Trenggalek Njenggelek- Infinix Hot 60 Pro Plus menjadi sorotan setelah hadir sebagai smartphone 2 jutaan dengan desain super tipis hanya 5,95 mm namun tetap membawa spesifikasi yang tergolong lengkap di kelasnya. Perangkat ini bahkan disebut sebagai salah satu HP layar lengkung tertipis dengan baterai besar 5.160 mAh, kamera 50 MP Sony IMX882, serta performa chipset Helio G200 yang mencetak skor AnTuTu sekitar 460 ribu poin.
Fenomena Infinix Hot 60 Pro Plus 2 jutaan tipis ini langsung menarik perhatian karena menggabungkan desain premium dengan harga terjangkau. Banyak pengguna penasaran apakah HP ini benar-benar hanya unggul di desain, atau juga mampu bersaing di performa harian, gaming, hingga fotografi di kelas entry-mid range.
Desain Super Tipis Jadi Daya Tarik Utama Infinix Hot 60 Pro Plus
Infinix Hot 60 Pro Plus hadir dengan ketebalan hanya 5,95 mm dan bobot sekitar 154–155 gram, menjadikannya salah satu smartphone paling tipis di kelasnya. Desain layar lengkung di bagian depan dan belakang membuat efek visualnya semakin ekstrem sehingga terasa sangat ringan saat digenggam.
Dalam video unboxing, perangkat ini bahkan dibandingkan dengan ponsel flagship tipis yang harganya mencapai hampir Rp20 juta. Namun Infinix berani membawanya ke segmen sekitar Rp2,5 juta tanpa mengorbankan terlalu banyak fitur penting.
Selain tipis, desain modul kamera belakangnya juga dibuat sederhana dengan gaya squircle. Meski terlihat memiliki beberapa lensa, sebenarnya hanya satu kamera utama yang aktif, sementara sisanya berfungsi sebagai elemen estetika. HP ini juga sudah membawa IR Blaster, fingerprint in-display, hingga sertifikasi IP64.
Spesifikasi dan Performa: Helio G200, AMOLED 144Hz, dan Baterai 5.160 mAh
Dari sisi spesifikasi, Infinix Hot 60 Pro Plus membawa layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144Hz. Resolusinya Full HD+ (1080 x 2400 piksel), bukan 1.5K seperti rumor yang beredar. Meski begitu, kualitas warna dan brightness diklaim tetap sangat baik, bahkan mencapai 1600 nits pada kondisi tertentu.
Performa perangkat ini ditenagai MediaTek Helio G200 yang menghasilkan skor AnTuTu sekitar 460 ribu poin. Chipset ini masih setara dengan seri G99 dan G100 yang umum di HP kelas 2 jutaan, sehingga cocok untuk gaming ringan hingga menengah seperti Mobile Legends dengan setting tinggi.
Sementara itu, baterai 5.160 mAh menjadi salah satu keunggulan besar mengingat bodinya yang sangat tipis. Pengisian daya juga sudah didukung fast charging 45W. Kombinasi ini membuat HP tetap kompetitif meski mengusung desain ekstrem tipis.
Kamera 50 MP dan Pengalaman Gaming: Bagus di Kelas Harga, Tapi Ada Batas
Sektor kamera menjadi salah satu kejutan terbesar. Infinix Hot 60 Pro Plus menggunakan sensor utama Sony IMX882 50 MP yang mampu menghasilkan foto dengan dynamic range luas, warna tajam, dan noise rendah bahkan dalam kondisi minim cahaya.
Untuk video, kamera depan mendukung hingga 2K 30fps, meski stabilisasi membuat resolusi turun ke 1080p. Kamera belakang juga dinilai cukup solid untuk kelas harga 2 jutaan, terutama dalam reproduksi warna dan detail.
Di sisi gaming, perangkat ini mampu menjalankan game populer dengan cukup stabil. Namun untuk game berat seperti Genshin Impact, rata-rata performa berada di kisaran 30 fps pada setting rendah. Suhu perangkat tetap terjaga di sekitar 40 derajat Celsius, meski bodinya sangat tipis yang biasanya rentan panas.
Kesimpulan: Tipis Ekstrem, Tapi Tetap Fungsional
Infinix Hot 60 Pro Plus membuktikan bahwa smartphone tipis tidak selalu harus mengorbankan banyak fitur. Dengan harga sekitar Rp2,5 juta, pengguna mendapatkan layar AMOLED 144Hz, kamera 50 MP, baterai besar, dan desain premium yang jarang ditemukan di kelasnya.
“Ini HP tipis tapi tidak banyak kompromi,” menjadi kesan utama dari pengujian perangkat ini. Meski bukan yang tercepat di kelasnya, kombinasi desain, fitur, dan harga membuatnya menjadi salah satu kandidat kuat di segmen HP 2 jutaan 2026.
Editor : Maylanni Diana Fitri