Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jalur Pendakian di Trenggalek, Dari Pemula hingga Ekstrem, Semua Ada

Zaki Jazai • Selasa, 13 Mei 2025 | 21:23 WIB
Para pendaki sedang menjajal rute di Trenggalek
Para pendaki sedang menjajal rute di Trenggalek

Trenggaleknjenggelek – Kabupaten Trenggalek di Jawa Timur tak hanya tersohor karena pesona pantainya, namun juga menyimpan potensi wisata alam lain yang tak kalah menarik: jalur pendakian. Setidaknya ada tiga rute utama yang kini dibuka untuk umum, menawarkan pengalaman mendaki yang cocok bagi berbagai kalangan, dari pemula hingga pencinta tantangan ekstrem.

1. Gunung Semungklung via Desa Sumberbening

Gunung Semungklung (1.200 mdpl) merupakan salah satu destinasi favorit pendaki lokal. Terletak di Kecamatan Pule, jalur ini dapat diakses dari basecamp Thuk Dali, Desa Sumberbening, pada ketinggian awal 700 mdpl. Jalur sepanjang 4,5 kilometer ini mengantarkan pendaki melintasi dua puncak, yaitu Puncak Semungklung dan Puncak Loji. Panorama dari ketinggian membuat gunung ini dijuluki sebagai “atap Trenggalek”.

2. Gunung Wilis via Desa Botoputih

Inisiatif dari komunitas lokal, Prajurit Rimba Trenggalek, membuka jalur baru menuju Gunung Wilis melalui Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan. Jalur ini sedang dalam tahap peresmian dan memungkinkan pendaki mencapai Puncak Kayangan di ketinggian 1.520 mdpl. Lebih dari sekadar wisata alam, jalur ini membawa misi pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

3. Bukit Banyon di Desa Widoro

Bagi yang mencari jalur yang lebih ringan, Bukit Banyon di Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, menjadi pilihan ideal. Hanya sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota, bukit ini menawarkan pemandangan matahari terbit dan lautan awan yang menakjubkan. Lokasinya dapat diakses kendaraan roda dua dan empat, serta telah dilengkapi fasilitas seperti area camping, toilet, dan warung makan.

Ketiga jalur ini menjadi alternatif wisata alam yang edukatif dan menyehatkan, sekaligus memperkenalkan kekayaan bentang alam Trenggalek yang masih tersembunyi. Pemerintah daerah pun mendorong pengelolaan berkelanjutan agar pariwisata alam ini tetap lestari dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.(jaz) 

 

 

Editor : Zaki Jazai
#Wisata Alam #trenggalek #jalur pendakian