TRENGGALEK NJENGGELEK - Honor 400 resmi hadir di Indonesia dengan membawa kombinasi desain premium, fitur AI canggih, dan layanan Google penuh yang selama ini dirindukan penggemar Huawei. Dibanderol Rp6,999 juta, Honor 400 langsung menantang dominasi Samsung dan Vivo di kelas mid-range premium.
Kehadiran Honor 400 menarik perhatian karena dianggap masih membawa “DNA Huawei” meski kini berdiri sebagai brand independen. Mulai dari desain, software, hingga pendekatan inovasi produknya disebut masih terasa mirip dengan Huawei, namun tanpa kendala layanan Google Mobile Service (GMS).
Honor sendiri sebelumnya sukses mencuri perhatian lewat Honor X9C yang membawa teknologi baterai silikon karbon. Kini, Honor 400 hadir sebagai senjata baru dengan baterai 6000 mAh, kamera 200 MP, hingga fitur AI image to video berbasis Google Veo 2.
Honor 400 Tawarkan Desain Premium dan Layar AMOLED 120Hz
Secara tampilan, Honor 400 mengusung desain elegan dengan modul kamera yang disebut mengingatkan pada seri Huawei Pura. Varian warna Desert Gold menjadi salah satu yang paling menonjol karena memberikan kesan mewah khas flagship.
Material belakangnya sudah memakai kaca, sementara frame masih menggunakan polikarbonat. Meski begitu, bodinya tetap terasa premium dengan ketebalan hanya 7,3 mm dan bobot 184 gram.
Honor 400 memakai layar AMOLED 6,55 inci beresolusi 1.5K dengan refresh rate 120Hz. Brightness-nya bahkan diklaim mencapai 5000 nits pada peak brightness sehingga tetap nyaman digunakan di bawah terik matahari.
“Ini mungkin ukuran yang jadi sweet spot, nggak kegedean, nggak kekecilan juga,” ujar reviewer GadgetIn dalam video ulasannya.
Ponsel ini juga sudah dilengkapi stereo speaker, NFC, infrared blaster, fingerprint under display, serta sertifikasi IP66 yang tahan cipratan air.
Di sisi software, Magic OS pada Honor 400 disebut sangat mirip dengan HarmonyOS milik Huawei. Bedanya, pengguna kini bisa menikmati layanan Google secara penuh tanpa perlu trik tambahan.
“Play Store dan login Google account udah aman semua,” ungkap reviewer.
Fitur AI Honor 400 Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu kekuatan utama Honor 400 ada pada fitur AI yang cukup lengkap di kelas menengah premium. Honor menyematkan AI Eraser untuk menghapus objek pada foto, AI Outpainting untuk memperluas gambar, hingga AI Cutout untuk memindahkan objek foto secara instan.
Menurut reviewer, hasil edit AI di Honor 400 terlihat matang dan rapi sehingga mampu “menipu” orang yang tidak mengetahui kondisi foto aslinya.
Fitur paling menarik adalah AI Image to Video berbasis Google Veo 2. Teknologi ini memungkinkan foto biasa berubah menjadi video animasi berdurasi lima detik langsung dari aplikasi galeri bawaan.
Meski demikian, fitur tersebut masih memiliki keterbatasan. Pengguna hanya mendapat kuota 10 video per hari dan statusnya masih “limited time free trial”.
“Semoga disupport selama mungkin, atau minimal ada kejelasan sampai kapan,” ujar reviewer.
Selain AI imaging, Honor 400 juga dibekali fitur produktivitas berbasis AI yang terintegrasi dengan Google Mobile Service.
Snapdragon 7 Gen 3 dan Kamera 200 MP Siap Lawan Samsung-Vivo
Honor 400 ditenagai chipset Snapdragon 7 Gen 3 yang menyasar pengalaman penggunaan stabil dan efisien. Untuk gaming, Mobile Legends disebut mampu berjalan hingga 120 fps, sementara Genshin Impact di setting lowest masih stabil di atas 40 fps.
Meski performanya tidak segahar Poco atau Xiaomi di harga serupa, Honor justru dianggap lebih fokus bersaing dengan Samsung Galaxy A56 dan Vivo V50.
Strategi Honor terlihat dari kombinasi desain premium, software stabil, dan kapasitas storage besar 512 GB yang langsung diberikan di harga Rp6 jutaan.
Sektor baterai juga menjadi nilai jual penting. Honor 400 memakai baterai silikon karbon 6000 mAh dengan fast charging 66 watt. Dalam pengujian, streaming YouTube selama 30 menit hanya menghabiskan 3 persen baterai, sedangkan bermain Mobile Legends selama setengah jam memakan sekitar 8 persen.
Untuk kamera, Honor 400 membawa sensor utama 200 MP dengan OIS, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera depan 50 MP yang sudah mendukung perekaman video 4K 30 fps.
Reviewer menilai hasil kamera utamanya tajam dengan dynamic range luas, sementara kamera selfie memiliki stabilisasi yang baik untuk kebutuhan vlog.
Secara keseluruhan, Honor 400 dinilai cocok bagi pengguna yang menginginkan pengalaman “HP rasa Huawei” tetapi tetap nyaman menggunakan layanan Google. Tantangan terbesar Honor kini adalah menjaga konsistensi produk dan memperluas jaringan layanan agar mampu bersaing dengan brand besar yang lebih dulu mendominasi pasar Indonesia.
Baca Juga: Jabra Luncurkan Panacast 50 Room System, Solusi All-in-One Meeting Hybrid Microsoft Teams dan Zoom
Editor : Fadhilah Salsa Bella