JAKARTA - Laptop 5-7 juta menjadi salah satu kelas harga yang cukup rumit bagi calon pembeli. Di rentang ini, konsumen tidak bisa sekadar memilih laptop yang tidak lemot seperti pada kelas di bawah Rp5 juta, tetapi juga belum berada di zona nyaman laptop Rp8 juta hingga Rp10 juta ke atas. Karena itu, spesifikasi, kemampuan upgrade, hingga target penggunaan perlu diperhatikan sebelum membeli.
Salah satu contoh laptop yang dibahas adalah Asus Vivobook A1404ZA dengan harga sekitar Rp6,7 juta. Laptop tersebut menggunakan Intel Core i3-1215U, RAM 8GB DDR4, SSD 256GB, dan layar Full HD. Fitur lainnya meliputi keyboard backlit, fingerprint sensor, webcam dengan physical shutter, layar yang dapat ditekuk hingga 180 derajat, sertifikasi standar militer, Office Home and Student, serta garansi dua tahun.
Dari sisi performa, laptop tersebut dinilai cukup menarik. Untuk Genshin Impact pada resolusi Full HD dengan pengaturan terendah, performanya disebut dapat mencapai rata-rata 60 FPS. Valorant pada resolusi 1080p juga bisa mencapai rata-rata 120 FPS. Sementara Shadow of The Tomb Raider pada pengaturan terendah dan resolusi 720p masih mampu mencapai rata-rata 36 FPS. Untuk rendering video Instagram Reels berdurasi 90 detik dengan footage 4K, waktunya sekitar empat menit.
Baca Juga: Ikan Hias untuk Pemula, Begini Cara Aman Memasukkannya ke Akuarium
Namun, laptop tersebut ternyata bukan pilihan yang paling menarik di kelas harganya.
Selisih Rp200 Ribu Bisa Beda Jauh
Pilihan yang dinilai lebih menarik adalah Asus Vivobook A1405ZA. Harganya disebut hanya sekitar Rp200 ribu lebih mahal dibanding A1404ZA, tetapi membawa sejumlah peningkatan.
A1405ZA memiliki fitur yang juga ada pada A1404ZA, tetapi kapasitas penyimpanannya meningkat dua kali lipat dari 256GB menjadi 512GB dengan kecepatan yang disebut mirip. Speaker juga lebih baik. Layarnya menggunakan rasio 16:10, lebih terang dari sekitar 250 nits menjadi 300 nits, serta beralih dari panel TN ke panel IPS-level dengan viewing angle yang lebih luas.
Baca Juga: Cara Merawat Ikan Hias untuk Pemula, Jangan Abaikan 5 Hal Penting Ini
Perbedaan harga yang tipis tersebut membuat A1405ZA dinilai lebih menarik. Penurunan harga disebut terjadi karena laptop tersebut sebelumnya masih berada di kisaran Rp7 juta hingga Rp8 juta ketika dibahas sekitar enam bulan sebelumnya. Artinya, harga saat ini turun seiring usia produk dan bukan sekadar karena promo toko.
Dari sini, calon pembeli disarankan tidak hanya mencari laptop yang baru diluncurkan. Laptop yang sebelumnya berada di kelas Rp8 juta atau Rp9 juta tetapi sudah berumur sekitar enam bulan hingga satu tahun juga layak diperiksa. Bisa saja harganya sudah turun, sementara generasi prosesornya masih tergolong baru.
Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan, yakni konfigurasi RAM. Performa Intel Core i3-1215U disebut baru bisa keluar maksimal ketika menggunakan RAM dual channel. Pengujian gaming pada Asus tersebut menggunakan RAM 16GB dual channel. Jika hanya menggunakan single channel, frame rate disebut dapat turun jauh.
Baca Juga: Toyota Pamerkan Mobil “Krowak” di GIIAS Surabaya 2026, Baterai hingga Kabin Bisa Dilihat
RAM Jadi Pertimbangan Penting
Tidak semua laptop 5-7 juta mendukung konfigurasi RAM yang sama. HP 14-ep0090TU, misalnya, hanya memiliki satu slot RAM. Laptop ini menggunakan prosesor Intel i3 generasi 13 N305 dengan delapan efficiency core dan ditujukan untuk kebutuhan kerja kantoran serta efisiensi daya.
Dengan harga sedikit di atas Rp6 juta, laptop tersebut menawarkan layar Full HD, SSD 512GB, Windows 11, dan Microsoft Office Home and Student. Sementara bagi pengguna yang ingin laptop HP dengan dukungan dual channel, terdapat HP 14s DQ5115TU yang menggunakan Intel Core i3-1215U.
Pilihan lain adalah MSI Modern 14 C12M yang sejak awal menggunakan RAM 8GB dual channel. Laptop ini disebut mampu menjalankan Genshin Impact sekitar 50 FPS, memiliki SSD 512GB dan harga yang lebih murah dibanding Asus. Kekurangannya, seluruh RAM sudah disolder sehingga tidak dapat ditambah ketika kebutuhan meningkat.
Baca Juga: Toyota Pamerkan Mobil “Krowak” di GIIAS Surabaya 2026, Baterai hingga Kabin Bisa Dilihat
Pada Asus, terdapat RAM 8GB yang disolder dan satu slot kosong. Pengguna perlu membeli RAM tambahan agar konfigurasi menjadi dual channel. Menurut transkrip, membeli RAM secara terpisah bisa lebih murah dibanding mengambil paket upgrade dari toko. RAM SODIMM 8GB dari beberapa merek disebut berada di kisaran Rp200 ribuan.
Di sisi lain, ada Acer Aspire A314 36M dengan harga sekitar Rp5,8 juta. Laptop ini menggunakan Intel Core i3 N305, RAM 8GB DDR5, SSD 512GB, layar Full HD, Windows 11, dan Office Home and Student. Genshin Impact disebut dapat dimainkan sekitar 40 FPS dengan pengaturan terendah, sedangkan Valorant juga masih bisa dimainkan.
RAM Acer tersebut tidak dapat di-upgrade karena sudah disolder. Namun, kelebihan budget sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta dari anggaran Rp7 juta dapat digunakan untuk membeli monitor tambahan sesuai kebutuhan kerja seperti mengetik dan browsing.
Baca Juga: GIIAS Surabaya 2026 Bikin Bocil Betah, 6 Mobil Ini Jadi Incaran Pengunjung
Nama model juga perlu diperhatikan. Acer Aspire A314 36M berbeda dengan Acer Aspire A314 tanpa kode 36M. Versi 36M memiliki layar Full HD, sedangkan versi tanpa 36M disebut masih menggunakan layar HD dengan selisih harga sekitar Rp100 ribu.
Pada akhirnya, tidak ada satu laptop yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang di kelas Rp5 juta hingga Rp7 juta. Calon pembeli perlu menentukan kebutuhan, memperhatikan layar, kapasitas SSD, konfigurasi RAM, kemampuan upgrade, serta kelengkapan sebelum menentukan pilihan.
source: Youtube @Gadgetin
Editor : Ais Mufida Zamzam