JAKARTA – Benchmark Snapdragon 8 Elite kembali menjadi sorotan setelah empat smartphone flagship menjalani serangkaian pengujian performa ekstrem. Meski sama-sama mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite, hasil yang ditunjukkan masing-masing perangkat ternyata berbeda cukup signifikan, mulai dari performa mentah, efisiensi baterai, suhu, hingga kestabilan saat dipaksa bekerja maksimal.
Dalam pengujian kali ini, empat ponsel yang dibandingkan adalah iQOO 13, Red Magic 10 Pro, Xiaomi 15, dan Poco F7 Ultra. Seluruh perangkat diuji dengan kondisi serupa, mulai dari baterai penuh, refresh rate maksimal, koneksi WiFi yang sama, hingga software terbaru. Hasilnya membuktikan bahwa benchmark Snapdragon 8 Elite tidak hanya dipengaruhi chipset, tetapi juga sistem pendingin dan optimasi masing-masing produsen.
Hasil AnTuTu: iQOO 13 Pimpin Performa
Pengujian pertama menggunakan AnTuTu Benchmark sebanyak tiga kali berturut-turut. Pada putaran pertama, iQOO 13 menjadi yang tercepat dengan skor sekitar 2,78 juta poin dan menyelesaikan pengujian hanya dalam waktu sekitar 12 menit.
Red Magic 10 Pro menyusul di posisi kedua dengan skor sekitar 2,66 juta poin, disusul Xiaomi 15 dan Poco F7 Ultra yang sama-sama berada di kisaran 2,5 juta poin.
Menariknya, Poco F7 Ultra justru menjadi perangkat dengan suhu paling rendah pada putaran pertama, sementara iQOO 13 dan Poco hanya kehilangan sekitar 2 persen baterai. Sebaliknya, Red Magic 10 Pro mengonsumsi daya paling besar meski kipas pendinginnya aktif selama pengujian.
Memasuki pengujian ketiga, Xiaomi 15 gagal menyelesaikan benchmark karena mengalami overheat dan otomatis menghentikan proses pengujian.
Red Magic Paling Stabil, iQOO 13 Paling Seimbang
Dari sisi kestabilan performa, Red Magic 10 Pro menjadi perangkat terbaik. Penurunan performanya hanya sekitar 5 persen setelah tiga kali benchmark berturut-turut.
Namun, kestabilan tersebut harus dibayar dengan suhu kerja yang lebih tinggi dibanding pesaingnya. Rata-rata suhu Red Magic mencapai lebih dari 51 derajat Celsius.
Sementara itu, iQOO 13 tampil sebagai perangkat yang paling seimbang. Selain mencatat rata-rata skor benchmark tertinggi, suhu operasionalnya tetap relatif rendah dengan konsumsi daya yang efisien.
Tes Rekam Video dan Streaming YouTube
Pengujian berlanjut menggunakan aktivitas yang lebih dekat dengan penggunaan sehari-hari, yakni merekam video 4K selama 30 menit.
Pada skenario ini, Red Magic 10 Pro kembali menunjukkan efisiensi terbaik. Suhu perangkat hanya berada di kisaran 38 derajat Celsius dengan konsumsi baterai sekitar 6 persen.
Sebaliknya, Xiaomi 15 dan Poco F7 Ultra memiliki suhu yang lebih tinggi, sedangkan iQOO 13 berada di tengah dengan efisiensi daya yang tetap baik.
Saat digunakan untuk menonton YouTube selama 30 menit, keempat perangkat memperlihatkan hasil yang hampir identik. Sebagian besar hanya kehilangan sekitar 2 persen baterai, sementara Poco F7 Ultra sedikit lebih boros dengan penurunan sekitar 3 persen.
Poco F7 Ultra Unggul untuk Download dan Rendering
Dalam pengujian unduhan file berukuran sekitar 1 GB secara bersamaan, Poco F7 Ultra berhasil menjadi perangkat tercepat menyelesaikan proses download. Posisi kedua ditempati Xiaomi 15, disusul iQOO 13, sedangkan Red Magic 10 Pro harus puas berada di posisi terakhir.
Keunggulan Poco juga berlanjut saat proses rendering video menggunakan Kinemaster. Smartphone ini menjadi yang tercepat mengekspor video 4K 30 fps, unggul beberapa detik dari iQOO 13, Red Magic 10 Pro, dan Xiaomi 15.
Stress Test Ungkap Perbedaan Strategi Pendinginan
Pada pengujian 3DMark Stress Test, Xiaomi 15 kembali menjadi perangkat pertama yang memunculkan peringatan overheat pada loop ke-16 dengan suhu sekitar 52 derajat Celsius.
Menjelang akhir pengujian, Poco F7 Ultra juga mengalami peringatan serupa.
Sebaliknya, iQOO 13 dan Red Magic 10 Pro mampu menyelesaikan seluruh pengujian tanpa peringatan overheat. Meski demikian, kedua perangkat menggunakan pendekatan berbeda.
iQOO 13 memilih menurunkan performa secara bertahap agar suhu tetap terkendali. Sementara Red Magic mempertahankan performa tinggi berkat sistem pendingin aktif berupa kipas internal yang membuat stabilitas performanya mencapai sekitar 80 persen.
Gaming Sama-sama Kencang
Saat memainkan Genshin Impact dengan pengaturan High 60 FPS selama sekitar 20 menit, keempat perangkat mampu menjalankan game dengan sangat mulus.
Red Magic 10 Pro menjadi perangkat dengan suhu paling rendah, sedangkan Xiaomi 15 kembali mencatat suhu tertinggi karena desain bodinya yang lebih ringkas.
Pada game Wuthering Waves yang lebih berat, iQOO 13 tampil sebagai perangkat paling hemat baterai. Performa keempat smartphone sebenarnya masih sangat berdekatan sehingga pengalaman bermain tetap terasa nyaman.
Baca Juga: 4 HP Snapdragon 888 Termurah yang Masih Layak Dibeli pada 2026, Spek Flagship Harga Makin Turun
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh rangkaian pengujian, iQOO 13 dinilai sebagai smartphone paling ideal dalam memanfaatkan Snapdragon 8 Elite. Perangkat ini menawarkan kombinasi performa tinggi, efisiensi daya yang baik, serta suhu yang tetap terkendali di berbagai skenario.
Di sisi lain, Red Magic 10 Pro menjadi pilihan terbaik bagi gamer berkat stabilitas performa dan sistem pendingin aktifnya. Xiaomi 15 tetap menarik karena desain kompak serta kemampuan kameranya, sementara Poco F7 Ultra unggul dari sisi harga, kecepatan rendering, dan proses download.
Meski demikian, hasil benchmark bukan satu-satunya penentu kualitas sebuah smartphone. Faktor seperti kamera, desain, fitur AI, ekosistem, hingga harga tetap menjadi pertimbangan penting sebelum menentukan pilihan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari