Review Poco F8 Pro: Snapdragon 8 Elite Kencang, Speaker Bose Memukau, Masih Layak Jadi Rekomendasi di Rp8 Jutaan?

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 17:34 WIB
Review Poco F8 Pro mengulas performa Snapdragon 8 Elite, speaker Bose, kamera telefoto, baterai 6200 mAh, dan pengalaman penggunaan harian (Pinterest).
Review Poco F8 Pro mengulas performa Snapdragon 8 Elite, speaker Bose, kamera telefoto, baterai 6200 mAh, dan pengalaman penggunaan harian (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Poco F8 Pro menjadi smartphone utama yang digunakan selama sekitar tiga hari dalam pengujian harian. Selama periode tersebut, perangkat dipakai untuk berbagai aktivitas mulai dari WhatsApp, Gmail, aplikasi perbankan hingga bermain game. Dari pengalaman penggunaan langsung, Poco F8 Pro menawarkan peningkatan yang cukup terasa dibanding generasi sebelumnya, terutama pada performa, desain, layar, dan sektor kamera.

Review ini tidak berfokus pada spesifikasi di atas kertas, melainkan pengalaman penggunaan sehari-hari. Unit yang diuji merupakan perangkat yang dibeli sendiri sehingga seluruh kelebihan dan kekurangannya disampaikan berdasarkan penggunaan nyata.

Baca Juga: Redmi Note 14 5G Layak Dibeli? HP 5G Rp3 Jutaan Ini Punya OIS, AMOLED 120Hz, tapi Ada Catatan Penting

Performa Snapdragon 8 Elite Jadi Peningkatan Paling Terasa

Salah satu peningkatan yang paling menonjol pada Poco F8 Pro berada di sektor performa. Smartphone ini kini menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite yang sebelumnya digunakan pada perangkat flagship.

Peningkatan tersebut disebut cukup signifikan karena kecepatan CPU naik dari sekitar 3,3 GHz menjadi 4,3 GHz. Dalam pengujian benchmark, Poco F8 Pro mencatat skor AnTuTu sekitar 3,1 juta poin.

Meski demikian, fokus pengujian bukan pada angka benchmark, melainkan pengalaman penggunaan sehari-hari.

Selama digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari multitasking hingga menjalankan aplikasi berat, performanya dinilai sangat responsif. Seluruh game yang diuji, termasuk Genshin Impact dan Wuthering Waves, dapat dimainkan dengan frame rate yang stabil. Penurunan frame hanya terjadi pada beberapa adegan seperti teleport dan story quest.

Pengujian rendering video juga menunjukkan hasil menarik. Poco F8 Pro disebut mampu menyelesaikan proses rendering lebih cepat dibanding iPhone 17. Pada rentang harga sekitar Rp8 jutaan, reviewer menilai belum menemukan smartphone lain yang memiliki performa lebih tinggi.

Suhu Masih Terkendali Meski Performa Tinggi

Performa tinggi tentu berkaitan dengan manajemen suhu.

Saat pengisian daya menggunakan mode standar 100 watt, suhu perangkat berada di sekitar 39 derajat Celsius.

Untuk penggunaan ringan seperti scrolling media sosial selama 30 menit hingga satu jam, suhu berkisar di angka 38 derajat Celsius dan hanya terasa hangat di bagian belakang.

Pada pengujian Genshin Impact dengan pengaturan High 60 FPS selama 20 menit tanpa pendingin ruangan, suhu mencapai sekitar 43 derajat Celsius. Angka tersebut disebut lebih rendah dibanding Poco F7 maupun Poco F7 Pro.

Ketika menggunakan pendingin ruangan, suhu bahkan turun hingga sekitar 41,7 derajat Celsius.

Sementara pada Wuthering Waves dengan pengaturan grafis maksimal, suhu dapat menyentuh 48 derajat Celsius. Meski demikian, frame rate tetap stabil sehingga karakter performanya lebih memilih mempertahankan kinerja dibanding menurunkan performa untuk mengurangi panas.

Reviewer menyarankan penggunaan fan cooling bagi pengguna yang sering memainkan game tersebut dalam waktu lama.

Baca Juga: Poco M8 Pro 5G Resmi Dirilis: Spesifikasi Naik Brutal, Chipset Lompat Jauh Tapi Harganya Bikin Kaget!

Baterai Lebih Besar, Daya Tahan Masih Tergolong Standar

Poco F8 Pro kini dibekali baterai silikon berkapasitas sekitar 6.200 mAh.

Selama dua hari pertama dengan dominasi penggunaan data seluler sekitar 80 persen, perangkat mampu menghasilkan screen on time (SOT) sekitar enam jam. Smartphone masih dapat digunakan dari pagi hingga sekitar pukul 21.00 dengan aktivitas bermain game hampir dua jam.

Pada hari ketiga dengan kombinasi Wi-Fi dan data seluler, SOT meningkat menjadi sekitar tujuh jam.

Menurut reviewer, daya tahan tersebut tergolong cukup baik, tetapi belum bisa disebut sangat awet mengingat kapasitas baterainya sudah berada di atas 6.000 mAh.

Pengisian Daya Tetap Cepat

Poco mengklaim pengisian daya 1 hingga 100 persen dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 37 menit menggunakan mode top speed.

Namun selama pengujian, mode standar lebih sering digunakan.

Dalam mode tersebut, pengisian dari 1 hingga 85 persen memerlukan waktu sekitar 50 menit, sedangkan hingga penuh membutuhkan sekitar 56 hingga 57 menit.

Desain Lebih Elegan dan Nyaman Digenggam

Peningkatan lain yang cukup terasa hadir pada desain.

Poco F8 Pro mengusung tampilan baru dengan kombinasi modul kamera dan area belakang yang menurut reviewer terlihat lebih elegan dibanding pendahulunya.

Varian warna silver menghadirkan perpaduan finishing glossy dan matte yang memberikan kesan premium.

Frame perangkat sudah menggunakan material metal dengan ketebalan sekitar 8 mm.

Ukuran layar juga sedikit diperkecil dari 6,67 inci menjadi 6,59 inci sehingga terasa lebih nyaman digunakan dengan satu tangan.

Baca Juga: spesifikasi Poco M8 Pro 2026: Pakai Baterai Silikon Karbon 6.500 mAh dan Snapdragon 7S Gen 4

Layar AMOLED Tetap Memanjakan Mata

Panel AMOLED beresolusi 1,5K dengan refresh rate 120 Hz menjadi salah satu keunggulan Poco F8 Pro.

Bezel yang tipis membuat tampilan semakin modern.

Sensor sidik jari bekerja cepat, sementara fitur Wet Touch memungkinkan layar tetap responsif saat tangan dalam kondisi basah.

Always On Display kini dapat aktif terus-menerus, meski reviewer lebih sering menggunakan mode pintar yang hanya menampilkan informasi ketika diperlukan.

Satu catatan diberikan pada screen protector bawaan yang dinilai cukup reflektif sehingga mengurangi kualitas visual layar.

Selain itu, refresh rate belum menggunakan teknologi LTPO dan perlindungan layar masih memakai Gorilla Glass 7i.

Speaker Bose Jadi Salah Satu Keunggulan

Meski tidak memiliki subwoofer seperti Poco F8 Ultra, kualitas speaker Poco F8 Pro tetap mendapat apresiasi.

Speaker stereo hasil kolaborasi dengan Bose dinilai mampu bersaing dengan iPhone 17.

Dalam pengujian langsung, sound stage terdengar lebih luas dengan volume yang sedikit lebih tinggi.

Karakter suara juga disebut memiliki treble yang jernih, mid yang stabil, serta tingkat kejernihan yang sangat baik.

