Poco M8 Pro 5G Resmi Dirilis: Spesifikasi Naik Brutal, Chipset Lompat Jauh Tapi Harganya Bikin Kaget!

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 17:19 WIB
Poco M8 Pro 5G resmi meluncur membawa spesifikasi naik brutal dari chipset hingga baterai 6500 mAh. Simak review performa, kamera, dan harganya di sini!
Poco M8 Pro 5G resmi meluncur membawa spesifikasi naik brutal dari chipset hingga baterai 6500 mAh. Simak review performa, kamera, dan harganya di sini!

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM- Brand smartphone Poco kembali mengguncang pasar gadget melalui lini terbaru mereka. Poco M8 Pro 5G resmi diperkenalkan dengan membawa peningkatan spesifikasi yang terbilang sangat agresif atau brutal dibandingkan pendahulunya, Poco M7 Pro 5G. Ponsel pintar ini mengalami perombakan besar-besaran mulai dari sektor visual, performa dapur pacu, kapasitas daya tahan baterai, hingga sistem pengisian daya yang kini jauh lebih instan.

Meski membawa sederet pembaruan masif, pengumuman kehadiran smartphone ini justru memicu perbincangan hangat di kalangan pencinta gadget karena banderol harganya yang melonjak. Kenaikan harga ini diduga kuat berkaitan erat dengan isu kelangkaan sekaligus lonjakan harga komponen RAM global yang tengah terjadi di industri saat ini, atau kemungkinan adanya pergeseran strategi pasar dari pihak Poco sendiri.

Secara performa harian, ponsel pintar ini menawarkan pengalaman penggunaan yang sangat responsif, walaupun calon konsumen harus memperhatikan beberapa catatan penting sebelum memutuskan untuk membelinya.

Baca Juga: Poco X8 Pro Meluncur Mulai Rp4 Jutaan, Dimensity 8500 dan Charging 100W Jadi Daya Tarik Utama

Isi Kotak Penjualan dan Desain Baru

Ketika membuka kotak kemasan berwarna kuning ikonik khas Poco, konsumen akan langsung disambut oleh sebuah kotak tipis yang berisi SIM ejector, buku panduan manual, serta sebuah casing pelindung (softcase) berwarna hitam yang dihiasi logo Poco. Tepat di bawah kotak tipis tersebut, unit smartphone diletakkan, diikuti dengan kelengkapan paling dasar pada bagian dasar kompartemen berupa kepala adaptor pengisi daya berkekuatan 100 watt serta kabel data tipe A ke tipe C.

Saat perangkat diaktifkan untuk pertama kali, sistem operasi yang berjalan sudah menggunakan Hyper OS 2 yang berbasis pada Android 15. Pengguna akan dipandu melalui proses pengaturan awal, termasuk registrasi pemindai sidik jari di dalam layar (in-display fingerprint) serta penyaringan aplikasi rekomendasi bawaan (bloatware) yang harus dihilangkan centangnya satu per satu secara manual agar tidak terpasang otomatis.

Setelah proses pengaturan selesai, ruang penyimpanan internal langsung terpakai sekitar 31 gigabita (GB) dan sistem akan meminta pembaruan perangkat lunak sebesar 255 megabita (MB). Sayangnya, seri ini belum mendapatkan pembaruan ke Hyper OS 3 saat pertama kali meluncur.

Dari segi estetika, bagian belakang ponsel ini kembali mengadopsi desain modul kamera yang menyerupai kompor empat tungku. Tampilan ini dipadukan dengan aksen garis hitam bermotif serat karbon pada sisi kiri dan kanan bodi, yang membungkus varian warna perak pada bagian tengah.

Material penutup belakangnya terbuat dari bahan plastik bermotif akhir matte, sedangkan area bergaris hitam memiliki tekstur yang mulus dan cenderung sedikit mengkilap (glossy). Keberadaan tombol volume dan tombol daya ditempatkan di sisi kanan bodi, sementara sisi kiri dibiarkan polos tanpa tombol. Pada bagian bawah bodi, terdapat lubang speaker, port USB tipe C, mikrofon, serta slot kartu SIM ganda (dual SIM) yang tidak mendukung penambahan kartu memori eksternal (micro SD). Sementara itu, bagian atas dihuni oleh speaker sekunder dan mikrofon tambahan.

Bagi pengguna yang masih mengandalkan earphone kabel, perangkat ini membawa kabar kurang menyenangkan karena lubang audio headphone jack 3.5mm kini telah resmi dihilangkan.

Baca Juga: Redmi Note 14 4G Datang dengan Upgrade dan Downgrade, Masih Layak Jadi HP Xiaomi 2 Jutaan?

Peningkatan Spesifikasi Dibandingkan Generasi Sebelumnya

Jika disandingkan dengan Poco M7 Pro 5G, lompatan teknologi pada Poco M8 Pro 5G terlihat sangat mencolok pada hampir seluruh komponen utamanya. Layar ponsel terbaru ini memiliki dimensi yang sedikit lebih lapang, tingkat respons sentuhan (touch sampling rate) yang lebih tinggi, serta tingkat kecerahan layar yang jauh lebih prima di bawah terik matahari. Sektor visual ini juga telah dilengkapi dengan fitur peredupan PWM (PWM diming) yang lebih ramah mata serta proteksi kaca tangguh Gorilla Glass Victus 2.

Dapur pacu perangkat ini beralih dari chipset MediaTek Dimensity 7025 Ultra dengan fabrikasi 6 nanometer (nm) ke chipset Qualcomm Snapdragon 7S Gen 4 yang menggunakan fabrikasi lebih efisien, yakni 4 nanometer (nm). Perubahan arsitektur ini mendongkrak performa perangkat secara signifikan.

Pada pengujian sintetis menggunakan aplikasi AnTuTu versi 10, skor yang dihasilkan melonjak hingga hampir 800.000 poin, alias naik sekitar 70 persen dari generasi sebelumnya yang hanya meraup skor di kisaran 467.000 poin. Sementara saat diuji menggunakan AnTuTu versi terbaru (versi 11), performa chipset ini sukses menyentuh angka psikologis di 1.000.000 poin.

Untuk mengimbangi tenaga yang besar tersebut, produsen menyematkan sistem pendingin internal (cooling system) berbasis ruang uap (vapor chamber) dengan luas area mencapai 5.200 milimeter persegi ($mm^2$). Sektor daya juga tidak luput dari peningkatan masif, di mana kapasitas baterai melonjak dari yang semula 5.110 miliampere-hour (mAh) menjadi 6.500 mAh.

Sistem pengisian dayanya pun melonjak dari 45 watt menjadi 100 watt, lengkap dengan dukungan fitur pengisian daya terbalik menggunakan kabel (wired reverse charging) untuk mengisi daya perangkat lain.

Di sektor fotografi, kamera utama smartphone ini tetap mengandalkan resolusi sebesar 50 megapiksel (MP), namun kini menggunakan sensor gambar yang jauh lebih mutakhir. Lensa sekunder beresolusi 2 megapiksel yang sebelumnya dinilai kurang fungsional pada seri terdahulu kini telah digantikan oleh lensa sudut ultra lebar (ultrawide) beresolusi 8 megapiksel. Kenaikan spesifikasi juga menyentuh resolusi kamera depan (selfie), serta sertifikasi ketahanan air dan debu (IP rating) yang kini menjadi jauh lebih tinggi.

Poco juga memperkenalkan varian standar tanpa label Pro, yakni Poco M8 5G. Model standar ini memiliki perbedaan berupa dimensi layar yang sedikit lebih ringkas, touch sampling rate yang lebih rendah, serta penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 6 Gen 5 tanpa disertai sistem pendingin khusus. Kapasitas baterai dan kecepatan pengisian dayanya juga lebih kecil. Selain itu, kamera utamanya menggunakan sensor yang berbeda tanpa dilengkapi fitur penstabil gambar berbasis perangkat keras (OIS), tidak memiliki lensa ultrawide, serta hanya mengantongi sertifikasi ketahanan air IP64, meskipun tipe ini masih mempertahankan slot memori eksternal micro SD.

Uji Performa Harian dan Kemampuan Kamera

Dalam skenario penggunaan sehari-hari, fitur umpan balik getaran (haptic feedback) pada ponsel pintar ini menyajikan getaran yang terfokus dan tidak melebar ke seluruh bodi, meskipun sensasinya belum bisa menyamai keempukan ponsel kelas atas (flagship). Untuk perekaman video, kamera depan mampu menghasilkan resolusi maksimal hingga format 1080p pada kecepatan 60 bingkai per detik (fps), sedangkan kamera belakang sanggup merekam hingga format 4K pada kecepatan 30 fps. Namun, terdapat satu keterbatasan teknis di mana pengguna tidak dapat berpindah lensa dari lensa utama ke lensa ultrawide atau sebaliknya saat proses perekaman video sedang berjalan; perekaman harus dihentikan terlebih dahulu sebelum mengganti lensa.

Terkait fitur kenyamanan layar, sistem tampilan siaga pintar (Always on Display atau AOD) pada perangkat ini belum mendukung mode aktif terus-menerus, melainkan hanya mampu bertahan menyala selama durasi 10 detik saja setelah layar diketuk.

Saat digunakan untuk menguji permainan kompetitif Mobile Legends, ponsel ini langsung membuka opsi pengaturan grafis tingkat tertinggi (Super HD). Jalannya permainan terasa sangat mulus tanpa kendala, dengan manajemen suhu yang sangat dingin. Selama sesi permainan yang berlangsung selama 1 jam 15 menit, daya baterai hanya terkuras sebanyak 4 persen.

