Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Honda Super One EV Muncul di Samsat DKI Jakarta, Harga Diprediksi Rp300 Jutaan dan Siap Tantang BYD hingga Wuling di Segmen Mobil Listrik

Fadhilah Salsa Bella • Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:09 WIB
Honda Super One EV muncul di Samsat DKI Jakarta. Mobil listrik Honda ini diprediksi dibanderol Rp300 jutaan dan siap menantang BYD (Pinterest).
Honda Super One EV muncul di Samsat DKI Jakarta. Mobil listrik Honda ini diprediksi dibanderol Rp300 jutaan dan siap menantang BYD (Pinterest).

TRENGGALEK NJENGGELEK - Nama Honda Super One EV tiba-tiba menjadi perbincangan di kalangan pecinta otomotif setelah terpantau muncul dalam database Samsat DKI Jakarta. Kemunculan nama kendaraan tersebut memicu spekulasi bahwa Honda tengah mempersiapkan mobil listrik baru untuk pasar Indonesia.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Honda Super One EV tercatat sekitar Rp257 juta. Meski angka tersebut belum mencerminkan harga jual resmi karena masih harus ditambah berbagai komponen pajak dan biaya lainnya, kemunculannya di database resmi menjadi sinyal kuat bahwa mobil ini sedang dipersiapkan untuk dipasarkan di Tanah Air.

Jika benar meluncur dalam waktu dekat, kehadiran Honda Super One EV akan menjadi langkah penting bagi Honda untuk bersaing lebih serius di pasar mobil listrik Indonesia yang saat ini masih didominasi merek-merek asal Tiongkok seperti BYD, Wuling, dan Chery.

Muncul di Database Samsat, Pertanda Siap Meluncur?

Dalam industri otomotif nasional, kemunculan nama kendaraan baru di database Samsat sering kali menjadi petunjuk awal sebelum peluncuran resmi. Karena itu, banyak pengamat menilai kemunculan Honda Super One EV bukan sekadar kebetulan.

Selama beberapa tahun terakhir, Honda memang terlihat lebih berhati-hati dibanding kompetitornya dalam memasuki pasar kendaraan listrik murni di Indonesia. Namun situasi pasar yang semakin berkembang membuat pabrikan asal Jepang tersebut diyakini mulai menyiapkan strategi yang lebih agresif.

Apalagi permintaan terhadap kendaraan listrik terus meningkat seiring bertambahnya infrastruktur pengisian daya dan berbagai insentif yang diberikan pemerintah.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Ceko 2026 dan Prediksi Balapan, Persaingan di Brno Dipastikan Berlangsung Sengit

Disebut Sebagai Brio Versi Listrik

Honda Super One EV disebut-sebut sebagai versi produksi dari Honda Super One Prototype yang sebelumnya diperkenalkan pada Japan Mobility Show 2025.

Secara dimensi, mobil ini memiliki panjang sekitar 3,5 meter, lebar 1,5 meter, dan wheelbase 2,5 meter. Ukuran tersebut menunjukkan karakter city car kompak yang dirancang khusus untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.

Karena bentuk dan dimensinya yang mirip dengan hatchback kecil, banyak pihak menjuluki Honda Super One EV sebagai "Brio versi listrik". Julukan tersebut muncul karena mobil ini diprediksi menyasar konsumen yang selama ini mengandalkan Honda Brio sebagai kendaraan harian.

Dengan ukuran yang kompak, mobil ini berpotensi menawarkan kelincahan tinggi saat digunakan di jalan perkotaan yang padat.

Performa Lebih Bertenaga dari Honda N-One

Dari sisi performa, Honda Super One EV dikabarkan menggunakan motor listrik yang menggerakkan roda depan.

Motor listrik tersebut disebut mampu menghasilkan tenaga hingga 70 kW atau sekitar 94 daya kuda, dengan torsi maksimum mencapai 162 Nm. Angka tersebut dinilai cukup impresif untuk sebuah city car listrik berukuran kompak.

Honda juga dikabarkan menyediakan beberapa pilihan mode berkendara, mulai dari Normal, City, Sport, Econ, hingga Boost Mode. Kehadiran berbagai mode ini memungkinkan pengemudi menyesuaikan karakter kendaraan sesuai kebutuhan dan kondisi jalan.

Performa tersebut bahkan disebut lebih tinggi dibanding beberapa city car listrik kompak yang telah lebih dulu beredar di pasar.

Baca Juga: Classmeet SMKN 2 Trenggalek Tak Sekadar Hiburan, Jadi Ajang Lahirkan Talenta Esport Berprestasi

Baterai 29,6 kWh dan Fast Charging 30 Menit

Salah satu aspek yang menjadi perhatian calon konsumen adalah kemampuan baterai. Honda Super One EV diperkirakan menggunakan baterai berkapasitas 29,6 kWh.

Dengan kapasitas tersebut, jarak tempuh mobil diklaim dapat mencapai sekitar 295 kilometer dalam satu kali pengisian penuh, cukup untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.

Selain itu, teknologi fast charging yang dibawanya juga cukup menarik. Pengisian daya dari 20 persen hingga 80 persen disebut hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Kemampuan ini menjadi nilai tambah karena dapat mengurangi waktu tunggu saat melakukan pengisian ulang baterai.

Harga Diprediksi Masuk Segmen EV Entry Level

Jika mengacu pada NJKB sebesar Rp257 juta, sejumlah pengamat memperkirakan harga jual Honda Super One EV akan berada pada kisaran Rp300 juta hingga Rp350 juta.

Rentang harga tersebut menempatkan Honda langsung ke segmen mobil listrik entry level yang saat ini dihuni berbagai model populer dari merek Tiongkok.

Dengan reputasi Honda yang sudah kuat di Indonesia, Super One EV berpotensi menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik dari merek Jepang dengan jaringan layanan purnajual yang luas.

Meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Honda mengenai jadwal peluncuran maupun spesifikasi finalnya, kemunculan Honda Super One EV di database Samsat DKI Jakarta menjadi indikasi kuat bahwa persaingan mobil listrik di Indonesia akan semakin menarik dalam waktu dekat.

Baca Juga: Viral TKI Disiksa Majikan di Malaysia, Video Kekerasan terhadap ART Indonesia di Johor Bahru Picu Kecaman dan Sorotan Perlindungan Pekerja Migran

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Honda Super One EV #Mobil Listrik Honda #Honda EV Indonesia #Honda Brio Listrik #Harga Honda Super One EV