Reviewer menyarankan mengaktifkan fitur Immersive Sound 360 Experience agar kualitas audio dapat mengungguli iPhone 17.

HyperOS 3 Hadir dengan Fitur Lebih Lengkap

Poco F8 Pro langsung menjalankan Android 16 dengan HyperOS 3.

Perangkat dijanjikan memperoleh pembaruan sistem operasi selama empat tahun hingga Android 20 serta pembaruan keamanan selama lima tahun.

Menurut reviewer, tampilan HyperOS 3 terasa lebih segar dengan navigasi yang lebih mulus.

Fitur perekam suara kini mendukung transkrip bahasa Indonesia dan Enhance Voice untuk mengurangi suara bising di sekitar.

Hyper Island juga dinilai cukup berguna karena mampu mengelola hingga tiga aplikasi sekaligus.

Fitur AI yang tersedia juga cukup lengkap, mulai dari AI Writing yang mampu membantu membuat caption berdasarkan foto hingga AI Interpreter dengan tampilan yang lebih mudah digunakan.

Menariknya, HyperOS 3 kini mendukung integrasi dengan perangkat Apple sehingga pengguna dapat mengirim file ke iPhone maupun MacBook serta melihat notifikasi iPhone melalui Poco F8 Pro apabila menggunakan akun yang sama.

Baca Juga: Poco F8 Ultra Resmi Meluncur Global, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Speaker Bose dengan Subwoofer

Masih Ada Iklan di Aplikasi Bawaan

Meski membawa banyak peningkatan, reviewer masih menemukan beberapa kekurangan.

Iklan masih muncul pada sejumlah aplikasi bawaan seperti Mi Video, Themes, dan Mi Browser.

Bahkan sesekali iklan juga muncul setelah mengganti wallpaper.

Beruntung, fitur tersebut dapat dimatikan melalui pengaturan masing-masing aplikasi dengan menonaktifkan opsi penayangan iklan dan rekomendasi personal.

Selama penggunaan tiga hari, reviewer mengaku tidak menemukan bug yang mengganggu aktivitas harian.

Kamera Kini Lebih Lengkap Berkat Telefoto

Peningkatan lain hadir pada sektor kamera.

Poco F8 Pro kini memiliki kamera telefoto sehingga konfigurasi kameranya lebih lengkap dibanding generasi sebelumnya.

Kamera utama dan telefoto menghasilkan foto dengan tingkat ketajaman yang baik. Detail tetap terjaga ketika gambar diperbesar dan noise relatif minim.

Sementara kamera ultrawide masih menjadi sektor yang paling lemah. Pada kondisi cahaya cukup hasilnya masih memadai, tetapi ketika memasuki kondisi minim cahaya detail menurun cukup signifikan.

Untuk foto portrait, reviewer menilai hasil skin tone terlihat natural.

Poco F8 Pro juga menyediakan lima pilihan focal length sehingga pengguna memiliki lebih banyak opsi saat memotret portrait.

Kemampuan zoom hingga lima kali masih menghasilkan gambar yang tergolong tajam, meski jarak fokus minimum kamera telefoto dinilai cukup jauh.

Perekaman Video Sudah Mendukung 8K

Pada sektor video, Poco F8 Pro mendukung perekaman hingga resolusi 8K 30 fps.

Untuk penggunaan sehari-hari, reviewer lebih sering memanfaatkan mode 4K 60 fps yang tersedia pada kamera utama dan telefoto.

Kamera ultrawide masih terbatas pada 1080p 30 fps, sedangkan kamera depan mendukung 1080p 60 fps.

Fitur tambahan seperti RAW, Log Profile, hingga video portrait juga tersedia sehingga memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna yang gemar membuat konten.

Baca Juga: Poco F8 Ultra Resmi Meluncur Global, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Speaker Bose dengan Subwoofer

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Speaker Bose Review Poco F8 Pro snapdragon 8 elite HyperOS 3 Poco F8 Pro