Namun, ketika dipaksa menjalankan permainan dengan beban grafis yang sangat berat seperti Genshin Impact pada pengaturan grafis tingkat menengah (medium) dengan target 60 fps, performanya belum bisa dikatakan konsisten secara penuh. Kecepatan bingkai rata-rata yang didapatkan berada di kisaran 40 fps, dengan sesekali terjadi penurunan bingkai (frame drop) serta sedikit jeda waktu (delay) ketika pengguna melakukan pergantian karakter di dalam permainan. Suhu bodi perangkat selama aktivitas berat ini masih berada dalam batas toleransi normal, yakni di kisaran 42 hingga 43 derajat Celsius, dengan konsumsi daya baterai yang berkurang sebanyak 11 persen setelah dimainkan selama 30 menit. Karakteristik ini menunjukkan bahwa perangkat lebih ideal ditujukan bagi para pemain kasual daripada pemain hardcore yang mengejar performa kestabilan tinggi.

Kualitas tangkapan gambar dari kamera belakang secara keseluruhan tergolong baik dan tajam untuk pemotretan foto reguler maupun mode potret (portrait), meskipun kondisi lingkungan luar ruangan sedang dalam keadaan mendung atau pencahayaan minim.

Daya tahan baterai perangkat terbukti sangat efisien untuk penggunaan luar ruangan. Dalam durasi pemakaian aktif selama kurang lebih 2,5 jam untuk keperluan dokumentasi, sisa daya baterai hanya berkurang sebanyak 23 persen, dan menyisakan kapasitas 21 persen pada malam hari.

Sektor kecerdasan buatan (AI features) yang disematkan mencakup alat penyuntingan gambar esensial seperti AI Eraser yang mampu menghapus objek mengganggu dengan rapi, fitur penghapus bayangan, perluasan skala foto (expand photo), hingga opsi untuk mengubah tampilan langit pada latar belakang. Perangkat ini juga terintegrasi langsung dengan fitur ekosistem digital milik Google, seperti fitur pencarian instan Circle to Search serta asisten pintar Gemini AI.

Catatan penting lainnya terletak pada keberadaan iklan komersial yang sesekali masih muncul di dalam aplikasi bawaan seperti Mi Video, aplikasi pembersih sistem (cleaner), serta terselip di beberapa menu pengaturan sistem. Meskipun jumlah aplikasi bawaan (bloatware) tidak terlalu menumpuk dan sebagian besar di antaranya bisa dihapus dengan mudah, hal ini tetap menjadi poin pertimbangan krusial bagi calon pembeli yang menginginkan antarmuka bersih tanpa gangguan iklan.

Varian, Harga, dan Strategi Pasar

Poco menyediakan perangkat ini dalam tiga pilihan warna, yaitu perak (silver), hitam (black), dan hijau (green). Di pasar Singapura, harga promosi awal (early bird) yang sudah memotong harga normal dan menggunakan voucher tambahan dipatok sebesar 349 Dolar Singapura (sekitar Rp4,5 juta) untuk varian memori RAM 8 GB dengan penyimpanan internal 256 GB. Sementara itu, untuk varian tertinggi dengan spesifikasi RAM 12 GB dan penyimpanan internal 512 GB dibanderol dengan harga 409 Dolar Singapura (sekitar Rp5,3 juta).

Angka penjualan tersebut memperlihatkan lonjakan harga yang cukup drastis jika dibandingkan dengan harga peluncuran resmi generasi pendahulunya, Poco M7 Pro 5G, yang dahulu dipasarkan di Indonesia dengan harga hanya Rp2,8 juta saja.

Sebagai perbandingan yang lebih objektif di wilayah pasar yang sama, harga ritel normal untuk Poco M8 Pro 5G di Singapura berada di angka 389 Dolar Singapura, sedangkan Poco M7 Pro 5G sebelumnya dijual seharga 329 Dolar Singapura. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan harga dasar sebesar 60 Dolar Singapura atau setara dengan kisaran Rp800.000.

Di samping itu, strategi pemberian potongan harga awal dari pihak produsen juga mengalami pergeseran, di mana potongan harga awal untuk seri terbaru ini jauh lebih kecil dibandingkan potongan harga masif yang diberikan pada masa peluncuran seri terdahulu.

Lompatan harga yang bercampur dengan peningkatan spesifikasi komponen yang masif di semua lini membuat batas antara kenaikan harga akibat inflasi nilai RAM global dan kenaikan harga akibat peningkatan kelas perangkat menjadi baur. Fenomena ini mengindikasikan adanya kemungkinan perubahan strategi penempatan produk (product positioning) dari brand Poco untuk masa-masa mendatang. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai tanggal peluncuran maupun kepastian harga perangkat ini untuk wilayah pasar Indonesia.

Baca Juga: Redmi Note 14 5G Layak Dibeli? HP 5G Rp3 Jutaan Ini Punya OIS, AMOLED 120Hz, tapi Ada Catatan Penting

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : You Tube
Poco M8 Pro 5G spesifikasi Poco M8 Pro 5G harga Poco M8 Pro 5G HP Poco terbaru 2026 kelebihan Poco M8 Pro 5G