Trenggaleknjenggelek – Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menyimpan salah satu keajaiban alam menakjubkan, yakni Gua Lowo. Gua yang ditemukan pada 1931 ini dinobatkan sebagai gua terpanjang se-Asia Tenggara berdasarkan penelitian ahli gua asal Prancis, Gilbert Mantovani, dan Kingston Kho pada 1985.
Terletak di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo (±27 km dari pusat kota), Gua Lowo menawarkan pesona stalaktit dan stalagmit alami yang terbentuk selama ribuan tahun. Pengunjung dapat menikmati keindahan gua sepanjang 859 meter melalui jembatan kayu yang telah disediakan, dengan pemandangan dipercantik sorotan lampu warna-warni.
“Asyiknya, gua ini cukup panjang, dan di tengah ada ruang luas untuk istirahat,” ujar Farida, pengunjung asal Nganjuk.
Tak hanya itu, wisatawan juga bisa menyaksikan ribuan kelelawar (lowo) serta sinar matahari yang menerobos lewat celah langit-langit gua.
Meski total panjang gua diperkirakan melebihi 5 kilometer, hanya 859 meter yang terbuka untuk umum. “Bagian dalam memerlukan peralatan khusus karena oksigen tipis dan ada sungai bawah tanah,” jelas Wipuryono, salah seorang penjaga gua.
Dengan tiket masuk terjangkau (Rp7.500 hari biasa, Rp10.000 akhir pekan), Gua Lowo menjadi destinasi favorit yang ramai dikunjungi, terutama saat liburan. “Ini adalah ikon wisata Trenggalek,” tegas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto.
Gua Lowo tak hanya memamerkan keindahan alam, tetapi juga menjadi bukti kekayaan geologi Indonesia yang patut dilestarikan.(jaz)
Editor : Zaki Jazai