Trenggaleknjenggelek — Setelah melalui serangkaian ekspedisi dan uji coba jalur, Gunung Wilis kini resmi membuka jalur pendakian via Botoputih untuk umum.
Pengumuman ini disampaikan oleh komunitas relawan Prajurit Rimba bersama Sangyang Wilis, setelah melewati tahapan pembukaan jalur tahap 1 dan 2 serta melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Dalam keterangan resminya, jalur pendakian ini dinyatakan dibuka secara umum mulai Minggu, 11 Mei 2025.
Jalur ini sebelumnya hanya dapat diakses oleh tim eksplorasi dan komunitas lokal, namun kini telah disiapkan untuk aktivitas pendakian massal dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Pendaki yang ingin menjajal rute baru ini diimbau untuk mempersiapkan kondisi fisik, mental, serta perlengkapan yang sesuai standar pendakian.
Selain itu, peraturan ketat diberlakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
Beberapa aturan yang wajib dipatuhi antara lain registrasi di basecamp, menunjukkan identitas diri, serta mendaki dalam kelompok minimal dua orang.
Pendaki juga dilarang membawa alkohol, narkoba, senjata tajam, hingga membuat api unggun atau membuang sampah sembarangan.
Tak kalah penting, setiap pendaki wajib melapor saat turun dan menghormati flora, fauna, serta masyarakat sekitar.
Jalur Botoputih ini mengantarkan pendaki menuju Puncak Kayangan yang berada di ketinggian 1.520 meter di atas permukaan laut.
Dengan estimasi jarak sekitar 7,8 kilometer dari basecamp hingga puncak, rute ini terdiri dari lima pos dan beberapa titik perkemahan.
Selain menyuguhkan pesona alam yang masih asri, jalur ini juga menyimpan nilai historis dan menjadi harapan baru bagi pengembangan wisata desa di wilayah Bendungan, Trenggalek.
Pembukaan ini menandai langkah maju komunitas dan warga setempat dalam memajukan ekowisata berbasis pelestarian lingkungan.
Para relawan berharap, pendaki yang datang tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga turut menjaga alam demi keberlanjutan generasi berikutnya.
Sebagai informasi, pendakian dimulai dari Basecamp menuju Pos 1 Bonoero sejauh 1,5 kilometer.
Rute kemudian dilanjutkan ke Pos 2 Ngukir Negoro, yang menyediakan sumber air serta lokasi perkemahan awal.
Dari Pos 2 ke Pos 3 Reco Reco, jaraknya sekitar 1 kilometer dengan kontur medan yang mulai menanjak.
Camp Area 2 tersedia di lokasi ini bagi pendaki yang ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Pendakian berlanjut menuju Pos 4 Kendil sejauh 1,3 kilometer, kemudian ke Pos 5 Tumpak Es sepanjang 1,2 kilometer.
Etape terakhir adalah jalur punggungan naga menuju Puncak Kayangan dengan jarak 500 meter yang dikenal menantang namun menyajikan panorama memukau.
Secara keseluruhan, total jarak tempuh dari Basecamp hingga puncak mencapai 7,8 kilometer.
Estimasi ini memudahkan pendaki dalam merencanakan perjalanan dengan lebih matang, sekaligus menikmati keindahan hutan tropis Gunung Wilis secara bertahap.
Peta pendakian yang disediakan juga menyelipkan pesan inspiratif: "Hanya dengan penuh keyakinan kita mampu memindahkan gunung, namun tanpa persiapan, kita bisa tersandung oleh kerikil."
Sebuah pengingat bahwa dalam setiap perjalanan, kesiapan fisik dan mental jauh lebih penting dibanding sekadar semangat. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri