TRENGGALEK NJENGGELEK - ChatGPT menghadirkan fitur finansial terbaru yang memungkinkan pengguna menghubungkan rekening bank, investasi, hingga kartu kredit langsung ke dalam sistem AI. Fitur baru ChatGPT Finance ini diklaim mampu membantu pengguna mengatur anggaran, menganalisis pengeluaran, memantau portofolio saham, hingga membuat perencanaan keuangan secara otomatis.
Kehadiran fitur tersebut langsung menjadi perhatian karena dinilai bisa mengubah cara masyarakat mengelola keuangan pribadi. Dalam sebuah video ulasan di YouTube, seorang kreator teknologi bahkan rela membayar USD 100 atau sekitar Rp1,6 juta untuk mencoba lebih awal fitur tersebut melalui paket ChatGPT Pro.
Fitur finansial ChatGPT saat ini masih tersedia terbatas untuk pengguna Pro dan disebut akan segera hadir untuk pengguna Plus maupun gratis secara bertahap.
ChatGPT Kini Bisa Terhubung ke Rekening dan Investasi Pengguna
Dalam demonstrasi yang dibagikan melalui video, pengguna memperlihatkan bagaimana ChatGPT Finance bekerja setelah terhubung ke rekening bank dan akun investasi Robinhood.
Setelah proses sinkronisasi selesai, ChatGPT langsung menampilkan berbagai menu analisis keuangan seperti subscription overview, reduce spending, portfolio update, loan payoff plan, hingga fraud review.
“ChatGPT tidak bisa mengambil uang dari rekening karena aksesnya hanya read-only,” ujar kreator tersebut.
Ia menjelaskan sistem hanya membaca data transaksi untuk membantu memberikan rekomendasi finansial. Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah kemampuan AI menganalisis pengeluaran bulanan secara otomatis.
Dari hasil analisis awal, sistem mendeteksi pengeluaran sekitar USD 2.000 per bulan yang sebagian besar berasal dari kebutuhan utama seperti cicilan rumah, asuransi kendaraan, sekolah anak, dan tagihan rutin lainnya.
ChatGPT juga mencoba mengidentifikasi pengeluaran non-esensial yang berpotensi dipangkas. Salah satu yang disorot adalah biaya gym membership serta beberapa layanan langganan digital.
Namun, pengguna mengaku sebagian besar pengeluaran digital tersebut memang digunakan untuk kebutuhan pekerjaan dan produksi konten berbasis AI.
“Semua tools ini saya gunakan untuk kerja dan produksi konten,” katanya.
AI Bisa Bantu Atur Budget hingga Deteksi Langganan Tak Terpakai
Fitur ChatGPT Finance disebut memiliki kemampuan mirip aplikasi pengatur keuangan seperti Rocket Money. Bedanya, AI dapat memberikan analisis dan rekomendasi secara lebih interaktif berdasarkan kebiasaan pengguna.
Dalam video tersebut, ChatGPT berhasil mendeteksi berbagai layanan berlangganan seperti Anthropic Claude, Suno AI, Coinbase, hingga Canva. Sistem juga memberi saran agar pengguna memeriksa layanan yang jarang dipakai agar pengeluaran lebih efisien.
Salah satu rekomendasi yang diberikan AI adalah mengaktifkan auto pay kartu kredit untuk menghindari bunga tinggi hingga 26,49 persen APR.
Selain itu, AI juga menyarankan pengguna memindahkan dana menganggur di rekening tabungan ke instrumen yang lebih produktif agar menghasilkan pendapatan tambahan.
Meski begitu, pengguna menilai sebagian saran yang diberikan masih tergolong umum dan belum terlalu mendalam. Beberapa rekomendasi bahkan dianggap hanya mengulang hal-hal dasar yang sebenarnya sudah diketahui pengguna.
“Ini lebih banyak menegaskan apa yang sebenarnya sudah saya tahu,” ujarnya.
AI juga membaca pola belanja pengguna di Walmart dan Target yang awalnya dianggap pengeluaran konsumtif. Namun setelah dijelaskan, sebagian besar transaksi tersebut ternyata berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, bahan makanan, hingga bahan bakar kendaraan.
Kekhawatiran Soal Keamanan Data Jadi Sorotan Utama
Meski dinilai sangat membantu, fitur finansial ChatGPT juga memunculkan kekhawatiran baru soal keamanan data pribadi pengguna. Banyak pihak khawatir informasi rekening, transaksi, hingga investasi rentan bocor apabila terjadi peretasan sistem.
Pengguna dalam video itu mengakui risiko keamanan tetap ada, terutama jika terjadi serangan terhadap backend sistem AI atau layanan pihak ketiga yang digunakan untuk menghubungkan data finansial.
“Ada kemungkinan buruk kalau sistem diretas dan data akun pengguna bocor,” katanya.
Namun, ia menilai risiko tersebut tidak jauh berbeda dibanding layanan finansial digital lain yang selama ini juga mengakses data pengguna melalui sistem serupa seperti Plaid.
Di sisi lain, fitur ChatGPT Finance dinilai bisa menjadi alat revolusioner bagi masyarakat modern yang ingin mengatur keuangan secara lebih praktis dan otomatis.
Selain membantu membuat anggaran, AI juga disebut berpotensi membantu perencanaan liburan, renovasi rumah, pengelolaan investasi, hingga strategi penghematan bulanan.
Di akhir video, pengguna menyimpulkan fitur finansial ChatGPT masih memiliki banyak potensi untuk berkembang. Ia bahkan berencana menggunakan AI tersebut untuk membuat budget otomatis dan mengelola strategi investasi pribadi di masa mendatang.
Editor : Dinar Ananda Putri