JAKARTA – Xiaomi 11T Pro bekas kembali menjadi perbincangan di kalangan pemburu smartphone second. Meski pertama kali meluncur pada 2021 dengan harga sekitar Rp7 jutaan, kini perangkat flagship tersebut bisa ditemukan di kisaran Rp2,6 juta hingga Rp3,1 juta, tergantung kondisi fisik dan kelengkapan.
Turunnya harga membuat Xiaomi 11T Pro bekas menjadi salah satu opsi menarik bagi pengguna yang menginginkan performa flagship dengan dana terbatas. Walaupun sudah tidak lagi menerima pembaruan sistem operasi sejak Agustus 2025, spesifikasi yang ditawarkan masih mampu bersaing dengan sejumlah smartphone baru di kelas harga Rp2 jutaan pada 2026.
Berdasarkan ulasan kanal YouTube Pricebook, Xiaomi 11T Pro bekas masih menawarkan kombinasi performa tinggi, layar premium, kamera mumpuni, hingga teknologi pengisian daya super cepat yang sulit ditemukan pada smartphone baru dengan harga serupa.
Baca Juga: 7 HP Snapdragon Terbaik Rp4 Jutaan, Performa Gaming Kencang hingga Kamera Flagship Bikin Penasaran
Harga Turun Drastis, Tetap Tampil Premium
Di pasar smartphone bekas, Xiaomi 11T Pro dijual mulai Rp2,6 juta hingga sekitar Rp3,1 juta. Harga tersebut bergantung pada kondisi perangkat, kapasitas RAM, penyimpanan, serta kelengkapan aksesori.
Secara desain, smartphone ini masih terlihat modern. Bagian belakang menggunakan finishing matte yang tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari sehingga tetap memberikan kesan premium meski usianya sudah hampir lima tahun.
Sistem audio juga menjadi salah satu keunggulan karena telah mengusung speaker stereo hasil kolaborasi dengan Harman Kardon yang mampu menghasilkan kualitas suara lebih baik dibanding banyak smartphone di kelas harga yang sama.
Layar AMOLED Masih Sulit Dikalahkan
Salah satu nilai jual Xiaomi 11T Pro terletak pada layarnya. Perangkat ini menggunakan panel AMOLED berukuran 6,67 inci dengan refresh rate 120 Hz.
Layarnya juga telah mendukung Dolby Vision, HDR10+, 1 miliar warna, serta tingkat kecerahan hingga 1.000 nits. Kombinasi tersebut membuat tampilan tetap tajam dan nyaman digunakan, termasuk saat berada di bawah sinar matahari.
Di bagian depan terdapat kamera selfie 16 MP yang ditempatkan pada punch hole di tengah layar sehingga memberikan kesan modern.
Snapdragon 888 Masih Perkasa
Meski tergolong smartphone lawas, performa Xiaomi 11T Pro masih menjadi daya tarik utama.
Ponsel ini menggunakan chipset Snapdragon 888 yang dipadukan RAM 8 GB atau 12 GB serta penyimpanan internal hingga 256 GB. Dalam pengujian benchmark, performanya masih mampu menembus angka sekitar satu juta poin AnTuTu, menjadikannya tetap kompetitif dibanding sejumlah smartphone baru di kelas harga Rp2 jutaan.
Kapasitas baterai 5.000 mAh juga masih memadai untuk penggunaan sehari-hari. Yang paling mencolok adalah dukungan teknologi HyperCharge 120 watt yang mampu mengisi daya jauh lebih cepat dibanding mayoritas smartphone terbaru di kelas menengah.
Namun, pengguna juga perlu mempertimbangkan karakter Snapdragon 888 yang dikenal menghasilkan suhu lebih tinggi ketika digunakan bermain game dalam waktu lama.
Kamera Lengkap dengan Fitur Profesional
Pada sektor fotografi, Xiaomi 11T Pro dibekali kamera utama 108 MP yang dipadukan kamera ultrawide 8 MP dan kamera telemacro 5 MP.
Aplikasi kameranya juga menawarkan fitur yang cukup lengkap, mulai dari mode Pro untuk pengaturan ISO dan white balance, mode malam, panorama, vlog, dual video, hingga mode 108 MP.
Untuk perekaman video, smartphone ini mendukung resolusi hingga 8K, sementara perekaman 4K tetap menjadi pilihan yang paling stabil untuk penggunaan sehari-hari.
Masih Kuat Bermain Mobile Legends
Dalam pengujian menggunakan Mobile Legends, Xiaomi 11T Pro masih mampu menjalankan game pada pengaturan grafis tinggi dengan frame rate Ultra.
Selama sesi permainan sekitar 11 menit, performa perangkat tetap lancar tanpa gangguan berarti. Meski konsumsi baterai mengalami penurunan sekitar 10 persen dalam satu pertandingan, pengalaman bermain masih tergolong nyaman berkat performa Snapdragon 888 yang tetap kompetitif.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Di balik spesifikasinya yang masih menarik, terdapat satu kekurangan utama yang harus dipahami calon pembeli.
Xiaomi telah menghentikan dukungan pembaruan perangkat lunak sejak Agustus 2025. Artinya, Xiaomi 11T Pro hanya mentok di Android 13 dan tidak lagi menerima pembaruan keamanan maupun fitur terbaru.
Bagi pengguna yang mengutamakan dukungan software jangka panjang, kondisi tersebut tentu menjadi pertimbangan penting. Namun, untuk kebutuhan harian seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, aplikasi perbankan, hingga bermain game populer, smartphone ini masih mampu bekerja dengan baik.
Dengan harga bekas yang kini berada di kisaran Rp3 jutaan, Xiaomi 11T Pro masih menjadi salah satu smartphone flagship lawas paling menarik pada 2026. Kombinasi layar AMOLED berkualitas tinggi, kamera 108 MP, Snapdragon 888, serta fast charging 120 watt membuatnya tetap layak dipertimbangkan bagi pengguna yang mengutamakan performa dibanding dukungan pembaruan software.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari