Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Samsung S26 Ultra Dipakai 3 Bulan, Ini Kelebihan, Kekurangan, dan Fitur yang Paling Sering Dipakai

Fadhilah Salsa Bella • Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:30 WIB
Samsung S26 Ultra setelah dipakai 3 bulan menawarkan baterai awet, kamera andal, performa kencang, serta fitur Privacy Display yang paling berguna (Pinterest).
Samsung S26 Ultra setelah dipakai 3 bulan menawarkan baterai awet, kamera andal, performa kencang, serta fitur Privacy Display yang paling berguna (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Samsung S26 Ultra menjadi salah satu ponsel flagship yang menarik perhatian sejak diluncurkan. Setelah digunakan selama sekitar tiga bulan, perangkat ini dinilai tetap menawarkan performa yang andal, baterai tahan lama, serta sejumlah fitur yang benar-benar berguna dalam aktivitas sehari-hari. Namun, ada pula beberapa fitur yang ternyata jarang digunakan, bahkan beberapa kekurangan yang baru terasa setelah pemakaian lebih lama.

Pengalaman penggunaan selama tiga bulan memberikan gambaran yang lebih lengkap dibandingkan ulasan awal saat perangkat baru dirilis. Dalam periode tersebut, sejumlah aspek seperti desain, layar, kamera, performa, baterai hingga fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat dievaluasi secara lebih menyeluruh.

Bagi pengguna yang sedang mempertimbangkan membeli Samsung S26 Ultra, pengalaman penggunaan jangka menengah ini menjadi salah satu referensi untuk mengetahui apakah perangkat tersebut masih layak dipilih sebagai smartphone harian.

Baca Juga: Samsung Galaxy A57 Makin Menarik usai Harga Turun, Simak Hasil Review Pemakaian Seharian

Desain Masih Menjadi Salah Satu Nilai Jual

Selama tiga bulan penggunaan, desain Samsung S26 Ultra masih menjadi salah satu aspek yang paling disukai. Tampilan perangkat dinilai mewah dengan pilihan warna Cobalt Violet yang memberikan karakter berbeda dibandingkan warna gelap pada umumnya.

Warna tersebut mampu berubah tergantung pencahayaan. Dalam kondisi tertentu terlihat ungu, sementara pada kondisi lain tampak abu-abu atau sedikit kebiruan.

Pengguna juga mengaku cukup sering menggunakan perangkat tanpa casing hanya untuk menikmati desain bodinya.

Meski frame kini kembali menggunakan aluminium, kondisi fisik perangkat disebut masih sangat mulus tanpa goresan maupun penyok setelah penggunaan selama tiga bulan.

Perangkat memang sempat terjatuh dari meja, tetapi karena menggunakan casing saat itu, tidak ditemukan kerusakan pada bodi maupun frame.

Grip Lebih Nyaman, Tetapi Kamera Membuat Ponsel Goyang

Perubahan desain sudut yang lebih membulat membuat Samsung S26 Ultra terasa lebih nyaman digenggam menggunakan satu tangan.

Mode One Hand Operation juga menjadi fitur yang cukup sering dimanfaatkan ketika pengguna sedang makan atau hanya memiliki satu tangan yang bebas.

Namun, desain kamera belakang membawa konsekuensi tersendiri.

Saat diletakkan di atas meja, perangkat menjadi cukup bergoyang ketika layar disentuh.

Menurut pengalaman penggunaan, efek goyang tersebut terasa lebih besar dibandingkan iPhone 17 Pro, bahkan ketika Samsung S26 Ultra telah dipasangi casing.

Karena itu, penggunaan phone holder dinilai lebih nyaman apabila perangkat digunakan di atas meja.

Baca Juga: Samsung Galaxy A57 5G Turun ke Rp6 Jutaan, Ini 20 Fakta Penting dari Pengalaman Pemakaian Langsung

Layar Tetap Berkualitas Meski Ada Penurunan Dibanding Pendahulunya

Layar Samsung S26 Ultra sempat disebut mengalami sedikit penurunan dibandingkan Samsung S25 Ultra, terutama pada reproduksi warna dan kemampuan anti-reflektif.

Meski demikian, dalam penggunaan sehari-hari layar tersebut masih dianggap sangat baik.

Kecerahan maksimal mencapai 2.600 nits membuat tampilan tetap mudah dibaca ketika berada di luar ruangan.

Aktivitas seperti menonton video maupun bermain gim juga tetap terasa nyaman berkat kualitas panel yang dimiliki perangkat.

Privacy Display Jadi Fitur Favorit

Salah satu fitur yang justru semakin sering digunakan setelah tiga bulan adalah Privacy Display.

Fitur ini tidak diaktifkan sepanjang waktu, melainkan hanya pada aplikasi tertentu seperti mobile banking, WhatsApp, email, serta ketika memasukkan PIN, pola maupun password.

Pengguna juga mengaktifkan pengaturan Maximum Privacy Protection agar tampilan layar benar-benar sulit dilihat dari samping.

Konsekuensinya, warna layar memang menjadi sedikit kurang kontras.

Namun, hal tersebut dinilai tidak menjadi masalah karena fungsi utama fitur tersebut adalah menjaga privasi.

Pengalaman menggunakan Privacy Display disebut sangat membantu ketika berada di pesawat, kafe, atau tempat umum lainnya sehingga isi layar tidak mudah terlihat oleh orang di sekitar.

Akses cepat melalui double click pada side button juga membuat fitur tersebut semakin praktis digunakan.

Baca Juga: Review Samsung Galaxy A57: Desain Makin Premium, Tapi Upgrade Dibanding Galaxy A56 Dinilai Terlalu Tipis

S Pen Mulai Jarang Digunakan

Berbeda dengan Privacy Display, penggunaan S Pen justru semakin berkurang.

Selama tiga bulan, stylus tersebut lebih sering dimanfaatkan untuk tanda tangan digital serta melakukan proses editing foto di Adobe Lightroom.

Dalam proses editing, S Pen dinilai memudahkan ketika melakukan masking maupun menghapus objek kecil.

Di luar kebutuhan tersebut, stylus hampir tidak pernah digunakan.

Ketiadaan Bluetooth sejak generasi sebelumnya juga membuat fungsi S Pen menjadi semakin terbatas.

Baterai Awet untuk Aktivitas Seharian

Samsung S26 Ultra masih dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh.

Meski kapasitasnya tidak berubah, optimalisasi perangkat keras dan perangkat lunak membuat efisiensi dayanya meningkat.

Dalam penggunaan normal yang didominasi media sosial, YouTube, browsing, kamera, dan sesekali bermain gim, screen-on time berkisar antara tujuh hingga delapan jam.

Saat digunakan bepergian seharian di Jepang untuk memotret, merekam video, menggunakan eSIM serta navigasi, baterai masih menyisakan sekitar lima persen pada pukul 23.00.

Selama tiga bulan pemakaian, perangkat bahkan belum pernah kehabisan baterai dalam satu hari penggunaan.

Baca Juga: Samsung Galaxy A07 5G Resmi Meluncur, HP Samsung 5G Termurah dengan Layar 120Hz dan Update 6 Tahun

Pengisian Daya Dinilai Sudah Cepat

Samsung S26 Ultra mendukung Super Fast Charging 3.0.

Meski menggunakan adaptor 45 watt, pengisian daya selama sekitar 30 menit dari posisi baterai 16 persen mampu mencapai sekitar 75 persen.

Kecepatan tersebut dianggap sudah cukup memenuhi kebutuhan penggunaan harian.

Kamera Andal untuk Foto

Kemampuan fotografi Samsung S26 Ultra dinilai tetap menjadi salah satu keunggulannya.

Foto yang dihasilkan memiliki warna cerah, detail tajam serta efek bokeh yang baik.

Pilihan focal length juga cukup lengkap berkat hadirnya kamera telefoto.

Meski mendukung pembesaran hingga 100 kali, kualitas terbaik menurut pengalaman penggunaan berada pada kisaran hingga 10x zoom.

Di atas angka tersebut, hasil mulai terlihat terlalu diproses secara digital oleh AI.

Dalam berbagai kondisi pencahayaan, mulai dari siang, indoor hingga malam hari, kamera masih mampu menghasilkan foto yang dinilai andal dengan tingkat noise yang rendah.

File RAW dari kamera juga disebut mudah diedit menggunakan Adobe Lightroom.

Untuk kamera depan, hasil foto masih dianggap natural dengan tekstur kulit yang baik.

Namun ketika digunakan pada kondisi minim cahaya, kualitas mulai menurun dan terkadang mengalami miss focus.

Video Belakang Jadi Fitur Underrated

Setelah digunakan lebih lama, kualitas video kamera belakang justru menjadi salah satu fitur yang paling diapresiasi.

Video memiliki dynamic range yang baik, stabil, tajam serta menghasilkan kontras yang memuaskan.

Kamera telefoto 5x juga mampu menghasilkan video dengan detail yang tetap baik.

Pada malam hari, kualitas video masih dinilai memuaskan dengan pengendalian flare yang cukup baik.

Baca Juga: Review Samsung Galaxy A07 5G, Baterai 6.000 mAh Jadi Nilai Plus, tapi Absennya NFC Disorot

Kamera Depan Kurang Memuaskan untuk Video

Berbeda dengan kamera belakang, kualitas video kamera depan menjadi salah satu kekurangan yang dirasakan.

Dalam kondisi siang hari, hasil video masih dianggap kalah dibandingkan iPhone 17 Pro maupun iPhone Air.

Warna kulit terlihat lebih pucat dibandingkan kondisi sebenarnya.

Ketika digunakan pada malam hari, kualitas semakin menurun dengan munculnya noise dan efek berkedip.

Karena itu, penggunaan kamera depan disarankan pada lokasi dengan pencahayaan yang memadai.

Fitur APV dan Horizontal Lock Jarang Dipakai

Samsung S26 Ultra juga menghadirkan format video profesional APV.

Fitur tersebut dinilai cocok untuk proses color grading, tetapi hanya akan berguna apabila aplikasi editing yang digunakan sudah mendukung format tersebut.

Dalam pengujian, DaVinci Resolve telah mendukung APV, sedangkan Final Cut Pro belum dapat mengedit format tersebut.

Selain APV, fitur Horizontal Lock juga hampir tidak pernah digunakan selama tiga bulan karena dianggap hanya cocok untuk kebutuhan tertentu.

Performa Tetap Kencang

Samsung S26 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Gen 5 dengan RAM 16 GB.

Selama penggunaan, perangkat tidak pernah mengalami kendala performa.

Multitasking berjalan lancar dan berbagai gim dapat dimainkan menggunakan pengaturan grafis maksimum.

Dalam beberapa kondisi seperti bermain gim dalam waktu lama atau memotret di bawah terik matahari, suhu perangkat memang sempat meningkat.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak sampai menyebabkan overheat dalam penggunaan normal sehari-hari.

Baca Juga: Samsung Galaxy A07 Rp1,3 Jutaan Bawa Helio G99 dan UFS, Layak Jadi HP Murah Terbaik?

AI yang Benar-benar Berguna

Tidak semua fitur AI sering digunakan.

Beberapa fitur yang justru paling sering dimanfaatkan adalah Gemini AI untuk mencari informasi dan berdiskusi, Circle to Search, serta fitur penghapus objek pada foto.

Ketiganya dinilai cukup membantu dalam penggunaan sehari-hari.

Di luar AI, salah satu fitur perangkat lunak yang paling disukai justru kemampuan mengirim file langsung ke MacBook melalui Quick Share.

Bagi pengguna MacBook, fitur tersebut membuat proses perpindahan file menjadi jauh lebih praktis.

Masih Layak Dibeli?

Setelah tiga bulan penggunaan, Samsung S26 Ultra masih dinilai sebagai smartphone flagship yang sangat andal untuk dijadikan perangkat utama.

Perangkat menawarkan kombinasi baterai awet, performa tinggi, kamera yang konsisten, serta sejumlah fitur AI yang benar-benar berguna.

Meski demikian, pemilik Samsung S25 Ultra maupun S24 Ultra dinilai belum perlu terburu-buru melakukan upgrade karena perangkat generasi sebelumnya masih mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebaliknya, bagi pengguna smartphone yang lebih lama atau mereka yang baru ingin beralih ke kelas flagship, Samsung S26 Ultra masih dianggap sebagai pilihan yang sangat layak berkat keseimbangan antara performa, kamera, daya tahan baterai, dan fitur produktivitas yang ditawarkan.

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Samsung flagship Samsung S26 Ultra Review Samsung S26 Ultra Kamera Samsung S26 Ultra Baterai Samsung S26 Ultra