Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Honor 400 Dicoba Dua Bulan, HP Rasa Huawei dengan Google Ini Ternyata Punya Kelebihan dan PR Besar

Fadhilah Salsa Bella • Senin, 25 Mei 2026 | 15:48 WIB

 

Honor 400 diuji dua bulan, hadir dengan kamera 200 MP, AI canggih, dan rasa Huawei plus Google. Ini kelebihan dan kekurangannya (Pinterest).
Honor 400 diuji dua bulan, hadir dengan kamera 200 MP, AI canggih, dan rasa Huawei plus Google. Ini kelebihan dan kekurangannya (Pinterest).

TRENGGALEK NJENGGELEK - Honor 400 menjadi salah satu smartphone yang paling menarik perhatian di kelas menengah premium setelah comeback-nya Honor ke pasar Indonesia. Dibanderol Rp6,9 juta saat preorder, ponsel ini menawarkan kombinasi “rasa Huawei”, layanan Google penuh, kamera 200 MP, dan fitur AI canggih yang langsung membuat banyak pengguna penasaran.

Namun setelah dipakai selama hampir dua bulan, Honor 400 ternyata tidak sepenuhnya sempurna. Di satu sisi, HP ini tampil premium dengan kualitas kamera yang kuat. Di sisi lain, ada beberapa kekurangan yang membuatnya harus bekerja keras melawan Vivo V60, Oppo Reno14, hingga Samsung Galaxy A56.

Honor 400 sendiri disebut sebagai skenario “what if” dari Huawei. Banyak pengguna menilai HP ini seperti gambaran Huawei versi global yang masih akur dengan Google dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Jabra Luncurkan Panacast 50 Room System, Solusi All-in-One Meeting Hybrid Microsoft Teams dan Zoom

Desain Premium dan Layar Flagship Jadi Daya Tarik Honor 400

Secara tampilan, Honor 400 langsung mengingatkan pada iPhone dan Oppo Reno14. Desain bodinya flat di bagian depan, belakang, hingga frame samping dengan sudut melengkung yang terasa familiar.

Varian warna biru yang diuji reviewer memiliki tekstur menyerupai ombak dengan finishing mirip sandstone. Bodinya juga cukup ringan dan nyaman digenggam karena tidak terlalu besar seperti kebanyakan smartphone mid-range saat ini.

Meski terlihat premium, frame dan backdoor Honor 400 ternyata masih memakai material plastik. Namun build quality-nya tetap terasa solid.

Di bagian depan, Honor 400 memakai layar AMOLED 6,55 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 120Hz. Layarnya mendukung warna 10-bit, color gamut DCI-P3, serta peak brightness HDR hingga 5.000 nits.

“Di kondisi terik dia cerah dan video HDR juga tetap terang,” ujar reviewer dalam ulasannya.

Honor juga menyematkan fitur Sunlight Display yang bekerja mirip Vision Booster milik Samsung agar tampilan layar tetap nyaman dilihat di bawah matahari.

Menariknya lagi, Honor 400 membawa fitur Ultra High Frequency PWM Dimming untuk mengurangi rasa lelah di mata saat penggunaan lama. Ada pula fitur Motion Sickness Relief yang diklaim membantu mengurangi mabuk ketika memakai HP di kendaraan berjalan.

Baca Juga: Agentic AI Ancam Dunia Kerja: Lebih Canggih dari Generative AI, Bisa Ambil Alih Keputusan Bisnis Tanpa Manusia

Kamera 200 MP dan AI Honor 400 Jadi Andalan Utama

Honor 400 membawa kamera utama 200 MP dengan OIS dan ultrawide 12 MP autofocus. Untuk selfie, tersedia kamera depan 50 MP yang sudah mendukung video 4K 30 fps.

Reviewer memuji kualitas kamera utama Honor 400, terutama pada foto portrait dan low light. Dynamic range disebut lebar dengan warna yang hidup tetapi tidak berlebihan.

Honor juga menyediakan tiga pilihan color profile yakni Vibrant, Natural, dan Authentic yang memberikan karakter warna berbeda untuk kebutuhan fotografi.

“Yang saya suka dia vivid tapi enggak over,” kata reviewer.

Karena tidak memiliki kamera telefoto, Honor mengandalkan fitur in-sensor zoom dari sensor 200 MP. Hasil foto zoom hingga 10x masih dianggap cukup tajam, bahkan dibantu fitur AI Enhancement mulai zoom 15x.

Namun kelemahan mulai terlihat saat merekam video zoom. Hasilnya disebut masih kalah dibanding HP dengan kamera telefoto sungguhan karena terlihat pecah seperti digital zoom biasa.

Di sektor AI, Honor 400 menjadi salah satu HP mid-range dengan fitur AI paling lengkap. Mulai dari AI Eraser, AI Translate, AI Writing, AI Call Translation, hingga AI Deepfake Detection tersedia di perangkat ini.

Fitur yang paling menarik perhatian adalah AI Image to Video berbasis Google Veo yang dapat mengubah foto menjadi video animasi lima detik.

Meski begitu, fitur tersebut masih memiliki batas penggunaan dan belum mendukung prompt khusus untuk mengatur gerakan video.

Baca Juga: Roadmap AI 2025: Panduan Lengkap Belajar AI dari Nol hingga AI Agent yang Bikin Industri Berubah Total

Snapdragon 7 Gen 3 Dinilai Mulai Tertekan Pesaing Baru

Honor 400 ditenagai Snapdragon 7 Gen 3 dengan RAM 12 GB dan storage 512 GB UFS 3.1. Untuk penggunaan harian, performanya dinilai mulus dan stabil, termasuk untuk gaming seperti PUBG Mobile, Delta Force, dan Farlight.

Namun reviewer menilai Snapdragon 7 Gen 3 mulai terasa kurang menarik setelah muncul HP lain dengan Snapdragon 7 Gen 4 di harga serupa.

“Smooth-nya masih smooth kelas menengah,” ujar reviewer.

Honor 400 juga disebut kalah agresif dibanding Poco atau iQOO yang menawarkan chipset flagship di kelas harga menengah.

Di sisi baterai, Honor 400 membawa kapasitas 6000 mAh dengan fast charging 66 watt. Penggunaan streaming YouTube selama 30 menit hanya menghabiskan 3 persen baterai, sementara bermain Mobile Legends selama setengah jam menguras sekitar 8 persen.

Pada akhirnya, reviewer menyebut Honor 400 tetap menjadi smartphone menarik bagi pengguna yang menginginkan pengalaman “Huawei rasa Google”. Namun Honor dinilai perlu menyesuaikan strategi harga agar lebih kompetitif melawan Vivo V60 dan Oppo Reno14 yang kini mulai menggeser daya tarik Honor 400 di kelas Rp6-7 jutaan.

Baca Juga: Roadmap AI 2025: Panduan Lengkap Belajar AI dari Nol hingga AI Agent yang Bikin Industri Berubah Total

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Honor 400 diuji dua bulan #hadir dengan kamera 200 MP #AI canggih #dan rasa Huawei plus Google. Ini kelebihan dan kekurangannya.