Kupas Tuntas Kamera Realme Neo 8: Bawa Sensor Periskop Telefoto 50 MP dan Fitur Canggih AI Editor Suara

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 17:54 WIB
 Kamera Realme Neo 8 dibekali lensa periskop telefoto 50 MP, perekaman video 4K, serta fitur canggih AI Editor suara untuk edit foto instan.
Kamera Realme Neo 8 dibekali lensa periskop telefoto 50 MP, perekaman video 4K, serta fitur canggih AI Editor suara untuk edit foto instan.

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Kamera Realme Neo 8 secara mengejutkan hadir dengan konfigurasi lensa premium kelas atas untuk bersaing di segmen menengah. Ponsel pintar teranyar yang memiliki desain bernuansa game futuristik ini diuji langsung kualitas fotografinya oleh kreator konten Diar. Kehadiran tiga lensa fungsional di area bodi belakang menjadi bukti nyata komitmen pabrikan dalam meningkatkan kualitas tangkapan gambar. Konsumen kini disuguhi kemampuan pemrosesan gambar berbasis kecerdasan buatan terupdate yang sangat interaktif dan praktis.

Kelebihan utama pada sektor kamera Realme 15 Pro varian Neo ini adalah keberadaan lensa periskop telefoto beresolusi tinggi. Bagian punggung perangkat memuat modul kamera berdesain estetik dengan balutan lapisan kaca bening yang mewah di atas cover. Konfigurasi lensa belakang terdiri atas kamera utama 50 MP dengan bukaan rana f/1.8 yang dilengkapi sensor berukuran besar.

Selanjutnya, tertanam lensa periskop telefoto beresolusi 50 MP dengan bukaan f/2.8 untuk kebutuhan pengambilan gambar jarak jauh secara detil. Sebagai pelengkap aktivitas fotografi sudut lebar, pabrikan menyertakan lensa ultrawide beresolusi 8 MP dengan bukaan f/2.2 di sisi modul. Karakteristik visual yang dihasilkan oleh kombinasi kamera belakang gawai ini memperlihatkan saturasi warna yang matang serta kontras tinggi.

Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Realme Neo 8: Ponsel Monster Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai Badak 8.000 mAh

Kemampuan Edit Foto Berbasis Perintah Suara AI Editor

Gawai pintar yang menjalankan sistem antarmuka Realme UI 7.0 ini membawa terobosan perangkat lunak pintar di dalam aplikasi galeri. Pengguna dapat memanfaatkan fitur AI Editor canggih untuk memanipulasi objek gambar cukup dengan menggunakan instruksi suara secara langsung. Proses penyuntingan foto menjadi jauh lebih interaktif karena konsumen tidak perlu mengetik perintah secara manual di atas layar.

Sebagai contoh, pengguna tinggal menekan tombol mikrofon lalu mengucapkan prom suara seperti perintah mengubah latar belakang foto menjadi Paris. Sistem kecerdasan buatan berbasis jaringan komputasi awan (cloud server) akan langsung memproses instruksi tersebut dalam hitungan detik secara otomatis. Selain lewat perintah vokal, sistem penyuntingan digital ini tetap menyediakan opsi input instruksi teks manual bagi para penggunanya.

Namun, hasil rekayasa gambar menggunakan sistem kecerdasan buatan cloud ini masih menyisakan catatan keterbatasan pada tingkat ketajaman detail. File foto hasil akhir proses manipulasi AI cenderung memiliki resolusi yang lebih rendah dibandingkan dengan file foto aslinya. Hal ini terjadi karena sistem AI menggambar ulang seluruh elemen pemandangan foto, bukan hanya objek spesifik yang ingin dihapus.

Fitur Manipulasi Gambar AI Landscape dan AI Party Mode Offline

Untuk mengakomodasi kebutuhan pengeditan instan tanpa jaringan internet, pabrikan menyematkan fitur kecerdasan buatan lokal yang bekerja offline. Salah satunya adalah fitur AI Landscape yang berfungsi mengoptimalkan tingkat kejelasan (clarity) warna pemandangan alam secara konsisten. Ada pula fitur AI Party Mode yang secara unik mampu mengubah pendaran titik cahaya latar belakang menjadi pola geometri lucu.

"Proses pengeditan foto lokal secara offline ini bekerja dengan sangat rapi karena sistem internal gawai langsung mengeksekusi data gambar," jelas Diar.

Sektor kamera depan gawai ini mempercayakan kualitas tangkapan gambarnya pada lensa tunggal beresolusi 16 MP bukaan f/2.4. Karakter skin tone wajah yang dihasilkan oleh kamera selfie ini terlihat natural dengan reproduksi warna latar belakang yang seimbang. Paparan cahaya matahari terik di area luar ruangan dapat diredam dengan baik berkat sistem rentang dinamis yang optimal.

Baca Juga: Kamera Realme 15 Pro Usung Sensor Ganda 50 MP dan AI Editor Suara, Ini Kekurangannya!

Uji Perekaman Video Resolusi Tinggi 4K 60 FPS Rata Kanan

Kemampuan videografi dari lensa utama bagian belakang gawai ini sudah mendukung opsi format perekaman hingga resolusi maksimal 4K 60 FPS. Hasil tangkapan video memperlihatkan detail objek yang sangat tajam dengan performa sistem stabilisasi gambar yang bekerja sangat usable. Format video perekaman tinggi ini sangat ideal untuk mengakomodasi kebutuhan pembuatan konten vlog harian maupun video sinematik pendek.

Pada opsi resolusi video 1080p dengan kecepatan 30 FPS, pengguna dapat memindahkan lensa kamera secara fleksibel saat perekaman berlangsung. Perpindahan dari lensa utama ke lensa sudut lebar (ultrawide) dapat dilakukan secara instan tanpa perlu menghentikan proses perekaman video. Kemampuan transisi lensa di tengah perekaman ini menjadi nilai tambah krusial bagi kenyamanan operasional para kreator konten seluler.

Namun, kemampuan transisi antar lensa belakang tersebut akan otomatis dinonaktifkan saat kamera disetel pada format video 1080p 60 FPS. Keterbatasan sistem serupa juga dijumpai pada format perekaman 4K 30 FPS dan 4K 60 FPS di area luar ruangan. Tingkat ketajaman detail gambar pada resolusi 4K mengalami peningkatan signifikan dengan saturasi warna objek yang terlihat lebih pekat.

Catatan Kekurangan pada Fitur Kamera Depan dan Mode Potret

Meskipun dibekali berbagai keunggulan teknologi mutakhir, sektor kamera dari gawai ramping ini tetap memiliki beberapa catatan kekurangan minor. Kekurangan pertama dijumpai pada keterbatasan sistem perekaman video lensa depan gawai yang belum mendukung format resolusi tinggi 4K. Kamera depan hanya mampu mengunci format perekaman video maksimal pada resolusi 1080p dengan pilihan kecepatan 30 FPS atau 60 FPS.

Kekurangan kedua ditemukan pada akurasi pemotretan menggunakan mode potret (portrait mode) untuk menghasilkan efek latar belakang buram atau bokeh. Proses isolasi objek foto pada area helaian rambut tipis subjek foto wanita dinilai masih kurang rapi dan presisi. Sistem pemrosesan gambar terkadang secara tidak sengaja ikut memburamkan ujung helaian rambut yang dianggap sebagai bagian dari latar belakang.

Secara keseluruhan, sistem kamera gawai ini tetap mampu menyuguhkan performa fotografi kelas menengah yang sangat andal dan kompetitif. Kehadiran lensa periskop telefoto menjadi pembeda utama yang membuat gawai ini lebih unggul dibandingkan dengan ponsel midrange konvensional. Spesifikasi dan harga Realme Neo 8 yang berada di angka Rp 5,8 jutaan menjadikannya paket kamera terlengkap di kelas harganya.

Baca Juga: Performa Realme 15 Pro Ditenagai Chipset Snapdragon 7 Gen 4 dan Sistem Pendingin Es 7000 mm²

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : you tube4
kamera Realme Neo 8 lensa periskop telefoto AI Editor foto review kamera Realme video 4K Realme