Google Pixel 9 Pro XL Dipakai 3 Minggu, Ternyata Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Rahma Wulandari • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 14:35 WIB
Google Pixel 9 Pro XL diuji 3 minggu, punya Android mulus dan kamera mumpuni, tetapi performa Tensor G4 jadi catatan. (GeminiAi)
Google Pixel 9 Pro XL diuji 3 minggu, punya Android mulus dan kamera mumpuni, tetapi performa Tensor G4 jadi catatan. (GeminiAi)

TrenggalekNjenggalek - Google Pixel 9 Pro XL kembali menarik perhatian setelah diuji sebagai daily driver selama sekitar tiga minggu. Dalam pengujian tersebut, Pixel 9 Pro XL dinilai menawarkan pengalaman Android yang mulus, fitur AI yang menarik, kamera yang tetap mumpuni, serta desain premium. Namun, performa Google Tensor G4 menjadi salah satu catatan terbesar karena dinilai tertinggal dari sejumlah chipset flagship lain. Secara resmi, Pixel 9 Pro XL memang menggunakan Tensor G4, sistem tiga kamera belakang, dan dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang.

Google Tensor G4 Jadi Catatan Utama

Pixel 9 Pro XL menggunakan chipset Google Tensor G4. Dalam pengujian reviewer, performa chipset ini dianggap belum sebanding dengan harga perangkat, terutama ketika dibandingkan dengan smartphone flagship yang menggunakan Snapdragon atau Dimensity kelas atas.

Saat digunakan bermain game berat, performanya juga memiliki keterbatasan. Genshin Impact dapat berjalan sekitar 55-60 fps pada awal permainan, tetapi setelah digunakan lebih lama frame rate disebut turun ke kisaran 30-50 fps. Sementara itu, Mobile Legends dalam pengujian tidak membuka opsi 120 fps dan hanya mencapai 90 fps.

Di sisi lain, suhu perangkat justru relatif terjaga. Reviewer menyebut temperatur Pixel 9 Pro XL tetap berada di bawah 40 derajat Celsius saat digunakan untuk aktivitas berat.

Baca Juga: Kecelakaan, 39 Nyawa Melayang di Jalanan

Android Pixel Terasa Mulus

Meski performanya menjadi kekurangan, pengalaman menggunakan sistem operasi Pixel justru menjadi salah satu bagian yang paling disukai. Antarmuka dinilai responsif, sederhana, dan memiliki animasi yang terasa halus.

Google juga menawarkan dukungan software hingga tujuh tahun untuk Pixel 9 Pro XL. Fitur AI menjadi salah satu bagian penting dari pengalaman Pixel, termasuk kemampuan menghapus objek dari foto serta fitur untuk membantu menambahkan seseorang ke dalam foto.

Beberapa fitur tersebut bahkan dapat digunakan untuk menghasilkan atau mengedit konten secara langsung di perangkat. Menurut reviewer, pendekatan Google membuat Pixel terasa berbeda dibandingkan smartphone Android lain yang lebih mengutamakan spesifikasi hardware.

Kamera Pixel 9 Pro XL Masih Mumpuni

Pixel 9 Pro XL membawa tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 50 MP, ultrawide 48 MP, dan telefoto 48 MP dengan optical zoom 5x. Google juga menyediakan Super Res Zoom hingga 30x.

Dalam penggunaan sehari-hari, kualitas foto dinilai tetap sangat baik. Warna khas Pixel masih menjadi salah satu daya tarik, sementara hasil foto objek manusia mampu mempertahankan tekstur dengan baik.

Namun, reviewer menilai peningkatan kamera dari generasi Pixel sebelumnya terasa tidak terlalu besar. Saat dibandingkan dengan Pixel 7 Pro, perbedaannya disebut masih relatif tipis dalam sejumlah kondisi.

Kemampuan zoom juga dinilai mulai tertinggal ketika dibandingkan dengan sejumlah smartphone flagship Android terbaru. Sementara untuk video, perpindahan antar kamera dan perubahan zoom masih dinilai kurang mulus dibandingkan beberapa kompetitor.

Baca Juga: Masa Jabatan Perangkat Desa Tak Lagi Seragam

Layar OLED 6,8 Inci dan Baterai Awet

Pixel 9 Pro XL dibekali layar OLED LTPO berukuran 6,8 inci dengan refresh rate hingga 120 Hz. Layar tersebut juga mendukung refresh rate rendah hingga 1 Hz untuk membantu efisiensi daya.

Dari sisi desain, perangkat menggunakan frame metal, Gorilla Glass Victus 2 pada bagian depan dan belakang, serta modul kamera horizontal yang menjadi identitas seri Pixel 9 Pro. Speaker stereo dan fitur seperti IP68 serta wireless charging juga tersedia.

Baterainya berkapasitas sekitar 5.060 mAh. Dalam pengujian, perangkat mampu digunakan seharian untuk aktivitas seperti navigasi, media sosial, menonton video, dan mendengarkan musik. Namun, pengisian daya maksimal 37 watt dinilai masih tergolong biasa untuk ukuran flagship saat ini.

Pixel 9 Pro XL Lebih Menjual Pengalaman

Setelah digunakan selama tiga minggu, reviewer tetap memberikan penilaian positif terhadap Pixel 9 Pro XL meski menemukan sejumlah kekurangan.

Daya tarik utamanya bukan sekadar spesifikasi, melainkan pengalaman software yang dianggap lebih menyenangkan, responsif, dan berbeda dari kebanyakan smartphone Android. Kamera juga masih mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi meski peningkatannya dinilai tidak terlalu agresif.

Dengan demikian, Pixel 9 Pro XL lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman Android, kamera, fitur AI, desain premium, dan dukungan software jangka panjang. Sementara bagi pengguna yang mengejar performa gaming atau spesifikasi hardware paling tinggi di kelas flagship, kemampuan Tensor G4 menjadi pertimbangan yang perlu diperhatikan.

Editor : Rahma Wulandari
Google Pixel 9 Pro XL Google Tensor G4 Kamera Pixel 9 Pro XL Android Pixel jakarta