Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pemkab Trenggalek Segera Terapkan E-Tiket di Sektor Wisata

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 18 April 2025 | 00:44 WIB
Loket Wisata Pantai Karanggongso yang nantinya akan menggunakan e-tiket.
Loket Wisata Pantai Karanggongso yang nantinya akan menggunakan e-tiket.

Trenggaleknjenggelek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai melakukan transformasi digital dalam sektor pariwisata dengan menerapkan sistem tiket elektronik (e-tiket) di sejumlah destinasi unggulan.

Langkah penggunaan e-tiket ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan retribusi masuk kawasan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Sunyoto, menyampaikan bahwa sistem e-tiket telah mulai dioperasikan sejak awal 2024.

Untuk pelaksanaannya, pihaknya menggandeng Bank Jatim sebagai mitra dalam pengelolaan dana retribusi.

"Sistem e-tiket ini sudah kami jalankan, seperti yang tadi kami sampaikan, kita bekerja sama dengan Bank Jatim karena selama ini retribusi masuk disetorkan melalui Bank Jatim ke Kas Daerah," ujar Sunyoto.

Sejumlah objek wisata andalan, seperti Pantai Prigi dan Karanggongso, telah menjadi lokasi uji coba penerapan sistem ini.

Dengan penggunaan tiket digital, proses pencatatan transaksi retribusi kini terintegrasi secara langsung dengan sistem keuangan daerah.

Menurut Sunyoto, e-tiket diharapkan dapat mempercepat proses transaksi sekaligus mengurangi potensi kebocoran pendapatan daerah. Selain itu, sistem ini juga menjadi tolok ukur integritas aparatur di lapangan.

"Tidak ada istilah retribusi nanti-nanti, semua langsung masuk. Kami juga tekankan kepada petugas untuk tetap jujur dan profesional dalam menjalankan tugasnya," lanjutnya.

Meski implementasinya telah berjalan, Sunyoto mengakui bahwa sistem ini masih dalam tahap penyesuaian.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah belum adanya notifikasi real-time yang diterima pengunjung setelah pembayaran dilakukan.

Selain itu, sebagian besar wisatawan masih terbiasa menggunakan metode pembayaran tunai, sehingga proses adaptasi terhadap sistem digital membutuhkan waktu dan edukasi lebih lanjut.

"Wisatawan banyak yang belum membawa HP atau enggan menggunakan pembayaran non-tunai. Tapi yang penting, prosesnya sudah kita mulai. Mudah-mudahan ke depan bisa terus berkembang dan sepenuhnya digital," jelasnya.

Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk modernisasi sektor pariwisata Trenggalek.

Selain itu, hal ini dimaksudkan untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Wisata #E-Tiket #retribusi