JAKARTA – Redmi Note 15 menjadi salah satu smartphone kelas Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan yang cukup banyak menarik perhatian sejak dirilis. Meski sempat menuai kritik karena masih mengandalkan chipset MediaTek Helio G100, Redmi Note 15 ternyata masih mampu bersaing dengan para rivalnya setelah digunakan selama tiga bulan.
Pengalaman penggunaan dalam jangka waktu tersebut menunjukkan bahwa Redmi Note 15 menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya tetap menarik di tahun 2026. Di sisi lain, ada pula beberapa kekurangan yang perlu menjadi pertimbangan sebelum memutuskan membeli smartphone ini.
Jika melihat kondisi pasar smartphone saat ini, Redmi Note 15 justru mulai kembali relevan. Banyak kompetitor di kelas harga yang sama masih menggunakan chipset Helio G81, Dimensity 6300 versi dasar, atau menawarkan konfigurasi RAM dan penyimpanan yang lebih kecil. Kombinasi spesifikasi yang dimiliki Redmi Note 15 membuatnya tetap menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.
Performa Masih Kompetitif di Kelas Harga Rp3 Jutaan
Salah satu alasan utama Redmi Note 15 masih menarik adalah penggunaan chipset MediaTek Helio G100. Saat pertama kali diperkenalkan, prosesor ini sempat dianggap hanya sebagai penyegaran kecil dari Helio G99 sehingga menuai banyak kritik.
Namun, setelah beberapa bulan berlalu, posisi Helio G100 justru terlihat lebih kompetitif. Dipadukan dengan RAM besar dan penyimpanan lega, performanya masih sangat memadai untuk aktivitas sehari-hari seperti media sosial, streaming video, multitasking, hingga bermain game ringan dan menengah.
Di kelas harganya, kombinasi chipset tersebut dengan layar AMOLED masih menjadi nilai jual yang cukup kuat dibanding sejumlah pesaing.
Baterai Awet dan Layar AMOLED Jadi Nilai Tambah
Redmi Note 15 dibekali baterai berkapasitas 6.000 mAh yang masih tergolong besar untuk penggunaan harian. Kapasitas tersebut mampu mendukung berbagai aktivitas mulai dari chatting, menonton YouTube, berselancar di media sosial hingga bermain game tanpa harus sering mencari colokan listrik.
Smartphone ini juga mendukung pengisian cepat 33 watt. Pengisian daya dari kondisi hampir habis hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam, sementara daya tahannya diklaim mampu digunakan hingga sekitar 19 jam dalam pemakaian normal.
Selain baterai, sektor layar menjadi peningkatan yang paling terasa. Redmi Note 15 menggunakan panel AMOLED dengan desain curved display yang memberikan kesan premium. Tingkat kecerahan hingga 3.200 nits membuat layar tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari.
Desain Premium dan Sensor Lengkap
Dari sisi desain, Redmi Note 15 tampil lebih elegan dibanding pendahulunya. Bodinya terasa tipis meski membawa baterai besar, sementara pilihan warna dan finishing membuat tampilannya terlihat seperti smartphone kelas yang lebih mahal.
Tidak hanya mengandalkan desain, Xiaomi juga melengkapi perangkat ini dengan sensor yang cukup lengkap, termasuk gyro hardware. Sensor tersebut memberikan respons gerakan yang lebih presisi saat bermain game FPS maupun menggunakan fitur navigasi berbasis augmented reality seperti Live View di Google Maps.
Keberadaan gyro hardware menjadi salah satu fitur yang mulai jarang ditemui pada beberapa smartphone di kelas harga serupa.
Masih Belum Mendukung Jaringan 5G
Di balik berbagai keunggulan tersebut, Redmi Note 15 tetap memiliki sejumlah kekurangan.
Yang paling banyak disoroti adalah absennya dukungan jaringan 5G. Smartphone ini masih mengandalkan konektivitas 4G LTE.
Memang, jaringan 4G masih sangat memadai untuk browsing, streaming maupun bermain game online. Namun bagi pengguna yang ingin memakai smartphone dalam jangka panjang, dukungan 5G mulai menjadi salah satu fitur yang dipertimbangkan.
Kamera Punya Beberapa Keterbatasan
Kekurangan berikutnya terdapat pada sektor kamera. Redmi Note 15 belum dilengkapi kamera ultrawide sehingga pengguna akan kesulitan mengambil foto dengan sudut pandang yang lebih luas, terutama saat memotret pemandangan atau foto bersama.
Untuk perekaman video, resolusi maksimal juga masih terbatas pada Full HD 1080p 30 fps. Smartphone ini belum mendukung perekaman video 4K sehingga detail video kalah dibanding beberapa kompetitor yang sudah menawarkan resolusi lebih tinggi.
Selain itu, Xiaomi juga belum menyediakan mode Pro untuk perekaman video. Pengguna tidak bisa mengatur parameter seperti ISO, shutter speed, white balance maupun fokus secara manual saat merekam.
Kekurangan lain yang masih menjadi ciri khas perangkat Xiaomi adalah keberadaan iklan pada sejumlah aplikasi bawaan sistem. Meski dapat diminimalkan melalui pengaturan, keberadaan iklan tetap menjadi salah satu hal yang cukup mengganggu bagi sebagian pengguna.
Masih Layak Dibeli?
Secara keseluruhan, Redmi Note 15 tetap menawarkan paket yang seimbang di kelas harga Rp3 jutaan. Performa Helio G100 yang kini terasa lebih kompetitif, layar AMOLED melengkung, baterai 6.000 mAh, desain premium, serta sensor yang lengkap menjadi alasan utama smartphone ini masih layak dipertimbangkan.
Meski belum mendukung jaringan 5G, tidak memiliki kamera ultrawide, dan kemampuan videonya masih terbatas, Redmi Note 15 tetap menjadi salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang lebih mengutamakan pengalaman penggunaan sehari-hari dibanding fitur-fitur kelas flagship.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari