JAKARTA - Samsung Galaxy A57 kini mulai menarik perhatian setelah mengalami penyesuaian harga. Smartphone terbaru Samsung di kelas menengah ini sempat dianggap kurang menarik saat peluncuran karena menawarkan peningkatan yang dinilai tidak terlalu signifikan dibanding pendahulunya, namun dibanderol lebih mahal.
Kini, kondisi tersebut berubah. Varian RAM 8 GB dengan penyimpanan 256 GB sudah bisa ditemukan di kisaran Rp5,9 juta hingga Rp6 jutaan. Dengan selisih harga yang tidak terlalu jauh dibanding Galaxy A56, banyak calon pembeli mulai mempertimbangkan perangkat ini sebagai pilihan baru.
Lantas, apakah Samsung Galaxy A57 benar-benar layak dibeli pada 2026? Berdasarkan pengalaman penggunaan selama sekitar satu minggu, perangkat ini memang bukan smartphone yang menghadirkan perubahan revolusioner. Namun, Samsung memberikan banyak penyempurnaan yang membuat pengalaman penggunaan sehari-hari terasa lebih nyaman.
Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Samsung A08 Bikin Geger, Benarkah Jadi Rajanya Ponsel Murah Generasi Terbaru?
Desain Lebih Tipis dan Premium
Salah satu peningkatan paling terasa adalah desainnya. Samsung Galaxy A57 hadir dengan ketebalan hanya 6,9 mm sehingga menjadi Galaxy A Series paling tipis yang pernah dirilis Samsung.
Bobotnya juga turun menjadi sekitar 170 gram dari sebelumnya hampir 200 gram pada Galaxy A56. Perbedaan tersebut langsung terasa saat digenggam, terlebih perangkat ini kini menggunakan frame berbahan metal yang memberikan kesan lebih premium layaknya smartphone flagship.
Samsung juga memperkenalkan desain kamera baru bernama Ambient Island Design. Sayangnya, bagian belakang masih menggunakan finishing glossy yang mudah meninggalkan sidik jari.
Baterai 5.000 mAh Ternyata Sangat Irit
Di atas kertas, kapasitas baterai 5.000 mAh memang terlihat biasa karena banyak smartphone asal Tiongkok kini sudah menawarkan baterai hingga 6.000 mAh.
Namun, hasil penggunaan menunjukkan efisiensi daya menjadi salah satu keunggulan Galaxy A57. Smartphone ini mampu digunakan sejak pagi hingga malam dengan sisa baterai sekitar 35 persen setelah screen-on time lebih dari empat jam.
Untuk bermain Arena of Valor selama 20 menit, konsumsi baterainya hanya sekitar tiga hingga empat persen. Sementara menonton YouTube selama satu jam hanya menghabiskan sekitar lima persen baterai.
Pengisian dayanya mendukung fast charging 45W dengan waktu penuh sekitar satu jam 15 menit.
Layar Tetap Berkualitas
Galaxy A57 tetap mempertahankan panel AMOLED 120Hz yang terkenal tajam dengan reproduksi warna cerah.
Tingkat kecerahannya meningkat sehingga nyaman digunakan di bawah sinar matahari. Sensor sidik jari juga sudah berada di dalam layar, sedangkan bezel dibuat lebih tipis dibanding generasi sebelumnya meski bagian bawah masih sedikit lebih tebal.
Always On Display juga semakin fleksibel karena pengguna dapat memilih mode selalu aktif maupun tap to show.
Performa Lebih Stabil dengan Exynos 1680
Samsung membekali Galaxy A57 dengan chipset Exynos 1680 yang dipadukan sistem pendingin vapor chamber 13 persen lebih besar dibanding Galaxy A56.
Hasilnya, suhu perangkat terasa lebih adem saat digunakan bermain game maupun menjalankan aktivitas harian.
Game seperti Arena of Valor mampu berjalan stabil di sekitar 60 FPS. Untuk Genshin Impact, performanya berada di kisaran 40 FPS dengan suhu perangkat sekitar 40 derajat Celsius.
Meski bukan chipset paling kencang di kelas harganya, pengalaman penggunaan sehari-hari tetap terasa mulus.
Samsung juga disarankan memilih varian penyimpanan minimal 256 GB karena versi 128 GB cepat penuh, sementara perangkat ini sudah tidak menyediakan slot microSD.
Fitur AI dan Software Semakin Lengkap
Galaxy A57 langsung menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16.
Samsung menjanjikan pembaruan sistem operasi hingga enam tahun beserta enam tahun pembaruan keamanan, menjadikannya salah satu yang terbaik di kelas menengah.
Baca Juga: 7 HP Samsung 1 Sampai 2 Jutaan Terbaik 2026, Galaxy A15 4G hingga Galaxy A07 Masih Jadi Primadona
Fitur berbasis kecerdasan buatan juga semakin lengkap. Pengguna dapat menikmati Object Eraser, AI Select, Best Face, Edit Suggestion, Voice Transcription yang mampu menerjemahkan hasil rekaman suara, hingga Bixby Assistant yang kini mampu mengakses berbagai fungsi perangkat melalui perintah suara.
Dari sisi keamanan, Samsung tetap mengandalkan Samsung Knox yang memberikan perlindungan tambahan melalui Secure Folder serta pembatasan instalasi aplikasi.
Kamera Masih Konsisten, Tapi Ada Catatan
Sektor kamera sebenarnya masih menggunakan konfigurasi yang sama seperti Galaxy A56.
Meski demikian, perpindahan antar lensa kini terasa jauh lebih mulus saat merekam video. Hasil foto juga tetap menjadi salah satu keunggulan Samsung dengan karakter warna natural dan siap langsung diunggah ke media sosial.
Kamera utama dan ultrawide menghasilkan warna yang cukup konsisten pada kondisi cahaya terang. Namun saat pencahayaan minim, kamera ultrawide terkadang mengalami color shifting hingga menghasilkan warna sedikit keunguan.
Kamera depan sudah mampu merekam video hingga resolusi 4K 30 FPS dengan dynamic range yang cukup baik.
Sayangnya, Galaxy A57 masih belum dibekali kamera telefoto, zoom digital masih terbatas, dan kamera ultrawide belum mendukung perekaman Full HD 60 FPS.
Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Samsung A08 Terungkap, Benarkah Jadi Rajanya HP Murah Generasi Terbaru?
Layak Dibeli Setelah Harga Turun
Samsung Galaxy A57 bukanlah smartphone yang menawarkan lompatan besar dibanding Galaxy A56. Hampir seluruh peningkatan yang diberikan bersifat penyempurnaan, mulai dari bodi lebih tipis, baterai lebih efisien, performa lebih stabil, fitur AI yang lebih lengkap, hingga perpindahan kamera yang semakin halus.
Dengan harga terbaru sekitar Rp5,9 juta untuk varian 8/256 GB, selisihnya dengan Galaxy A56 kini hanya sekitar Rp400 ribuan. Dalam kondisi tersebut, Galaxy A57 menjadi pilihan yang jauh lebih menarik bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman penggunaan jangka panjang dibanding sekadar mengejar spesifikasi di atas kertas.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari