JAKARTA – Redmi Note 15 sempat hadir tanpa euforia besar saat pertama kali meluncur di Indonesia. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang selalu mencuri perhatian, Redmi Note 15 justru dinilai kurang menarik oleh sebagian penggemar smartphone Xiaomi. Bahkan, tidak sedikit pengguna yang memilih kembali menggunakan Redmi Note 14 setelah mencoba perangkat terbaru ini.
Namun, setelah sekitar tiga bulan digunakan sebagai ponsel harian, pandangan terhadap Redmi Note 15 mulai berubah. Di tengah harga smartphone yang terus meningkat pada 2026, perangkat ini justru menawarkan paket spesifikasi yang dinilai semakin kompetitif, terutama untuk kelas harga Rp2,5 jutaan.
Pengalaman penggunaan jangka panjang menunjukkan Redmi Note 15 bukan smartphone yang tampil paling mencolok di setiap sektor. Namun, kombinasi desain premium, layar berkualitas, baterai besar, hingga performa yang stabil membuatnya tetap menjadi salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang mencari ponsel serba bisa.
Desain Premium, Nyaman Digenggam Seharian
Salah satu peningkatan paling terasa adalah desain bodinya. Redmi Note 15 mengusung layar melengkung (curve display) yang membuat perangkat terasa lebih tipis saat digenggam maupun disimpan di saku.
Bobotnya yang hanya sekitar 183 gram juga membuat smartphone ini tetap nyaman digunakan dalam waktu lama tanpa membuat tangan cepat lelah.
Meski Xiaomi mengklaim perangkat ini memiliki teknologi Titan yang lebih tangguh terhadap benturan, bagian belakangnya masih menggunakan material plastik sehingga tetap disarankan memakai casing tambahan agar terhindar dari goresan.
Redmi Note 15 juga telah mengantongi sertifikasi IP64 yang mampu memberikan perlindungan terhadap debu dan percikan air. Selain itu, pengguna memperoleh garansi resmi selama 15 bulan, lebih lama dibanding rata-rata smartphone di kelasnya.
Layar AMOLED Jadi Salah Satu Nilai Jual Terbesar
Redmi Note 15 menggunakan layar AMOLED berukuran 6,77 inci dengan refresh rate 120 Hz. Bezel yang semakin tipis membuat pengalaman menonton video maupun bermain gim terasa lebih imersif.
Kecerahan layar yang mencapai 3.200 nits juga menjadi keunggulan saat digunakan di luar ruangan karena tampilan tetap terlihat jelas di bawah sinar matahari.
Meski demikian, penggunaan layar melengkung memiliki konsekuensi. Dalam penggunaan satu tangan, terutama saat menggenggam sambil berjalan atau berbaring, sesekali muncul gejala ghost touch akibat telapak tangan menyentuh sisi layar.
Untungnya, Xiaomi telah menyediakan pengaturan area sentuh untuk meminimalkan gangguan tersebut, meski belum sepenuhnya menghilangkan masalah.
Kamera Tajam untuk Foto, Video Masih Kurang Maksimal
Pada sektor fotografi, kamera utama 108 MP masih mampu menghasilkan foto dengan detail yang baik, terutama pada kondisi cahaya cukup. Warna yang dihasilkan terlihat natural dengan dynamic range yang rapi sehingga cocok untuk kebutuhan media sosial.
Namun, ada beberapa kompromi yang harus diterima. Redmi Note 15 tidak lagi dibekali kamera ultrawide sehingga pengguna akan kesulitan mengambil foto dengan sudut pandang yang lebih luas.
Kemampuan videonya juga menjadi salah satu kelemahan. Kamera belakang belum memiliki fitur Optical Image Stabilization (OIS) maupun Electronic Image Stabilization (EIS), sehingga hasil rekaman terasa cukup berguncang saat digunakan sambil berjalan.
Saat malam hari, kualitas foto juga mulai mengalami penurunan dengan munculnya noise serta detail yang berkurang. Absennya mode manual untuk fotografi malam membuat pengguna hanya mengandalkan pemrosesan otomatis dari sistem kamera.
Performa Stabil dan Audio Memuaskan
Di sektor performa, Redmi Note 15 masih mengandalkan chipset MediaTek Helio G100 Ultra yang dipadukan dengan penyimpanan UFS 2.2.
Untuk penggunaan harian seperti membuka media sosial, berpindah aplikasi, hingga multitasking, performanya tetap terasa lancar. Namun, pada varian RAM 6 GB, manajemen memori terkadang masih cukup agresif sehingga aplikasi yang ditinggalkan beberapa saat dapat kembali melakukan reload.
Pengalaman multimedia juga menjadi salah satu nilai tambah. Speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos menghasilkan suara yang lantang, seimbang, dan tetap minim distorsi meski volume dinaikkan hingga 300 persen.
Satu hal yang perlu diperhatikan, Redmi Note 15 sudah tidak lagi menyediakan jack audio 3,5 mm sehingga pengguna harus memakai earphone Bluetooth atau adaptor USB-C.
Baterai Awet Jadi Andalan
Baterai berkapasitas 6.000 mAh menjadi salah satu daya tarik utama Redmi Note 15. Dalam penggunaan intensif untuk media sosial, streaming, hingga aktivitas luar ruangan, baterainya mampu bertahan sekitar 19 hingga 20 jam.
Pengisian daya menggunakan fast charging 33 watt juga masih tergolong memadai dengan waktu pengisian penuh sekitar 1,5 jam.
Fitur pendukung seperti NFC, infrared blaster, serta sensor sidik jari di dalam layar turut bekerja dengan baik selama penggunaan.
Secara keseluruhan, Redmi Note 15 memang bukan smartphone dengan spesifikasi paling agresif di kelasnya. Namun, di tengah tren kenaikan harga smartphone pada 2026, kombinasi desain premium, layar AMOLED berkualitas, performa stabil, serta baterai tahan lama membuat perangkat ini tetap menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan di segmen Rp2,5 jutaan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari