TRENGGALEK NJENGGALEK – Samsung Galaxy A57 5G kembali menjadi perbincangan setelah mengalami penurunan harga yang cukup signifikan di pasaran. Smartphone kelas menengah premium ini kini dijual mulai Rp6 jutaan, jauh lebih murah dibanding harga peluncurannya yang sempat menyentuh angka Rp8 jutaan.
Turunnya harga Samsung Galaxy A57 5G membuat banyak calon pembeli mulai mempertimbangkan perangkat tersebut sebagai pilihan baru. Namun di balik desain premium dan fitur unggulannya, masih ada sejumlah catatan yang membuat konsumen berpikir dua kali sebelum meminangnya.
Lantas, apakah Samsung Galaxy A57 5G masih layak dibeli pada 2026? Berikut ulasannya.
Desain Premium dengan Bodi Lebih Ringan
Salah satu peningkatan yang paling terasa pada Galaxy A57 5G adalah desainnya. Samsung menghadirkan bodi yang lebih tipis dan ringan dibanding generasi sebelumnya.
Bobot perangkat diklaim berkurang sekitar 20 gram dibanding Galaxy A56, sehingga lebih nyaman digunakan dalam waktu lama. Desainnya juga mengadopsi bahasa desain seri flagship Samsung Galaxy S26 dengan tampilan yang lebih modern dan elegan.
Tak hanya itu, Samsung kini menggunakan frame berbahan metal yang membuat perangkat terasa lebih kokoh dan premium dibandingkan smartphone kelas menengah pada umumnya.
Sertifikasi IP68 Jadi Nilai Tambah
Galaxy A57 5G sudah mengantongi sertifikasi IP68 yang membuatnya tahan terhadap debu dan air dalam kondisi tertentu.
Fitur ini menjadi salah satu keunggulan yang jarang ditemukan pada smartphone di kelas harga menengah. Pengguna tidak perlu terlalu khawatir saat perangkat terkena percikan air atau digunakan di lingkungan yang cukup ekstrem.
Selain itu, Samsung juga tetap mempertahankan kualitas audio yang baik melalui speaker stereo dengan karakter suara yang cukup seimbang dan volume yang kencang.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Setujui Penyertaan Modal BPR Jwalita, Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Dukungan Software Hingga 6 Tahun
Salah satu daya tarik utama Samsung Galaxy A57 5G adalah komitmen pembaruan perangkat lunaknya.
Samsung menjanjikan update sistem operasi dan keamanan hingga enam tahun. Dukungan jangka panjang tersebut membuat perangkat tetap relevan digunakan dalam waktu lama tanpa perlu sering berganti smartphone.
Fitur keamanan Samsung Knox juga masih menjadi andalan untuk melindungi data pengguna dari ancaman malware, phishing, hingga pencurian data digital.
Kamera 4K dan Fitur AI
Di sektor kamera, Galaxy A57 5G masih mendukung perekaman video hingga resolusi 4K 30fps baik pada kamera depan maupun belakang.
Samsung juga menyematkan fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI yang dapat memberikan rekomendasi edit foto secara otomatis setelah pengguna mengambil gambar.
Fitur ini ditujukan bagi pengguna yang ingin menghasilkan foto menarik tanpa harus menguasai teknik editing secara mendalam.
Harga Kini Lebih Masuk Akal
Saat pertama kali diluncurkan, harga Galaxy A57 5G sempat menuai kritik karena dianggap terlalu mahal.
Kini situasinya berbeda. Varian RAM 8 GB dengan penyimpanan 256 GB sudah bisa ditemukan di kisaran Rp6,8 jutaan. Sementara varian RAM 12 GB dan memori internal 256 GB dijual sekitar Rp7,5 jutaan.
Penurunan harga hingga sekitar Rp1,5 juta membuat posisi Galaxy A57 5G menjadi lebih kompetitif di kelasnya.
Masih Punya Sejumlah Kekurangan
Meski menawarkan banyak keunggulan, Galaxy A57 5G tetap memiliki beberapa kelemahan.
Salah satunya adalah bezel bawah layar yang masih terlihat lebih tebal dibanding sisi lainnya. Kondisi ini membuat tampilan layar terasa kurang simetris.
Selain itu, Samsung juga belum menyematkan fitur wireless charging yang mulai banyak ditemukan pada smartphone dengan harga serupa.
Dari sisi performa, penggunaan chipset Exynos 1680 dinilai belum memberikan peningkatan yang terlalu signifikan dibanding generasi sebelumnya. Untuk kebutuhan gaming berat seperti Genshin Impact, performanya belum mampu menjaga frame rate tinggi secara konsisten.
Di sektor kamera, Samsung juga tidak melakukan perubahan besar. Pengguna masih belum mendapatkan lensa telefoto, sementara sudut tangkap kamera ultrawide justru sedikit berkurang dibanding Galaxy A56.
Masih Layak untuk Pengguna Jangka Panjang
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 5G bukanlah smartphone yang menawarkan peningkatan revolusioner dibanding pendahulunya.
Namun kombinasi desain premium, frame metal, sertifikasi IP68, dukungan update hingga enam tahun, serta sistem keamanan Samsung Knox membuat perangkat ini tetap menarik bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan dan penggunaan jangka panjang.
Bagi pengguna yang fokus pada performa gaming maksimal, ada banyak alternatif lain yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi di rentang harga yang sama. Namun bagi mereka yang menginginkan smartphone stabil, aman, dan tahan digunakan bertahun-tahun, Galaxy A57 5G masih menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.
Editor : Gita Dwi Nuraini