TRENGGALEK NJENGGELEK - Samsung Galaxy S24 FE kini mengalami penurunan harga cukup drastis setelah sekitar sembilan bulan sejak peluncurannya. Smartphone flagship “Fan Edition” Samsung itu yang awalnya dijual mulai Rp9 jutaan hingga Rp10 jutaan, kini sudah bisa ditemukan di marketplace dengan harga Rp6,7 juta hingga Rp7,6 juta untuk varian 8/256GB.
Penurunan harga tersebut membuat Samsung Galaxy S24 FE kembali menarik perhatian, terutama bagi pengguna yang mencari HP flagship Samsung dengan performa tinggi, kamera lengkap, dan dukungan update panjang tanpa harus membeli seri Galaxy S25.
Meski begitu, setelah sembilan bulan pemakaian, beberapa kekurangan Galaxy S24 FE ternyata masih terasa, mulai dari suhu bodi yang cepat hangat hingga pengisian daya yang mulai tertinggal dibanding rival di kelasnya.
Samsung Galaxy S24 FE Masih Kencang, Tapi Baterainya Mulai Dibandingkan Galaxy A56
Samsung Galaxy S24 FE menggunakan chipset Exynos 2400E yang performanya masih tergolong sangat kencang untuk 2025. Setelah mendapat update One UI 7 berbasis Android 15, performanya justru disebut terasa lebih responsif dibanding saat awal rilis.
Animasi One UI 7 membuat pengalaman penggunaan harian terasa lebih mulus. Multitasking, gaming, hingga perpindahan aplikasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Namun, sektor baterai menjadi salah satu bagian yang paling banyak dibandingkan dengan Samsung Galaxy A56. Meski sama-sama memakai chipset Exynos dan One UI 7, Galaxy A56 dinilai lebih irit terutama saat gaming.
Dalam pengujian bermain Mobile Legends dengan pengaturan serupa, Samsung Galaxy S24 FE disebut memiliki konsumsi daya lebih boros hingga terasa seperti selisih kapasitas 1.000mAh.
“Kalau dipakai entertainment seperti YouTube atau Instagram memang selisihnya kecil. Tapi makin lama dipakai, selisih 5 persen itu terasa banget,” ungkap reviewer dalam videonya.
Meski demikian, One UI 7 disebut berhasil meningkatkan screen-on-time sekitar 10 hingga 20 menit dibanding sebelumnya.
Sayangnya, pengisian daya 25W kini mulai terasa tertinggal, terutama setelah Samsung Galaxy A56 hadir dengan fast charging 45W. Walau begitu, Galaxy S24 FE masih punya keunggulan berupa wireless charging dan reverse wireless charging yang belum tersedia di lini Galaxy A Series.
Baca Juga: Misteri Candi Dadi Tulungagung, Peninggalan Majapahit di Puncak Bukit yang Tak Pernah Tergenang Air
Kamera Samsung Galaxy S24 FE Masih Jadi Salah Satu yang Paling Lengkap
Samsung Galaxy S24 FE tetap menawarkan salah satu konfigurasi kamera paling lengkap di kelas harga Rp6 jutaan hingga Rp7 jutaan.
Perangkat ini memiliki kamera utama, ultrawide, dan telephoto yang semuanya dinilai masih sangat usable untuk kebutuhan harian maupun content creation.
Setelah update One UI 7, Samsung juga menghadirkan animasi perpindahan lensa yang lebih mulus saat berpindah dari ultrawide ke kamera utama.
Dalam kondisi daylight, hasil foto Galaxy S24 FE disebut memiliki karakter perpaduan antara Samsung Galaxy A56 dan Galaxy S25. Warna terlihat semi-natural dengan dynamic range khas Samsung yang kuat.
Namun, reviewer menilai detail kamera Galaxy S24 FE masih belum konsisten. Dalam beberapa kondisi, Samsung Galaxy A56 justru dianggap menghasilkan detail yang lebih merata, terutama di kondisi low light dan zoom digital.
Meski begitu, kamera telephoto Galaxy S24 FE tetap menjadi nilai tambah penting karena fitur tersebut tidak dimiliki Galaxy A56.
“Kualitas videonya bagus, kameranya lengkap banget, bahkan kebagian fitur AI penting,” ujar reviewer.
Stabilisasi video juga masih tergolong sangat baik, bahkan dibandingkan Galaxy S25 reguler.
Baca Juga: Misteri Candi Dadi Tulungagung, Peninggalan Majapahit di Puncak Bukit yang Tak Pernah Tergenang Air
One UI 7 dan Galaxy AI Jadi Nilai Jual Besar Samsung Galaxy S24 FE
Salah satu keunggulan terbesar Samsung Galaxy S24 FE saat ini adalah dukungan software yang panjang dan konsisten.
Perangkat ini sudah menerima update Android 15 dan One UI 7. Samsung juga disebut rutin memberikan update keamanan bulanan. Total selama sembilan bulan, Galaxy S24 FE telah menerima sekitar 11 kali pembaruan software.
Samsung menjanjikan dukungan update hingga tujuh tahun sehingga usia perangkat ini masih sangat panjang.
One UI 7 juga membawa beberapa fitur Galaxy AI baru seperti Best Face dan Audio Eraser. Best Face memungkinkan pengguna memperbaiki foto orang yang berkedip, sementara Audio Eraser mampu menghilangkan noise latar belakang secara otomatis menggunakan AI.
Selain itu, fitur pencarian pengaturan menggunakan bahasa natural juga dinilai sangat membantu pengguna awam.
Meski begitu, reviewer masih mengkritik bodi Galaxy S24 FE yang terasa cukup besar, tebal, dan berat dibanding Galaxy A56. Suhu perangkat juga cepat terasa hangat, bahkan saat hanya digunakan untuk scrolling media sosial atau bermain game ringan tanpa AC.
Kini dengan harga yang sudah turun ke kisaran Rp6 jutaan hingga Rp7 jutaan, Samsung Galaxy S24 FE dianggap jauh lebih worth it dibanding saat awal peluncuran. Kombinasi performa flagship, kamera lengkap, Galaxy AI, Samsung DeX, dan dukungan software panjang membuat HP ini masih sangat menarik dibeli pada 2025.
Baca Juga: Misteri Candi Dadi Tulungagung, Peninggalan Majapahit di Puncak Bukit yang Tak Pernah Tergenang Air
Editor : Fadhilah Salsa Bella