Honor 400 Setelah Dipakai Dua Bulan, Kamera 200 MP dan AI Canggih Jadi Nilai Jual, Tapi Mulai Tertekan Vivo V60

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Senin, 25 Mei 2026 | 16:20 WIB
Honor 400 hadir dengan kamera 200 MP, AI canggih, dan Google penuh, tetapi mulai mendapat tekanan dari Vivo V60 dan Oppo Reno14 (Pinterest).
Honor 400 hadir dengan kamera 200 MP, AI canggih, dan Google penuh, tetapi mulai mendapat tekanan dari Vivo V60 dan Oppo Reno14 (Pinterest).

TRENGGALEK NJENGGELEK - Honor 400 menjadi salah satu smartphone comeback paling menarik di pasar Indonesia setelah Honor resmi kembali bersaing di kelas menengah premium. Dibanderol Rp6,9 juta saat preorder, Honor 400 langsung mencuri perhatian karena menawarkan kombinasi desain premium, layanan Google penuh, kamera 200 MP, dan fitur AI yang disebut mirip pengalaman memakai Huawei.

Namun setelah digunakan selama hampir dua bulan, Honor 400 ternyata punya sejumlah kelebihan sekaligus kelemahan yang membuat persaingannya dengan Vivo V60, Oppo Reno14, hingga Samsung Galaxy A56 semakin ketat.

Smartphone ini bahkan disebut sebagai gambaran “what if” apabila Huawei masih memiliki hubungan baik dengan Google dan Amerika Serikat. Sebab, karakter desain dan software Honor 400 masih terasa sangat kental dengan DNA Huawei.

Baca Juga: VinFast Motor Listrik Disebut Lebih Irit dan Ramah Lingkungan, Ini Keunggulan yang Bikin Konsumen Tertarik

Honor 400 Tawarkan Desain Premium dan Layar Kelas Flagship

Secara desain, Honor 400 tampil elegan dengan bentuk yang disebut sangat mirip iPhone dan Oppo Reno14. Bodinya mengusung konsep flat pada kaca depan, belakang, hingga frame samping.

Varian warna biru yang diuji reviewer hadir dengan tekstur bergelombang mirip sandstone yang membuat tampilannya lebih unik. Meski frame dan backdoor masih menggunakan plastik, build quality perangkat tetap terasa solid.

“Enggak masalah sih mirip iPhone yang penting cakep,” ujar reviewer dalam video ulasannya.

Honor 400 membawa layar AMOLED 6,55 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 120Hz. Panelnya sudah mendukung warna 10-bit dan color gamut DCI-P3 sehingga tampilan warna terlihat kaya dan tajam.

Brightness layar juga menjadi salah satu nilai jual utama. Honor mengklaim peak brightness HDR mencapai 5.000 nits dan reviewer mengaku layar tetap terlihat jelas saat dipakai di bawah terik matahari.

Selain itu, tersedia fitur Sunlight Display yang bekerja mirip Vision Booster milik Samsung untuk meningkatkan visibilitas layar di kondisi terang.

Honor juga menyematkan Ultra High Frequency PWM Dimming agar mata lebih nyaman saat menatap layar dalam waktu lama. Ada pula fitur Motion Sickness Relief yang diklaim membantu mengurangi mabuk saat menggunakan HP di kendaraan berjalan.

Baca Juga: VinFast Motor Listrik Siap Ramaikan Pasar Indonesia, Pengamat Sebut Persaingan Otomotif Makin Panas

Kamera 200 MP dan AI Honor 400 Jadi Andalan

Salah satu kekuatan utama Honor 400 ada pada sektor kamera. Smartphone ini dibekali kamera utama 200 MP dengan OIS dan ultrawide 12 MP autofocus yang juga bisa dipakai untuk foto makro.

Reviewer memuji kualitas kamera utama Honor 400, terutama untuk portrait dan fotografi low light. Hasil fotonya disebut tajam dengan dynamic range luas serta warna yang hidup tanpa terlihat berlebihan.

Honor juga menyediakan tiga color profile yakni Vibrant, Natural, dan Authentic untuk menyesuaikan karakter foto sesuai selera pengguna.

“Natural bokehnya creamy banget dan warna fotonya enak dilihat,” ujar reviewer.

Meski tidak memiliki kamera telefoto, Honor memanfaatkan teknologi in-sensor zoom dari sensor 200 MP. Hasil zoom hingga 10x masih dianggap cukup baik untuk kelas menengah.

Namun kekurangan mulai terlihat saat merekam video zoom. Reviewer menilai kualitasnya masih kalah dibanding HP yang memakai lensa telefoto sungguhan karena terlihat seperti digital zoom biasa.

Di sisi AI, Honor 400 menjadi salah satu smartphone mid-range dengan fitur paling lengkap. Mulai dari AI Eraser, AI Writing, AI Translate, AI Call Translation, hingga AI Deepfake Detection tersedia langsung di perangkat ini.

Fitur yang paling mencuri perhatian adalah AI Image to Video berbasis Google Veo yang mampu mengubah foto menjadi video animasi pendek berdurasi lima detik.

Meski demikian, fitur tersebut masih memiliki batas penggunaan harian dan belum mendukung prompt khusus untuk mengatur gerakan video.

Baca Juga: Fortuner VRZ Diesel 2019 Dijual Rp365 Juta, Harga di Bawah Pasaran Bikin Pemburu SUV Bekas Langsung Serbu

Snapdragon 7 Gen 3 Dinilai Mulai Kurang Kompetitif

Honor 400 menggunakan Snapdragon 7 Gen 3 dengan RAM 12 GB dan storage 512 GB UFS 3.1. Untuk pemakaian harian, performanya disebut mulus dan cukup gegas untuk multitasking maupun gaming.

Game seperti PUBG Mobile, Delta Force, hingga Farlight masih dapat dimainkan dengan nyaman. Namun reviewer menyebut Honor tidak membidik gamer hardcore seperti Poco atau iQOO yang lebih agresif di sektor chipset.

“Smooth-nya masih smooth kelas menengah,” kata reviewer.

Menurutnya, Magic OS 9 berbasis Android 15 memang terasa nyaman, tetapi animasinya masih kalah halus dibanding ColorOS milik Oppo atau HyperOS Xiaomi.

Honor sendiri menjanjikan update hingga enam tahun yang membuatnya mulai mendekati Samsung dalam urusan dukungan software.

Di sisi baterai, Honor 400 membawa kapasitas 6000 mAh dengan fast charging 66 watt. Daya tahan dan kecepatan pengisian ulang disebut memuaskan untuk penggunaan harian.

Meski begitu, kehadiran Vivo V60 dan Oppo Reno14 membuat posisi Honor 400 semakin tertekan. Reviewer menilai Honor perlu menghadirkan strategi harga yang lebih agresif atau menyediakan varian 256 GB agar lebih kompetitif di kelas Rp6-7 jutaan.

Baca Juga: VinFast Motor Listrik Jadi Perbincangan, Teknologi Modern dan Desain Premium Dinilai Cocok untuk Anak Muda

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Honor 400 Snapdragon 7 Gen 3 review Honor 400 AI Honor 400 Kamera 200 MP