahwa kecerdasan buatan bukan lagi sekadar konsep ilmiah, melainkan teknologi yang telah mengubah dunia. Pada 2024, Geoffrey Hinton bahkan dianugerahi Nobel Fisika bersama John Hopfield atas kontribusi mereka dalam fondasi AI modern.

AI kini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari chatbot, penerjemah otomatis, hingga generator gambar. Dengan perkembangan yang semakin cepat, masa depan AI diprediksi akan semakin dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Sejarah perkembangan AI #kecerdasan buatan ChatGPT #Alan Turing AI #perkembangan machine learning #teknologi deep learning