TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Uji performa intensif terhadap Realme C85 Pro memperlihatkan karakteristik kinerja mesin harian yang fokus pada efisiensi daya. Perangkat teranyar yang mengusung baterai berkapasitas monster ini diuji kemampuannya untuk menjalankan aplikasi harian serta pemotretan foto. Melalui data pengujian riil, gawai pintar ini membuktikan ketangguhan daya tahan operasional di kelas harga Rp 2 jutaan.
Sektor performa dari Realme C85 Pro mencatatkan perolehan skor benchmark sintetis AnTuTu versi 10 di kisaran angka 325.000 poin. Pengujian performa prosesor melalui aplikasi Geekbench 6 menghasilkan skor sebesar 470 poin untuk single-core dan 1.442 poin untuk multi-core. Sementara untuk pengujian grafis 3DMark Wild Life Stress Test, stabilitas performa sistem tercatat sangat konsisten di level 98,8 persen.
Saat digunakan untuk bermain game kompetitif Mobile Legends, pengaturan frame rate dari Realme C85 Pro terbuka hingga opsi tingkat super 90 FPS. Namun ketika pertempuran dimulai, sistem otomatis mengunci pergerakan layar di angka 60 FPS dengan fluktuasi minor ke level 50-an FPS. Untuk game berat sekelas Genshin Impact pada setelan grafis terendah (lowest 60 FPS), mesin mampu berjalan stabil di kisaran 30 FPS.
Ketahanan Daya Baterai Monster 7.000 mAh dan Pengisian Cepat SuperVOOC
Aspek ketahanan daya menjadi nilai jual paling mutlak dari spesifikasi komplit yang ditawarkan oleh perangkat Realme C85 Pro ini. Ponsel pintar ini resmi menjadi varian C series pertama yang dibekali tangki baterai berkapasitas masif mencapai angka 7.000 mAh. Pengujian lokal untuk memutar video beresolusi 1080p secara nonstop memperlihatkan daya tahan baterai yang luar biasa hingga mencapai durasi 25 jam 47 menit.
Aktivitas menonton tayangan streaming YouTube selama 30 menit hanya menguras daya baterai dari ponsel pintar ini sebanyak 2 persen. Sementara untuk berselancar di media sosial TikTok selama setengah jam, indikator kapasitas baterai hanya berkurang sebesar 3 persen saja. Penggunaan bermain game berat Genshin Impact selama 30 menit berturut-turut tercatat mengonsumsi daya baterai sebanyak 8 persen.
"Proses pengisian ulang baterai 7.000 mAh dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu total selama 1 jam 44 menit," tutur Irfan.
Sistem pengisian daya cepat ini disokong oleh teknologi kepala adapter orisinal SuperVOOC 45 watt yang didapatkan langsung dalam boks pembelian. Gawai ini juga mendukung fitur reverse charging dengan keluaran daya hingga 10 watt menggunakan bantuan sambungan kabel data luar. Fitur pengisian balik ini sangat fungsional untuk menyuplai daya perangkat aksesoris mini seperti kipas portabel atau TWS.
Baca Juga: Kupas Kekurangan Realme Neo 8: Uji Konsumsi Baterai 8.000 mAh dan Dampak Ancaman Pasar Rival Abadi
Konfigurasi Kamera Utama 50 MP dan Lampu Indikator Pulse Light
Sektor fotografi Realme C85 Pro mengandalkan kamera utama beresolusi 50 MP dengan bukaan lensa f/1.8 yang sudah dilengkapi fitur autofokus. Pada bodi belakang juga disematkan satu lensa bonus, lampu LED flash, serta komponen lampu notifikasi unik berbentuk pulse light. Lampu indikator pintar ini akan otomatis berkedip menyala saat ada panggilan telepon masuk maupun alarm sistem yang berbunyi.
Untuk kebutuhan swafoto, area depan layar dipersenjatai oleh kamera selfie beresolusi 8 MP dengan bukaan rana f/2.0 fix focus. Kamera belakang maupun depan gawai ini dibatasi pada format kemampuan perekaman video maksimal beresolusi 1080p dengan kecepatan 30 FPS. Karakteristik tangkapan gambar dari kamera utama dinilai standar dengan tingkat saturasi warna objek yang tergolong cukup baik.
Empat Catatan Kekurangan Krusial yang Wajib Dipertimbangkan
Di balik segala kelebihan daya dan bodi tangguh yang ditawarkan, Realme C85 Pro memiliki empat catatan kekurangan yang nyata. Catatan minus pertama bersumber dari absennya komponen sensor gyroscope berbasis perangkat keras (hardware), di mana gawai masih menggunakan sensor gyro jenis virtual. Ketiadaan gyro hardware ini berakibat pada timbulnya efek jeda atau delay respon saat mengoperasikan bidikan game PUBG Mobile.
Kekurangan kedua terletak pada performa sistem stabilisasi perekaman video kamera depan dan belakang yang dinilai masih belum rapi dan stabil. Ketiga, media penyimpanan internal gawai masih menggunakan tipe eMMC 5.1 yang secara teori memiliki kecepatan baca tulis di bawah tipe memori UFS. Catatan kelemahan terakhir dijumpai pada sektor keluaran audio bodi yang masih menggunakan sistem speaker tunggal atau mono belum stereo.
Baca Juga: Kupas Kekurangan Realme Neo 8: Uji Konsumsi Baterai 8.000 mAh dan Dampak Ancaman Pasar Rival Abadi
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : You Tube