TRENGGALEK NJENGGELEK- Tips HP tidak nge-lag saat main Mobile Legends ternyata tidak selalu bergantung pada kapasitas RAM atau spesifikasi tinggi. Banyak pengguna smartphone mengeluhkan performa game yang mulai menurun setelah pemakaian beberapa tahun meski perangkat awalnya memiliki spesifikasi mumpuni.
Masalah lag saat bermain Mobile Legends menjadi salah satu keluhan paling umum pengguna Android. Kondisi ini biasanya ditandai frame drop, game patah-patah, hingga performa yang menurun ketika push rank.
Padahal, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan performa HP gaming tanpa harus membeli perangkat baru. Mulai dari pengaturan sistem, membersihkan aplikasi tidak penting, hingga optimasi GPU dan thermal perangkat.
Mengatur Resolusi dan Opsi Pengembang Bisa Tingkatkan FPS
Salah satu cara paling sering digunakan untuk mengurangi lag saat bermain Mobile Legends adalah menurunkan resolusi layar. Metode ini dinilai efektif karena membuat beban GPU menjadi lebih ringan sehingga frame rate lebih stabil.
Pengguna Android dapat mengubah resolusi menggunakan berbagai metode, baik melalui aplikasi tambahan, ADB, maupun fitur downscale tanpa root. Cara ini cukup populer di kalangan gamer karena mampu meningkatkan performa terutama pada HP spesifikasi menengah ke bawah.
Selain resolusi, opsi pengembang atau developer options juga memiliki pengaruh besar terhadap performa game. Pada menu ini, pengguna bisa mengatur berbagai sistem yang berkaitan dengan grafis dan penggunaan RAM.
Beberapa pengaturan yang disebut efektif antara lain mengubah logger buffer size menjadi off, mengaktifkan opsi “don’t keep activities”, serta membatasi background process limit menjadi no background process.
Meski demikian, pengaturan tersebut memiliki konsekuensi. Misalnya aplikasi lain akan otomatis restart ketika pengguna berpindah dari game ke aplikasi berbeda.
Tips lain yang dianggap penting adalah menghapus aplikasi bawaan yang tidak digunakan. Pada beberapa antarmuka Android seperti MIUI, aplikasi tambahan yang berjalan di latar belakang dapat membebani RAM dan menurunkan performa game.
Baca Juga: 5 HP Layar Lengkung Paling Terjangkau, Vivo V25 Pro 5G hingga Infinix Bawa Desain Premium
Hindari Aplikasi Cleaner dan Game Booster Pihak Ketiga
Banyak pengguna Android masih percaya aplikasi cleaner atau game booster dari Play Store dapat mempercepat performa HP. Padahal, aplikasi semacam itu justru dinilai membuat perangkat semakin berat.
Aplikasi cleaner bekerja di latar belakang dan tetap menggunakan RAM serta CPU perangkat. Akibatnya, kapasitas memori yang seharusnya digunakan untuk game malah tersita oleh aplikasi tambahan tersebut.
Karena itu, pengguna disarankan menghindari penggunaan aplikasi pembersih otomatis maupun game booster pihak ketiga. Sebagai gantinya, pengguna cukup membersihkan cache atau menutup aplikasi yang benar-benar tidak diperlukan.
Metode lain yang cukup populer di kalangan gamer Android adalah freeze aplikasi. Fitur ini membuat aplikasi tertentu berhenti berjalan di latar belakang sehingga penggunaan RAM menjadi lebih ringan.
Pada beberapa smartphone, fitur freeze sudah tersedia bawaan sistem. Namun untuk perangkat lain, pengguna biasanya memanfaatkan akses root atau aplikasi tambahan seperti Scene dan kernel manager.
Selain freeze aplikasi, custom ROM juga sering digunakan untuk meningkatkan performa gaming. Banyak gamer memilih custom ROM karena sistemnya lebih ringan dibanding firmware bawaan pabrik.
Update Driver GPU dan Disable Thermal Jadi Solusi Gamer Android
Langkah yang mulai banyak digunakan gamer Android adalah update driver GPU. Pembaruan driver grafis dinilai mampu meningkatkan performa rendering game secara signifikan.
Dalam penjelasan tersebut disebutkan skor benchmark 3DMark dapat meningkat cukup jauh setelah update driver GPU dilakukan. Hal ini membuat performa gaming menjadi lebih stabil dan responsif.
Selain GPU, suhu perangkat juga menjadi faktor utama penyebab lag. Ketika HP terlalu panas, sistem otomatis menurunkan performa atau thermal throttling agar suhu tetap aman.
Akibatnya, Mobile Legends menjadi patah-patah setelah dimainkan cukup lama. Untuk mengatasi hal itu, sebagian pengguna memilih disable thermal menggunakan modul tertentu agar performa tetap stabil.
Namun metode ini memiliki risiko karena suhu perangkat bisa meningkat drastis. Begitu pula dengan overclock yang memungkinkan performa CPU dan GPU meningkat lebih tinggi.
Meski mampu membuat performa game lebih kencang, overclock tetap harus dilakukan hati-hati karena berpotensi merusak perangkat jika pengaturan tidak tepat.
Karena itu, pengguna disarankan memilih metode optimasi yang sesuai kemampuan perangkat agar HP tetap stabil saat bermain Mobile Legends tanpa harus mengalami lag berlebihan.
Editor : Cholifatun Nisak