TRENGGALEK NJENGGALEK – Samsung Galaxy A57 menjadi salah satu smartphone kelas menengah yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa bulan terakhir. Meski menawarkan desain premium dan pengalaman penggunaan khas Samsung, sejumlah pengguna dan reviewer menilai ponsel ini masih menyisakan dilema bagi calon pembeli.
Dalam ulasan setelah satu bulan penggunaan, Samsung Galaxy A57 disebut sebagai perangkat yang nyaman digunakan sehari-hari, tetapi belum tentu mudah direkomendasikan karena persaingan di kelas harga yang semakin ketat.
Salah satu peningkatan yang paling diapresiasi pada Samsung Galaxy A57 adalah kemampuan videonya. Fitur transisi antar lensa kini hadir dengan animasi yang lebih halus saat berpindah dari kamera ultrawide, kamera utama, hingga zoom. Fitur sederhana tersebut ternyata memberikan pengalaman perekaman video yang jauh lebih profesional dibanding generasi sebelumnya.
Selain itu, kualitas video malam hari juga mendapat pujian. Dalam kondisi minim cahaya, hasil rekaman Galaxy A57 dinilai mampu bersaing dengan beberapa smartphone kelas flagship. Tingkat noise relatif terkendali, detail tetap terjaga, dan dynamic range tampil cukup baik untuk ukuran ponsel midrange.
Kamera Masih Menjadi Andalan
Pada kondisi siang hari, kamera Samsung Galaxy A57 menghasilkan warna yang khas dengan perpaduan tone kebiruan dan sedikit hangat. Detail foto terlihat tajam dengan dynamic range yang konsisten.
Meski demikian, masih terdapat beberapa catatan. Kemampuan menangani highlight dinilai belum sebaik smartphone flagship. Selain itu, noise masih terlihat pada beberapa kondisi tertentu, terutama saat memotret area langit atau objek dengan pencahayaan kontras tinggi.
Untuk video, kamera utama mendukung perekaman hingga 4K 60 fps. Namun kamera depan dan lensa ultrawide masih terbatas pada 4K 30 fps.
Experience Jadi Nilai Jual Utama
Jika berbicara soal spesifikasi, Galaxy A57 memang tidak menawarkan lompatan besar. Smartphone ini masih mengandalkan chipset Exynos 1680 yang sering menjadi perdebatan di kalangan pengguna.
Namun keunggulan utama perangkat ini justru terletak pada pengalaman penggunaan atau user experience. Dukungan One UI 8.5 membuat animasi terasa mulus, responsif, dan minim gangguan.
Selama satu bulan pemakaian, perangkat mampu menjalankan aktivitas harian seperti chatting, multitasking, media sosial, hingga berpindah aplikasi dengan lancar tanpa bug yang mengganggu.
Banyak pengguna menilai pengalaman tersebut menjadi alasan mengapa Samsung tetap memiliki basis penggemar yang kuat meskipun spesifikasi di atas kertas sering kalah dari kompetitor.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Setujui Penyertaan Modal BPR Jwalita, Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Gaming Masih Jadi Catatan
Meski nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari, performa gaming Galaxy A57 masih menuai kritik. Saat memainkan Mobile Legends, refresh rate maksimal hanya terbuka hingga 90 FPS.
Dalam kondisi pertarungan ramai, frame rate juga dapat turun hingga sekitar 80 FPS. Sementara saat menjalankan Genshin Impact pada pengaturan medium 60 FPS, performa rata-rata berada di kisaran 37 hingga 45 FPS.
Meski bukan yang terbaik di kelasnya, sistem pendingin yang lebih baik membuat suhu perangkat tetap relatif terjaga selama sesi bermain yang panjang.
Baterai Awet dan Desain Semakin Premium
Samsung Galaxy A57 masih dibekali baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat 45 watt. Dalam penggunaan sehari-hari melalui jaringan 5G, konsumsi daya berada di kisaran 7 hingga 10 persen per jam.
Hasil tersebut dinilai cukup baik mengingat perangkat digunakan dengan tingkat kecerahan tinggi dan koneksi seluler aktif.
Di sektor desain, Galaxy A57 mendapatkan banyak apresiasi. Bobot yang ringan membuat perangkat nyaman digunakan dengan satu tangan dalam waktu lama. Meski menggunakan material premium, ponsel tetap terasa ringan tanpa memberikan kesan murahan.
Layar Super AMOLED Plus juga menghadirkan warna yang lebih hidup dengan tingkat respons sentuhan yang baik, terutama saat digunakan bermain game maupun menonton video.
Masih Layak Dibeli?
Setelah satu bulan penggunaan, Samsung Galaxy A57 dinilai bukan smartphone yang buruk. Sebaliknya, perangkat ini menawarkan pengalaman yang sangat mirip dengan lini flagship Samsung, terutama dari sisi software dan kenyamanan penggunaan.
Namun tantangan terbesar Galaxy A57 adalah harga dan persaingan pasar. Di rentang harga yang sama, banyak kompetitor menawarkan spesifikasi yang lebih agresif.
Karena itu, Samsung Galaxy A57 lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman penggunaan, kualitas software, dan dukungan jangka panjang dibanding sekadar spesifikasi tinggi di atas kertas.
Editor : Gita Dwi Nuraini