TRENGGALEK NJENGGELEK- Samsung Galaxy S24 FE hadir sebagai smartphone flagship Samsung paling terjangkau pada 2024 dengan membawa banyak peningkatan dibanding Galaxy S23 FE. Mulai dari layar lebih besar 6,7 inci, performa Exynos 2400E, baterai lebih awet, hingga dukungan Galaxy AI lengkap dengan fitur offline menjadi daya tarik utama perangkat ini.
Samsung membanderol Galaxy S24 FE mulai Rp9.999.000 untuk varian RAM 8GB dan penyimpanan 128GB. Sementara varian 256GB dijual Rp10.999.000. Harga tersebut membuat Galaxy S24 FE menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang ingin merasakan pengalaman flagship Samsung tanpa harus membeli Galaxy S24 reguler atau Ultra.
Selain membawa desain premium khas seri Galaxy S, Samsung juga menyematkan fitur unggulan seperti Samsung DeX, USB 3.2 Gen 1 dengan display output, wireless charging, IP68, serta update Android hingga tujuh tahun.
Samsung Galaxy S24 FE Hadir dengan Desain Premium dan Layar Lebih Besar
Samsung Galaxy S24 FE tampil dengan desain flat khas Galaxy S24 Series. Frame menggunakan aluminium dengan lapisan Gorilla Glass Victus Plus di bagian depan dan belakang.
Dimensinya mencapai 162 x 77,3 x 8 mm dengan bobot 213 gram. Smartphone ini memang sedikit lebih besar dibanding Galaxy S23 FE karena kini memakai layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci.
Layar tersebut memiliki resolusi Full HD+ dengan refresh rate adaptif hingga 120Hz. Tingkat kecerahannya bahkan mampu mencapai 1.900 nits sehingga tetap nyaman digunakan di bawah terik matahari.
Samsung juga menyematkan stereo speaker dengan dukungan Dolby Atmos. Selain itu, Galaxy S24 FE sudah memiliki sertifikasi IP68 yang membuat perangkat tahan debu dan air.
“Samsung fokus pada optimalisasi dan fitur-fiturnya. Meski baterainya 4.700mAh, ternyata bisa lebih awet dibanding HP 5.000mAh,” ujar reviewer dalam pengujian perangkat tersebut.
Di sektor keamanan, Samsung menghadirkan Samsung Knox, Knox Matrix, Secure Folder, hingga Auto Blocker untuk mencegah instalasi aplikasi berbahaya.
Performa Exynos 2400E dan Gaming Galaxy S24 FE Tetap Kencang
Samsung Galaxy S24 FE menggunakan chipset Exynos 2400E berbasis fabrikasi 4nm. Chipset ini merupakan versi efisiensi dari Exynos 2400 yang dipakai Galaxy S24 reguler.
Meski memiliki clock speed sedikit lebih rendah, performanya tetap tergolong tinggi untuk kelas flagship. Dalam pengujian AnTuTu v10, Galaxy S24 FE mampu meraih skor hingga 1,7 juta poin.
Untuk gaming, perangkat ini masih sanggup menjalankan game berat seperti Genshin Impact di setting highest dengan rata-rata frame rate sekitar 50 fps tanpa kipas tambahan. Saat menggunakan fan cooler, performanya meningkat hingga rata-rata 56 fps.
Mobile Legends juga dapat berjalan di 120 fps dengan frame rate stabil di kisaran 100 hingga 120 fps. PUBG Mobile mendukung mode Extreme Plus hingga 90 fps.
Samsung turut meningkatkan sistem pendingin vapor chamber sekitar 10 persen lebih besar dibanding Galaxy S23 FE. Namun saat memainkan game berat, suhu bodi tetap bisa mencapai 44 hingga 45 derajat Celsius.
Baterai 4.700mAh yang dibawa Galaxy S24 FE menunjukkan hasil cukup impresif. Dalam pengujian YouTube offline 1080p, perangkat mampu bertahan hingga 25 jam.
Pengisian dayanya masih bertahan di 25W. Baterai dapat terisi 50 persen dalam waktu 25 menit dan penuh dalam sekitar 1 jam 19 menit.
Kamera dan Galaxy AI Jadi Senjata Utama Samsung Galaxy S24 FE
Samsung Galaxy S24 FE dibekali kamera utama 50MP dengan OIS, kamera telephoto 8MP optical zoom 3x, dan ultrawide 12MP. Kamera depannya menggunakan sensor 10MP yang sudah mendukung perekaman 4K 60fps.
Kualitas kameranya disebut mengalami peningkatan berkat dukungan ProVisual Engine berbasis AI. Kamera utama bahkan mampu merekam video hingga resolusi 8K 30fps.
Samsung juga membawa total 12 fitur Galaxy AI di perangkat ini. Lima di antaranya dapat berjalan secara offline tanpa koneksi internet.
Beberapa fitur unggulan Galaxy AI yang hadir antara lain Photo Assist, Sketch to Image, Portrait Studio, Circle to Search, AI Composer, Live Translate, Interpreter, hingga Note Assist dengan PDF Overlay.
Fitur-fitur tersebut memungkinkan pengguna mengedit foto dengan AI, menerjemahkan percakapan secara langsung, hingga membuat teks otomatis dalam bahasa Indonesia.
Samsung juga mempertahankan fitur Samsung DeX dan Quick Share untuk menunjang produktivitas pengguna.
Secara keseluruhan, Galaxy S24 FE memang dirancang sebagai flagship Samsung dengan kompromi yang masih bisa diterima. Bezel layar memang belum setipis Galaxy S24 reguler dan pengisian dayanya belum secepat kompetitor lain, tetapi kombinasi fitur premium, Galaxy AI, performa kencang, dan update panjang membuat smartphone ini menjadi salah satu flagship paling menarik di kelas harga Rp10 jutaan.
Baca Juga: Gajah Mada dan Sumpah Palapa: Ambisi Menyatukan Nusantara yang Membawa Majapahit ke Puncak Kejayaan
Editor : Fadhilah Salsa Bella