TRENGGALEK NJENGGELEK - ChatGPT 5.5 mulai mencuri perhatian setelah diklaim mampu membantu pekerjaan finansial dan pengolahan spreadsheet secara lebih canggih. Dalam sebuah uji coba terbaru, kemampuan AI buatan OpenAI itu diuji untuk membuat dashboard startup, model keuangan tiga laporan, hingga file Excel editable yang biasa dipakai analis keuangan profesional.
Fitur baru ChatGPT 5.5 tersebut disebut unggul dalam reasoning finansial, visualisasi data, dan integrasi spreadsheet. Pengujian dilakukan langsung oleh kreator konten finansial yang mencoba membandingkan performa ChatGPT 5.5 dengan AI lain seperti Anthropic Claude 4.6.
Dalam video tersebut, penguji meminta ChatGPT 5.5 membuat ringkasan finansial startup dari fase Series A menuju Series B. Hasil awalnya langsung menarik perhatian karena AI mampu menyusun tampilan dashboard lengkap berisi KPI, laporan laba rugi, neraca, hingga arus kas dengan desain visual yang mirip presentasi investor profesional.
Baca Juga: Toyota Alphard 2016 Kini Cuma Rp400 Jutaan, Tapi Biaya Perawatannya Bikin Kaget Calon Pembeli
ChatGPT 5.5 Dinilai Mampu Pahami Logika Finansial Startup
Penguji mencoba mengecek apakah data yang dibuat ChatGPT 5.5 masuk akal secara finansial. AI tersebut menghasilkan estimasi ARR sebesar USD 8,3 juta dengan revenue USD 6,8 juta, gross margin tinggi khas bisnis SaaS, serta kerugian bersih yang masih wajar untuk startup yang sedang bertumbuh.
“Ini cukup realistis untuk startup antara Series A dan Series B,” ujar penguji dalam videonya.
Tak hanya itu, AI juga mampu menyusun waterfall chart untuk menjelaskan perjalanan keuangan perusahaan dari revenue hingga net loss sekitar USD 4 juta. Dashboard tersebut bahkan dilengkapi grafik cash flow, deferred revenue, hingga jumlah karyawan sekitar 62 orang.
Penguji lalu meminta ChatGPT 5.5 mengubah desain visual menjadi gaya koran klasik hitam-putih ala media bisnis. Meski sempat menolak meniru branding media tertentu secara langsung, AI tetap berhasil membuat desain baru dengan nuansa “newspaper style” lengkap dengan layout kolom dan warna khas koran.
Kemampuan visual ini dianggap jauh lebih maju dibanding generasi AI sebelumnya, terutama karena AI mampu memahami konteks presentasi finansial profesional.
Uji Integrasi Excel Jadi Sorotan Utama
Bagian paling menarik muncul ketika ChatGPT 5.5 diminta memindahkan seluruh dashboard tersebut ke dalam file Excel editable.
AI kemudian membuat workbook lengkap berisi tab infographic dan input data. Saat file dibuka, memang muncul notifikasi repair pada Excel. Namun setelah dipulihkan, sebagian besar elemen dashboard berhasil tampil dengan baik.
Yang mengejutkan, AI ternyata tidak hanya memasukkan angka biasa. ChatGPT 5.5 menggunakan formula, karakter visual, dan fungsi Excel tertentu untuk meniru tampilan grafik langsung di spreadsheet.
Penguji lalu mengubah angka revenue dari USD 6,8 juta menjadi USD 10,8 juta. Hasilnya, seluruh dashboard otomatis ikut berubah secara dinamis.
“Dari satu prompt saja, dia bisa membuat desain infographic lalu mengubahnya menjadi spreadsheet yang editable. Ini cukup gila,” kata penguji.
Setelah itu, pengujian naik level. ChatGPT 5.5 diberi laporan keuangan asli berupa income statement dan balance sheet untuk membuat three-statement financial model lengkap hingga 2026.
AI diminta membuat:
-
Income statement
-
Balance sheet
-
Cash flow statement
-
Drivers tab
-
Error checks
-
Dashboard gaya newspaper
Proses pengerjaan memakan waktu sekitar 14 menit.
Hasil Akhir Belum Sempurna, Tapi Dinilai Sangat Menjanjikan
Meski hasil akhirnya belum sepenuhnya mulus, ChatGPT 5.5 dinilai berhasil melewati tantangan besar dalam modeling finansial.
Awalnya, file yang dihasilkan mengalami error akibat external reference bernama “drivers”. Setelah diperbaiki, workbook akhirnya bisa berjalan normal dengan berbagai fitur dinamis.
AI bahkan mampu membuat:
-
Error checking otomatis
-
Supporting schedules
-
Forecasting dasar
-
Integrasi cash flow ke balance sheet
-
Dashboard visual untuk presentasi
Beberapa bagian memang masih dianggap kurang presisi. Misalnya klasifikasi akun biaya yang sedikit aneh dan formatting Excel yang belum rapi sepenuhnya.
Namun secara keseluruhan, penguji mengaku cukup terkesan.
“Dia berhasil membuat model tiga laporan, error checks, sampai dashboard visual. Jujur saya cukup impressed,” ujarnya.
Kemunculan ChatGPT 5.5 ini memicu diskusi baru di kalangan analis keuangan dan pekerja FP&A. Banyak yang mulai mempertanyakan apakah AI nantinya bisa menggantikan sebagian pekerjaan analis finansial.
Meski begitu, penguji menilai AI saat ini masih lebih cocok dijadikan asisten kerja dibanding pengganti penuh manusia. Sebab validasi, logika bisnis, dan pengambilan keputusan tetap membutuhkan pengalaman profesional.
Yang jelas, perkembangan AI untuk spreadsheet dan modeling finansial kini bergerak jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu.
Editor : Dinar Ananda Putri