TRENGGALEK NJENGGELEK - Teknologi kecerdasan buatan atau AI semakin masuk ke kehidupan sehari-hari. OpenAI kini menghadirkan fitur finansial di ChatGPT yang dapat terhubung langsung dengan rekening bank dan investasi pengguna, sementara Tencent mengembangkan asisten AI mirip Jarvis yang mampu mengontrol komputer dan ponsel. Di saat bersamaan, Claude AI disebut membantu seseorang menemukan kembali lima Bitcoin senilai hampir Rp6 miliar yang hilang selama 11 tahun.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana AI tidak lagi sekadar alat percakapan, tetapi mulai mengambil peran dalam pengelolaan keuangan, pekerjaan digital, hingga pemulihan aset kripto.
Tiga inovasi AI itu langsung menjadi sorotan karena menawarkan kemudahan baru sekaligus memunculkan kekhawatiran terkait keamanan data pribadi pengguna.
ChatGPT Kini Bisa Terhubung ke Rekening dan Portofolio Investasi
OpenAI resmi meluncurkan integrasi finansial di ChatGPT untuk pengguna Pro di Amerika Serikat. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat menghubungkan rekening bank, kartu kredit, pinjaman, hingga portofolio investasi langsung ke sistem AI.
OpenAI menggunakan layanan Plaid yang mendukung lebih dari 12 ribu institusi keuangan untuk proses sinkronisasi data. Nantinya, dukungan terhadap layanan Intuit juga akan ditambahkan.
Setelah akun terhubung, ChatGPT dapat menampilkan dashboard finansial berisi saldo, transaksi, tagihan, investasi, langganan bulanan, hingga performa portofolio pengguna.
Menariknya, pengguna bisa berdiskusi langsung dengan AI mengenai kondisi keuangan pribadi berdasarkan data nyata, bukan sekadar simulasi umum.
“ChatGPT sekarang bisa melihat pola pengeluaran asli pengguna dan memberi saran spesifik,” demikian dijelaskan dalam video ulasan teknologi tersebut.
Pengguna dapat meminta AI menghitung kemampuan finansial untuk liburan, pembelian rumah, hingga mengevaluasi pengeluaran bulanan. Sistem disebut menggunakan model GPT-5.5 Thinking yang dirancang untuk menangani konteks finansial kompleks.
OpenAI mengklaim model tersebut telah diuji lebih dari 50 profesional keuangan dan memperoleh skor 79 hingga 82,5 poin dalam benchmark internal terkait tugas finansial.
Meski demikian, isu keamanan data tetap menjadi perhatian utama. OpenAI menegaskan ChatGPT hanya memiliki akses read-only sehingga tidak bisa memindahkan uang atau melakukan transaksi atas nama pengguna.
Tencent Kembangkan AI Mirip Jarvis yang Bisa Kontrol Komputer dan Ponsel
Sementara itu, perusahaan teknologi asal Tiongkok, Tencent, memperkenalkan asisten AI bernama Marvis yang disebut memiliki kemampuan mirip Jarvis dalam film Iron Man.
Berbeda dengan chatbot biasa, Marvis dirancang bekerja di level sistem operasi sehingga dapat mengontrol aplikasi, menjalankan program, mengelola file, hingga membuat dokumen secara otomatis.
AI tersebut dapat berjalan di Windows PC dan Android, sementara dukungan untuk iOS serta macOS sedang dikembangkan.
Tencent menyebut Marvis bekerja menggunakan sistem multi-agent yang memungkinkan beberapa AI bekerja bersamaan dalam satu tugas. Dalam antarmukanya, setiap agen AI digambarkan sebagai karakter virtual yang dapat menerima dan menjalankan pekerjaan tertentu.
Dalam pengujian, Marvis mampu mencari file gambar tertentu di komputer, menganalisis spesifikasi perangkat untuk menjalankan game, hingga membuat sistem manajemen data berbasis AI tanpa pengguna menulis kode.
Namun, teknologi ini juga masih memiliki kelemahan. Pada salah satu pengujian, Marvis menghabiskan dua juta token hanya untuk mencari gambar tertentu di dalam folder komputer pengguna.
Meski belum sempurna, Tencent menilai teknologi tersebut menjadi fondasi awal menuju AI worker yang mampu membantu pekerjaan digital secara otomatis selama 24 jam.
Claude AI Bantu Temukan Bitcoin Rp6 Miliar yang Hilang 11 Tahun
Kisah paling mengejutkan datang dari Claude AI milik Anthropic. Seorang pengguna mengaku berhasil menemukan kembali lima Bitcoin senilai hampir USD 400 ribu atau sekitar Rp6 miliar setelah kehilangan akses selama lebih dari satu dekade.
Bitcoin tersebut dibeli saat harga masih sekitar USD 250 per keping. Masalah bermula ketika pemilik akun mengganti password dompet kripto dalam kondisi mabuk saat kuliah, lalu melupakan kata sandi tersebut.
Selama bertahun-tahun, ia mencoba berbagai metode brute force tanpa hasil. Hingga akhirnya, ia mengunggah file lama dari komputer kuliah ke Claude AI.
Claude ternyata tidak membobol enkripsi Bitcoin seperti rumor yang beredar. AI hanya membantu mengorganisasi file lama dan menemukan wallet.dat versi lama yang dibuat sebelum password diubah.
Dengan bantuan mnemonic recovery phrase lama, pengguna akhirnya berhasil membuka kembali dompet kripto tersebut.
“Claude tidak meretas Bitcoin, hanya membantu menemukan petunjuk penting di antara data lama,” demikian dijelaskan dalam video.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya menyimpan recovery phrase dan backup wallet kripto dengan aman. Sebab, jutaan Bitcoin diyakini masih terkunci akibat pengguna lupa password atau kehilangan akses sejak masa awal perkembangan aset digital tersebut.
Editor : Dinar Ananda Putri